RENGAT, datariau.com - Tempat hiburan malam di Inhu saat ini tengah dipenuhi wanita penghibur sekaligus wanita pekerja seks komersial (PSK). Warga Inhu menjadi resah semakin tumbuh suburnya PSK di daerah itu.
Seperti di tempat karaoke yang ada di desa Japura kecamatan Lirik dan sawitan SP 2 kecamatan Pasir Penyu, beberapa tempat hiburan malam di lokasi ini sangat meresahkan masyarakat.
Masyarakat minta Pemerintah Desa, Kecamatan maupun Kabupaten Inhu dalam hal ini pihak Satpol PP dan kepolisian maupun dinas terkait lainnya segera menutup karaoke yang menyediakan wanita penjaja seks dan disinyalir tempat penggunaan narkoba serta minuman keras.
"Tempat karaoke di belakang rumah makan Ojo Lali itu diduga menjadi tempat mesum, karena tempat karaoke itu banyak terlihat wanita-wanita diduga adalah PSK. Dan keberadaan tempat karaoke di Japura ada sekitar 4 tempat. Semua lokasi karaoke itu diduga menjadi tempat mangkalnya PSK di siang maupun malam, bila hal ini dibiarkan berpotensi merusak moral masyarakat terutama generasi muda," kata Ibu Sumarti warga Japura kepada wartawan, Selasa (23/8/2016).
Menurutnya, masalah ini berlangsung sudah cukup lama, namun sepertinya pengusahanya kebal hukum. Sehingga diduga aparat pemerintahan tidak mampu menindak dan menutup karoke yang disinyalir menjadi tempat mesum yang beroperasi sejak pagi hingga tengah malam itu.
"Atau mungkin ada proses pembiaran dari oknum pejabat tertentu yang ikut membeking segenap usaha maksiat tersebut. Sehingga pihak Satpol PP maupun kepolisian setempat sampai kini tidak berani menindaknya. Ada apa di balik ini sebenarnya?" ungkap Sumarti bertanya.
Disebutkan lagi, sebelumnya Bupati Inhu H Yopi Arianto SE di periode pertama pernah mengutarakan di hadapan publik memerintahkan langsung kepada Kasat Pol PP Tukiyat untuk menutup seluruh tempat karaoke ilegal dan lokalisasi yang ada di wilayah Kabupaten Inhu ini. Namun saat ini, tempat itu diduga bermunculan lagi.
Sumarti juga mengimbau seluruh masyarakat desa Japura khususnya ibu-ibu agar jaga suami dan juga anak laki-laki jangan sampai sekali-kali sampai masuk ke tempat karaoke yang di dalamnya disediakan wanita seksi.
Sementara itu, Ibu Wati warga Komplek Kelurahan Sekar Mawar kecamatan Pasir Penyu mengatakan, dirinya sangat risih dengan keberadaan wanita berpakaan minim mangkal di tempat karaoke itu, apalagi ketika melihat ada pula laki-laki daerah tempatan yang terayu oleh wanita tersebut, kalau saja laki-laki yang jadi korban itu nantinya adalah suaminya, maka ini sangat meresahkan keluarganya.
"Entah mau sampai kapan pemerintah dapat menutup ataupun menggusur lokalisasi yang berada di Sawitan SP II. Kita sebagai masyarakat sudah bosan rasanya setiap hari mendengarkan suara musik dan tertawa para wanita centil yang ada di lokalisasi SP II itu. Tapi sampai saat sekarang ini pemerintah tidak juga peduli, padahal kita sangat berharap sekali pemerintah dapat menggusurnya," pinta Wati.
"Nanti kalau ibu-ibu yang melakukan aksi ke sana dan bakar seperti dulu lagi, kita yang disalahkan oleh polisi," pungkasnya.