'Laksamana Mengamuk' di Tengah Perubahan Selera Konsumsi Masyarakat

Oleh: Christina Amanda Surbakti*
datariau.com
211 view
'Laksamana Mengamuk' di Tengah Perubahan Selera Konsumsi Masyarakat
Ilustrasi. (Foto: Pinterest)

PEKANBARU, datariau.com - Beberapa tahun terakhir, lanskap konsumsi minuman masyarakat Riau terlihat semakin beragam. Minuman dengan konsep modern mudah ditemui, mulai dari kedai kecil di pinggir jalan hingga gerai berkonsep kekinian di pusat kota. Ragam pilihan ini mencerminkan perubahan selera konsumsi masyarakat yang semakin dinamis.

Di balik maraknya minuman modern tersebut, minuman tradisional khas daerah justru semakin jarang dijumpai dalam ruang konsumsi sehari-hari. Salah satunya adalah Laksamana Mengamuk, minuman tradisional khas Riau yang dahulu cukup dikenal, namun kini keberadaannya tidak lagi semudah dulu untuk ditemukan. Laksamana Mengamuk merupakan minuman tradisional berbahan dasar mangga kuini yang dikenal dengan cita rasa khas dan aroma yang kuat.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau menunjukkan bahwa pengeluaran konsumsi rumah tangga pada kelompok makanan dan minuman masih menempati porsi yang cukup besar dalam struktur pengeluaran masyarakat. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir terlihat adanya peningkatan. Persentase pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan minuman jadi tercatat sebesar 13,50 persen pada tahun 2022, meningkat menjadi 13,77 persen pada tahun 2023, dan kembali naik menjadi 13,96 persen pada tahun 2024. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa konsumsi makanan dan minuman jadi semakin mendapat tempat dalam pola konsumsi masyarakat.

Di tengah meningkatnya konsumsi makanan dan minuman jadi, minuman modern dengan konsep praktis, visual menarik, dan mudah diakses tampak lebih dominan dalam keseharian masyarakat. Dalam ruang konsumsi yang terus berubah, preferensi masyarakat cenderung bergerak ke arah minuman dengan kemasan menarik, variasi rasa yang beragam, serta kemudahan akses. Minuman modern hadir bukan hanya sebagai pelepas dahaga, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup. Kondisi ini secara perlahan menggeser posisi minuman tradisional yang umumnya dijual secara terbatas, dengan skala usaha kecil, dan minim dukungan promosi. Laksamana Mengamuk berada di tengah dinamika tersebut bukan karena kehilangan nilai, melainkan karena ruang konsumsinya semakin menyempit.

Padahal, Laksamana Mengamuk bukan sekadar minuman. Ia merupakan bagian dari identitas kuliner Riau yang merepresentasikan pengetahuan lokal, penggunaan bahan alami, serta warisan budaya yang diwariskan lintas generasi. Ketika minuman ini semakin jarang hadir dalam konsumsi harian, yang berkurang bukan hanya pilihan minuman, tetapi juga ruang bagi budaya lokal untuk hadir dalam keseharian masyarakat. Dalam konteks ini, tantangan utama minuman tradisional bukan pada rasa, melainkan pada relevansi dan visibilitas di tengah perubahan selera konsumsi.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)