Mahasiswa Farmasi UMRI Sosialisasi Makanan Tradisional Kampar "Galopuong Ondam"

datariau.com
319 view
Mahasiswa Farmasi UMRI Sosialisasi Makanan Tradisional Kampar "Galopuong Ondam"
Foto: Naila

PEKANBARU, datariau.com - Mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) kembali menunjukkan kepedulian sosial mereka melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Kali ini, mereka mengadakan sosialisasi mengenai makanan tradisional khas Kampar "Galopuong Ondam" atau juga disebut makanan “Putri Mandi”, kepada anak-anak Panti Asuhan Mufariddun yang berlokasi di Kota Pekanbaru.

Kegiatan dilaksanakan dalam rangka tugas proyek mata kuliah yang diampu oleh Ilham Hudi SPd MPd yang mendukung mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, kreativitas, dan kepedulian sosial melalui pendekatan edukatif di luar kampus. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan serta melestarikan kuliner tradisional Nusantara kepada generasi muda, terutama mereka yang belum banyak mengenalnya.

Galopuong Ondam atau Putri Mandi merupakan salah satu makanan tradisional dari Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Makanan ini terbuat dari tepung ketan berisi kelapa parut manis dan disiram dengan saus santan kental yang gurih.

Melalui sosialisasi ini, mahasiswa tidak hanya memperkenalkan makanan tersebut, tetapi juga mengajak anak-anak panti asuhan untuk ikut membuat dan mencicipinya. Aktivitas ini dilakukan dengan suasana yang penuh semangat, keakraban, dan kegembiraan.

“Dengan mengenalkan makanan tradisional seperti Putri Mandi, kami ingin anak-anak tidak hanya sekadar menikmati rasanya, tetapi juga memahami nilai budaya di baliknya,” ujar salah satu mahasiswa peserta kegiatan.

Ilham Hudi selaku dosen pengampu, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat dan kreativitas mahasiswa dalam menjalankan proyek ini. Ia menekankan pentingnya pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari tridarma perguruan tinggi.

“Mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai teori, tapi juga harus mampu mengaplikasikannya secara nyata di tengah masyarakat. Kegiatan ini adalah salah satu wujud nyata dari pembelajaran kontekstual yang bermanfaat,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan sesi foto bersama, pembagian hasil olahan Putri Mandi, dan pemberian bingkisan kecil kepada anak-anak panti. Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Selain mengenalkan makanan tradisional, kegiatan ini juga dirancang sebagai sarana interaksi sosial yang hangat antara mahasiswa dan anak-anak panti asuhan. Para mahasiswa membimbing anak-anak secara langsung dalam proses pembuatan Putri Mandi, mulai dari menyiapkan bahan-bahan seperti tepung ketan, kelapa parut, gula merah, hingga proses memasak dan penyajian. Anak-anak terlihat antusias dan semangat saat diajak ikut serta mengadon dan membentuk adonan bulat berisi kelapa manis, yang kemudian direbus dan disiram santan kental.

Kegiatan ini bukan hanya sekadar pelatihan memasak, namun juga disisipkan edukasi mengenai kandungan gizi dari bahan-bahan alami yang digunakan. Mahasiswa menjelaskan manfaat dari kelapa, santan, dan tepung ketan bagi tubuh, serta pentingnya menjaga makanan tradisional sebagai warisan budaya yang sehat dan bernilai tinggi. Edukasi ini diharapkan dapat membuka wawasan anak-anak mengenai pentingnya makanan bergizi serta menumbuhkan rasa cinta terhadap kuliner lokal.

Di sela kegiatan, mahasiswa juga mengadakan sesi permainan dan motivasi ringan. Anak-anak diajak bermain tebak-tebakan seputar makanan khas Indonesia dan pentingnya menjaga budaya. Kegiatan ini menambah suasana keakraban dan keceriaan, yang membuat anak-anak merasa diperhatikan dan dihargai.

Menurut pengurus Panti Asuhan Mufariddun , kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa Farmasi Universitas Muhamadiyah Riau ini sangat bermanfaat dan menyenangkan.

“Anak-anak sangat senang. Mereka bisa belajar hal baru, dan yang terpenting, merasa diperhatikan oleh kakak-kakak mahasiswa. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara rutin,” ujar salah satu pengurus panti.

Di akhir acara, perwakilan mahasiswa menyerahkan sisa hasil olahan Putri Mandi kepada pihak panti untuk dinikmati bersama anak-anak. Tak lupa, mereka juga memberikan bingkisan bahan makanan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan gizi.

Dosen pengampu mata kuliah, Ilham Hudi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang dirancang untuk mengasah berbagai aspek soft skill mahasiswa, termasuk kepemimpinan, empati, dan tanggung jawab sosial.

“Melalui kegiatan seperti ini, saya ingin mahasiswa belajar bahwa ilmu yang mereka pelajari di bangku kuliah harus memberi dampak nyata di masyarakat. Menjadi sarjana bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga soal kontribusi dan keteladanan,” ujar Ilham.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Riau tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki jiwa sosial dan semangat pelestarian budaya.

Diharapkan, gerakan kecil ini mampu menumbuhkan kesadaran kolektif untuk mencintai dan melestarikan kuliner tradisional, sekaligus menumbuhkan solidaritas kepada sesama yang membutuhkan. *rls

Penulis
: Naila
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)