Rumah Warga Rusak Parah, Sadira Plaza & Tangram Hotel Diminta Ganti Rugi

1.350 view
Rumah Warga Rusak Parah, Sadira Plaza & Tangram Hotel Diminta Ganti Rugi
Kondisi rumah warga yang rusak parah. (foto: fb)

PEKANBARU, datariau.com - Akibat hujan deras dan angin kencang, scaffolding bangunan Sadira Plaza & Tangram Hotel di Jalan Riau, Kota Pekanbaru roboh hingga menimpa rumah warga.

Kejadian yang meresahkan warga sekitar tersebut, terjadi Selasa (27/10/2015) sekitar pukul 17.55 WIB, petang tadi saat hujan lebat disertai angin kencang mengguyur Kota Pekanbaru. Akibat kejadian tersebut, tiga orang warga cidera dan terpaksa dilarikan ke RS Santa Maria, Pekanbaru. Kabarnya juga, satu orang meninggal dunia dan lama rumah serta kendaraan rusak parah akibat insiden ini.

Dikutip dari Wikipedia, scaffolding atau yang lebih dikenal sebagai perancah adalah suatu struktur sementara yang digunakan untuk menyangga manusia dan material dalam konstruksi atau perbaikan gedung dan bangunan-bangunan besar lainnya. Biasanya perancah berbentuk suatu sistem modular dari pipa atau tabung logam, meskipun juga dapat menggunakan bahan-bahan lain. 

Seperti diketahui bangunan Sadira Plaza & Tangram Hotel yang awalnya sempat dihentikan proyeknya pasca grund breaking pada akhir tahun 2013 lalu itu, rencananya akan selesai dibangun pada tahun 2015 ini yang nantinya akan meliputi 4 lantai bangunan mal (Sadira Plaza) dan 15 lantai hotel (Tangram Hotel Pekanbaru) dengan total luas 35,000 sqm. 

Tangram Hotel Pekanbaru sendiri merupakan hotel bintang 4 yang dibangun dengan mengusung konsep sebagai hotel bisnis yang dilengkapi dengan function hall yang dapat digunakan untuk penyelenggaraan pameran, konferensi, dan acara-acara bisnis lainnya.

 

Amruknya Scaffolding proyek Sadira Plaza dan Tangram Hotel di kawasan padat penduduk ini, membuat rumah rusak dan korban luka. Korban luka antara lain Anding (60) yang mengalami luka parah dan dua mengalami luka ringan, perempuan bernama Atin (28) satu lagi tidak diketahui identitasnya termasuk yang meninggal dunia juga belum diketahui kepastiannya. Korban saat ini dirawat intensif di RS Santa Maria.

Lokasi jatuhnya Scaffolding sudah dipasang garis pengaman polisi atau policeline. Sejumlah warga berduyun-duyun melihat lokasi amruknya Scaffolding.

Rian (30) salah seorang pekerja proyek tersebut mengatakan, saat hujan diserta angin kencang melanda Pekanbaru, para pekerja sedang melakukan pembongkaran besi-besi proyek. Hanya saja pihaknya terlupa membongkar Scaffolding tersebut. 

"Kami sudah membongkar besi-besi, cuma kami lupa membongkar Scaffolding. Cuma itu saja yang belum kami bongkar," ujar Rian.

Ia menambahkan, saat Scaffolding amruk, sejumlah pekerja tidak mengetahuinya. "Dari atas gak kelihatan kalau Scaffolding ini jatuh. Kami juga gak tinggal disini," tandasnya.

Warga korban ambruknya Scaffolding proyek Sadira Plaza dan Tangram Hotel menuntut ganti rugi kepada pihak hotel ataupun kontraktor.

Tak hanya itu, warga yang berdomisili di sekitar proyek yakni RT3 RW6 juga meminta pekerja proyek untuk tidak beraktifitas hingga tengah malam, karena merasa terganggu dengan suara bising dari area proyek tersebut.

Aceng (58) salah satu korban mengatakan, warga sekitar sudah lama terganggu dengan adanya proyek yang pernah dihentikan oleh Pemerintah Kota tersebut. Menurutnya, pekerja proyek harusnya juga memikirkan kenyamanan warga saat beristirahat di malam hari.

"Sementara tengah malam kami enak tidur, mereka asik-asiknya bekerja, ribut kali mengganggu orang tidur, sekarang apa yang terjadi, ya harus tanggung jawablah," tegasnya.

Aceng meminta kontraktor proyek mengganti rugi semua kerugian materi yang ditimbulkan oleh kejadian ini. "Pelaksana proyek harus mengganti semua kerugian kami," tegasnya.

Anding (60) yang menjadi korban luka parah dalam tragedi ini juga mengatakan hal sama. "Kami menuntut ganti rugi penuh. Kami sudah sangat resah dengan kejadian ini," cetusnya.

Sementara, Joni (56), tukang parkir yang menjadi saksi mata saat kejadian berlangsung. "Pas angin kencang terliihat ada benda berukuran cukup besar jatuh dan tak lama setelah itu terdengar bunyi cukup keras. Rupanya benda tadi menghantam rumah warga disekitar proyek," tandasnya. 

Sedangkan Pimpinan Proyek dari PT Waskita Karya saat ditemui tidak berada di tempat. "Pimpronya sedang tidak ada," ujar salah seorang pekerja.

Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Sugeng Putut Wicaksono membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya informasi sampai saat ini diterimanya, satu orang korban jiwa. (rik)

Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)