5 Tanda Haji Mabrur yang Wajib Diketahui Kaum Muslimin

datariau.com
91 view
5 Tanda Haji Mabrur yang Wajib Diketahui Kaum Muslimin
Foto: Ist.

DATARIAU.COM - Setiap Muslim yang menunaikan ibadah haji tentu berharap memperoleh haji mabrur. Rasulullah ﷺ bahkan menyebutkan bahwa balasan bagi haji mabrur tidak lain adalah surga. Namun, para ulama menjelaskan bahwa haji mabrur bukan sekadar haji yang sah secara syariat, melainkan haji yang diterima oleh Allah ﷻ dan membekas dalam kehidupan seseorang setelah pulang dari Tanah Suci.

Haji Mabrur Bukan Sekadar Gelar


Banyak orang pulang dari haji membawa gelar “Pak Haji” atau “Bu Hajjah”, tetapi ukuran mabrur tidaknya haji bukan pada panggilan manusia. Yang mengetahui diterima atau tidaknya ibadah seseorang hanyalah Allah ﷻ.

Para ulama menerangkan bahwa haji yang sah belum tentu mabrur. Sah berarti kewajiban hajinya gugur, sedangkan mabrur berarti diterima di sisi Allah ﷻ.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Haji yang mabrur tidak ada balasan baginya selain surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tanda-Tanda Haji Mabrur


1. Biaya Haji Berasal dari Harta Halal


Salah satu tanda penting haji mabrur adalah biaya perjalanan hajinya berasal dari harta yang halal. Allah ﷻ Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik.

Nabi ﷺ bersabda: “Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik.” (HR. Muslim)

Karena itu, seseorang hendaknya memastikan ongkos hajinya terbebas dari riba, korupsi, penipuan, atau hasil usaha yang haram.

2. Ibadah Haji Dilaksanakan Sesuai Sunnah


Haji mabrur ditandai dengan pelaksanaan manasik yang benar sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ. Rukun dan wajib haji dijaga, larangan ihram dihindari, serta ibadah dilakukan dengan ikhlas karena Allah ﷻ, bukan demi pujian manusia.

Keikhlasan menjadi perkara penting. Sebab, banyak orang terlihat rajin beribadah, tetapi sedikit yang benar-benar ikhlas.

3. Memperbanyak Amal Saleh Selama Haji


Orang yang memperoleh haji mabrur biasanya memperbanyak amal kebaikan ketika berhaji. Ia memperbanyak dzikir, shalat, membaca Al-Qur’an, membantu sesama jamaah, bersedekah, serta menjaga ucapan dan akhlaknya.

Ketika Nabi ﷺ ditanya tentang haji mabrur, beliau menjawab: “Memberi makan dan berkata-kata baik.” (HR. Ahmad, Ath-Thabarani, Al-Baihaqi, dan Al-Hakim)

Ini menunjukkan bahwa akhlak mulia menjadi bagian penting dari haji yang diterima.

4. Menjauhi Maksiat dan Pertengkaran


Allah ﷻ melarang jamaah haji melakukan rafats, kefasikan, dan berbantah-bantahan selama ibadah haji. Karena itu, haji mabrur tidak mungkin diraih oleh orang yang masih gemar bermaksiat, berkata kasar, mencaci, atau bertengkar selama berhaji.

Seorang Muslim hendaknya menjaga lisan, emosi, dan perilakunya selama berada di Tanah Suci.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)