Puluhan Hektar Lahan di Desa Lukit Meranti Masih Berpotensi Terbakar

datariau.com
1.662 view
Puluhan Hektar Lahan di Desa Lukit Meranti Masih Berpotensi Terbakar
Int.
ILUSTRASI kebakaran lahan.

MERBAU, datariau.com - Puluhan hektar lahan diwilayah Desa Lukit, Kecamatan Merbau, Kepulauan Meranti masih berpotensi untuk kembali terbakar. Lahan yang berisi semak belukar itu terbakar sejak Selasa (25/7/2017) kemarin, dan berhasil dipadamkan.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti, M Edy Aprizal SE MH, kebakara lahan itu sudah berhasil dipadamkan Rabu (26/5/2017) kemarin. Namun bara api yang masih ada sangat berpotensi besar untuk kembali menjadi kobaran api.

"Api sudah padam dan kita sedang melakukan pendingan. Tetapi jika angin bertiup kencang, tetap saja berpotensi terjadinya kebakaran kembali," kata dia yang waktu itu memimpin upaya pemadaman di lapangan.

Upaya pemadaman, lanjut Edy, BPBD dibantu oleh tim pemadam dari RAPP, Pemerintah Kecamatan, TNI, Polri dan masyarakat setempat. Namun upaya pemadaman sedikit terkendala akibat keterbatasan alat pemadam.

"Alat pemadam hanya 8 unit. 5 unit milik perusahaan dan 3 unit milik BPBD. Kalau tenaga sangat banyak mencapai 80 orang. Sementara ketersediaan air cukup banyak," rincinya.

Diperkirakannya luas lahan yang terbakar lebih dari 10 hektar. Meski begitu dia belum menghitung secara pasti. "Saat ini kita hanya fokus pemadamannya saja. Luas yang terbakar lebih dari 10 hektar," ujarnya lagi.

Kepala BPBD Kepulauan Meranti itu berpendapat kalau untuk memadamkan seluruh lahan tersebut secara keseluruhan harus dengan hujan. Sebab gambut akan mudah kembali terbakar jika tidak dipadamkan sampai ke dalam tanah.

"Untuk memadamkan gambut, airnya harus tergenang dilahan. Sehingga sampai kedasar gambut dibasahi. Jadi memang harus turun hujan baru kita yakin bara api tidak hidup lagi," terangnya.

Selain dari Kabupaten, bantuan dari BPBD Riau untuk melakukan water bombing juga dilakukan untuk memadamkan lahan yang terbakar di Desa Lukit tersebut.

"Sudah dua sesi dilakukan water bombing. Pada sesi pertama pada pagi hari sebanyak 32 dilakukan water bombing. Sesi kedua masih berjalan. Dan ini sangat membantu untuk upaya pemadaman. Jadi selain dari udara, kita lakukan pemadaman dari bawah," sebutnya.

Terpisah Camat Merbau, Wan Fakhriarmi yang dikonfirmasi menceritakan bahwa kebakaran lahan tersebut terjadi di daerah sagu-sagu, Desa Lukit, Kecamatan Merbau. Lahan itu secara tiba-tiba saja terbakar.

"Pertama kali dapat informasi tiba-tiba lahan tersebut sudah terbakar sekitar pukul 15.00 wib pada Selasa (25/7/2017). Kita langsung turun dan melakukan upaya pemadaman bersama," ujarnya.

Disebutkannya, lokasi yang terbakar terdiri dari semak belukar. Lokasi lahan terbakar masih cukup jauh dari pemukiman. "Dari pemukiman masyarakat cukup jauh. Mudah-mudahan bsia cepat padam," kata dia.

Penulis
: Rahmad
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)