SELATPANJANG, datariau.com - Memasuki bulan Ramadhan banyak pedagang musiman yang menjual berbagai jenis makanan dan minuman serta jajanan untuk menu berbuka puasa. Baik dijual di pasar atau bazar Ramadhan, maupun di tempat lainnya seperti tepi jalan yang mudah dijangkau pembeli.
Jenis menu berbuka puasa itu mesti dipastikan terjamin dan aman dikonsumsi oleh masyarakat. Sebab, tidak menutup kemungkinan ada yang mengandung bahan-bahan yang tidak layak dicampurkan ke dalam makanan dan minuman yang diperjualbelikan tersebut.
Sehingga dengan cara pintas itu, pedagang sengaja untuk meraup keuntungan yang besar. Selain mudah didapat, juga tanpa repot banyak mengeluarkan modal mengingat harga beberapa barang saat ini yang berubah naik daripada sebelumnya.
Untuk memastikan itu, Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Kepulauan Meranti, Mulyono meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti untuk melakukan pengecekan ke seluruh pedagang musiman yang menyajikan makanan dan minuman untuk berbuka puasa itu.
Agar nantinya seluruh makanan dan minuman yang disediakan dipastikan aman dan terhindar dari hal yang tidak inginkan. Mengingat pada tahun lalu terdapat sejumlah pedagang yang menggunakan pewarna pakaian dalam menjual sajian berbuka puasanya.
"Pengalaman tahun lalu ditemukan terdapat jajanan berbuka puasa di pasar ramadhan. Kita mau pengecekan ini dapat dilakukan lagi. Agar masyarakat selaku konsumen bisa benar-benar aman," kata dia, baru-baru ini ketika dikonfirmasi wartawan.
Menurutnya Pemerintah wajib menjamin apapun yang dijual oleh pedagang bisa benar-benar aman. Oleh sebab itu melalui Diskes harus segera turun dan melakukan pengecekan.
"Jangan ada korban dulu baru turun melakukan pengecekan. Kita tidak mau seperti itu. Lebih baik bisa diantisipasi agar jangan mucul korban," sebutnya.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas), Ade Suhartian yang dikonfirmasi mengakui sedang mengatur jadwal untuk melakukan makanan dan minuman yang dijual oleh pedagang pada bulan Ramadhan ini. Kata dia, akan melibatkan sejumlah pihak untuk mengatasi hal ini.
"Kegiatannya ada. Kita sedang mencari waktu yang tepat. Nanti kita akan libatkan sejumlah pihak untuk pengecekan produk makanan dan minuman yang dijual dalam bulan Ramadhan ini," jelasnya.
Dikatakan Ade, sasaran pengecekan itu nantinya adalah berbagai macam jenis makanan dan minuman. Termasuk berbagai jenis jajanan yang dijual dalam bulan Ramadhan.
"Yang kita cek nantinya apakah makanan dan minuman yang dijual mengandung formalin apa tidak. Kemudian mengandung zat pewarna pakaian atau mengandung zat lainnya yang tidak boleh dikonsumsi. Pokoknya dalam waktu secepatnya dan sesegera mungkin akan kita laksanakan," aku Ade.