RENGAT, datariau.com - Menyikapi beroperasi kembali kafe diduga mejadi tempat protitusi di kawasan Simpang KasusKecamatan Seberida Kabupaten Inhu, warga maupun organisasi di Belilas menyapaikan rasa tidak terima dan ancam akan bakar kafe.
Masyarakat melalui media sosial facebook sangat mengecam beroperasinya lagi kafe yangsempat ditutup karena menyalahi aturan dan diduga menyediakan wanita pekerja seks komersial.
Seperti yang disampaikan pemilik akun Ippak Pangkalan Kasai, "Di BASMI...
hancurkan...pencarian nafkah seperti ini sudah melanggar ketentuan sosial masyarakat. Siapa saja yg terlibat dalam pelaksanaan ini ditindaklanjuti diberikan sanksi sosial." Tulisnya.
Pemilik akun Ipapbes Belilas menulis "Kepada aparat pemerintahan terkait tolong segera mengambil sikap dan kebijakan agar persoalan pekat ini tidak berlanjut pada tindakan anarkis warga. Segera tutup dan beri saksi pada pengelola atw siapapun yg mengambil keuntungan dari bisnis HARAM ini...!!!"
Kemudan pemilik akun Repi Putrayandi menulis "Mari kita hanurkan tmpat yg merusak moral generasi penerus bangsa ini, siapapun di blakangnya mereka hanya memikirkan pribadi untuk hdup dan mencari cara hidup di jalan yg salah tampa memikirkan kelangsungan hajad hidup generasi penerus ...HANCURKAN..."
Elice Susana: "Itu akan jadi perusak masa depan kita.. generasi penerus khusus nya inhu akan rusak moral dan akan kehancuran to generasi2 penerus bangsa.. inhu kt yg aman jgn sampai hancur krn t4 hiburan seperti itu.. hancurkan t4 nya atau generasi kt yg akan hancur"
Pak Ngah: "Kita punya penegak konstitusi, mari sikapi dan bekerja sama dg pihak2 yg menurut kita bisa berperan memberantas apa yg menurut agama salah dalam kehidupan sosial di masyarakat, serta dapat merusak moral bangsa, karena hal tersebut sampai saat ini masih bisa melaksanakan kegiatan prostitusi, apabila saran dan kritik atas kegiatan tersebut tidak lah di tindak lanjuti oleh mereka, maka bertindaklah....agar kampung dan daerah kita bisa terbebas dari PEKAT tersebut.."
Bkmt Kecamatan Seberda: "Tempak Perusak moral Ahlak umat islam, harus cepat ibuk" bertindak..."
Sebelumnya, dari informasi yang dihimpun tim Datariau.com di Simpang Kasus ada sekitar 10 kafe yang beroperasi kembali, 6 kafe berada di kawasan Simpang Kasus dan 4 kafe berada di Sawitan Blok A Desa Titian Resak. Di kafe tersebut dikabarkan juga tersedia wanita penghibur dan minuman beralkohol serta musik keras.
Meskipun sudah buka kembali setelah sebelumnya sempat ditutup, aparat terkait seperti pihak kecamatan, Satpol PP maupun kepolisian belum ada tanda-tanda akan mengambil langkah tegas.
"Seharusnya sebelum ramai segera ditertibkan, nanti kalau sudah ramai tentu susah," sebut seorang warga Yudi kepada datariau.com, kemarin.
Sementara dari keterangan salah seorang pemilik kafe yang dapat dikonfirmasi tim Datariau.com mengaku terpaksa membuka kembali kafe dan menyediakan wanita penghibur untuk memenuhi kebutuhan hidup dan juga atas permintaan para pelanggan.
Menurut ibu separuh baya tersebut, kafenya yang ditempati merupakan sewa dan bukan miliknya sendiri. "Kafe ini kami buka pada malam hari saja setelah sholat Isya, dan jika pada siang hari semua kafe yang ada disini kami tutup dan tidak menerima tamu," urainya.
Pemilik kafe lainnya juga menyebut adanya uang keamanan yang dibayarkan kepada oknum pemuda dan bahkan aparat.
Atas informasi ini, tim Datariau.com kemudian menelusuri kepada siapa pemilik kafe ini menyewa tempat tersebut. Didapat informasi bahwa seorang bernama Joko yang disebut-sebut sebagai geng dan pengelola sejumlah kafe dan juga memiliki kafe. Namun saat dikonfirmasi Joko membantahnya.
“Saya bukan sebagai pengelola kafe disini, meski para pemilik kafe menyebut saya sebagai geng atau pengelola, sebab pengelolaan merupakan masing-masing para pemilik kafe," kata Joko membantah.
Disinggung mengenai pelanggaran kafe yang menyediakan wanita penghibur, minuman beralkohol dan musik keras dan harusnya ditutup, Joko dengan nada keras marah.
"Kalau mau ditutup semua kafe yang ada disini jangan pilih kasih. Tutup saja semuanya," kata Joko dengan nada tinggi.
Dijelaskan Joko, kafe yang ada di sekitar simpang kasus ada 6 kafe dan 4 kafe lainnya berada di Sawitan Blok A Desa Titian Resak. Saat ditanya lagi adanya informasi setiap kafe memberikan uang Rp400 ribu kepada sekelompok pemuda Pangkalan Kasai untuk keamanan juga dibantah Joko.
"Mana ada kami disini stor-stor uang kepada pihak manapun, kalaupun ada mereka datang dan mereka minum hanya harga minum saja yang kami kurangi," tegasnya.
"Saya tidak miliki hak untuk mengomentari masalah kafe maupun PSK, nanti saya salah pula mengomentari masalah ini, jadi langsung saja tanyakan kepada pak camat," ujarnya menutup pembicaraan.