UJUNGTANJUNG, datariau.com - Seorang duda beranak dua, SS (28) warga Balam KM 28 Kepenghuluan Balam Sempurna, Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rohil terpaksa harus mendekam di sel tahanan Polres Rohil setelah dilaporkan oleh ayah pacarnya.
Pasalnya, pedagang bakso bakar keliling ini berusaha kabur saat akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya yang telah menyetubuhi sang pacar hingga lima kali di kebun sawit.
Kapolres Rokan Hilir AKBP Subiantoro SH SIK yang dikonfirmasi datariau.com, Sabtu (31/1/2015) melalui Kasat Reskrim AKP Eka Ariyandi Putra SH SIK di ruang kerjanya menjelaskan bahwa, pelaku ditangkap pada Ahad (26/1/2015) lalu berdasarkan laporan dari ayah korban.
"Korbannya FT (16) warga Kecamatan Tanjung Melawan, masih stasus ikut orangtua dan tidak sekolah lagi," jelas Kasat Reskrim.
Dijelaskannya, awal kejadian pada Senin (19/1/2015) pukul 16.00 WIB, SS datang ke rumah FT dan meminta izin kepada kakak FT untuk mengajaknya makan bakso di Simpang Menggala Jhonson.
"Setelah makan bakso itu, tersangka SS ini tidak langsung mengantar korban pulang namun membawanya ke kebun kelapa sawit di daerah Balam KM 20 Pasar Balak," jelas Kasat Reskrim.
Masih kata Kasat, sekira pukul 21.00 WIB tersangka SS menyetubuhi FT sebanyak 2 kali dan keesokan harinya, Selasa (20/1/2015) sekira pukul 22.00 WIB, SS hendak mengantar FT pulang, namun FT hendak melarikan diri ke arah kebun karet, namun dapat dikejar oleh SS dan langsung menampar muka FT menggunakan tangan kanannya. "Setelah itu SS kembali menyetubuhi FT sebanyak 2 kali," jelas Kasat Reskrim kembali.
Kemudian, lanjut AKP Eka lagi, pada Rabu (21/1/2015) sekira pukul 09.00 WIB di gubuk kebun kelapa sawit, SS kembali menyetubuhi FT dan sekira pukul 15.00 WIB SS baru mengantar FT pulang ke rumah orangtuanya. Pada saat itu pelaku SS mengaku kepada FT dirinya masih lajang.
"Atas kejadian tersebut korban menceritakan kepada kakaknya, lalu korban didampingi keluarganya melaporkan hal tersebut ke Polres Rohil. Saat ini, tersangka SS telah kita amakan di sel tahanan Polres Rohil guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut," pungkas Eka.
Sementara itu, SS ketika diwawancarai wartawan mengaku pada awalnya korban menolak untuk melakukan perbuatan itu. Namun, karena bujuk rayunya akhirnya ia dapat menyutubuhinya kekasihnya tersebut.
"Ya, saya rayu terus menerus sampai mau dan sudah lima kali saya melakukannya," katanya.
Masih kata SS, pada saat dirinya mengantar pulang FT, orangtuanya sudah mulai curiga namun saat itu dirinya langsung pamit pulang. Tepat pada Ahad (26/1/2015) ia kembali datang ke rumah FT untuk menjemput sepeda motornya yang dipinjam oleh orangtua pacarnya itu.
"Beberapa saat saya di sana, banyak keluarga datang berkumpul. Karena gugub saya mencoba lari tapi berhasil ditangkap oleh mereka yang pada akhirnya saya dilaporkan ke Polres Rohil ini," terangnya.
Ia mengaku menyesal atas perbuatanya dan dikatakannya bahwa ia mau untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya. "Seandainya dia melahirkan nanti akan saya akui itu adalah anak saya," ujarnya lirih.
Namun demikian, dirinya berharap proses hukum ini bisa diselesaikan dengan damai dan ia siap untuk menikahi pacarnya itu. "Tapi, kalau tidak bisa damai mau bagaimana lagi, terpaksa hukuman ini saya jalani di balik jeruji besi," pungkasnya. (sam)