Komisi IV Desak Pemko Pekanbaru Evaluasi Total Drainase, Nurul Ikhsan: Jangan Biarkan Jalan Terus Tergenang Banjir

datariau.com
148 view
Komisi IV Desak Pemko Pekanbaru Evaluasi Total Drainase, Nurul Ikhsan: Jangan Biarkan Jalan Terus Tergenang Banjir

PEKANBARU, datariau.com - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Nurul Ikhsan, mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase di sejumlah ruas jalan. Desakan tersebut disampaikan menyusul banyaknya kendaraan yang mogok dan kemacetan panjang akibat genangan air saat hujan mengguyur Kota Pekanbaru.

Menurut Nurul, persoalan genangan air yang belakangan terjadi di sejumlah ruas jalan protokol maupun jalan lingkungan tidak semata-mata dipicu tingginya intensitas curah hujan. Ia menilai, sistem drainase yang belum berfungsi secara optimal menjadi salah satu penyebab utama air menggenangi badan jalan.

"Dari kondisi di lapangan, terlihat bahwa persoalan di Jalan Bangau Sakti bukan hanya disebabkan oleh tingginya curah hujan, tetapi juga karena sistem drainase yang belum berfungsi optimal. Contohnya drainase di Jalan Bangau yang posisinya lebih tinggi dari badan jalan sehingga air tidak dapat mengalir dengan baik dan akhirnya menggenangi jalan," kata Nurul Ikhsan, Kamis (23/7/2026).

Baca juga:Jalanan Kota Pekanbaru Digenangi Banjir, Ditlantas Polda Riau Berjibaku Mengatur Arus Lalu Lintas


Politisi Partai Gerindra itu menjelaskan, kondisi drainase yang tidak berfungsi maksimal membuat air bertahan cukup lama di permukaan jalan. Akibatnya, banyak kendaraan, terutama sepeda motor, mengalami mogok saat menerobos genangan.

Selain menyebabkan kendaraan mogok, genangan air juga memicu kemacetan lalu lintas. Para pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan untuk menghindari lubang yang tertutup air, sehingga arus lalu lintas menjadi tersendat, terutama pada jam-jam sibuk.

Nurul juga mengingatkan bahwa genangan air yang terjadi secara berulang akan mempercepat kerusakan infrastruktur jalan. Air yang terus menggenang dinilai dapat merusak lapisan aspal hingga menimbulkan lubang yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.

"Genangan yang terjadi secara terus-menerus mempercepat kerusakan aspal hingga menimbulkan lubang yang membahayakan pengguna jalan," ujarnya.

Baca juga:Banjir Pekanbaru Kian Parah, Warga Tagih Janji Wali Kota Bisa Selesaikan dalam Satu Tahun Saja


Untuk itu, Komisi IV DPRD Pekanbaru meminta Pemko Pekanbaru melalui organisasi perangkat daerah (OPD) teknis segera melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap sistem drainase di wilayah yang kerap tergenang.

Evaluasi tersebut, kata Nurul, tidak hanya sebatas membersihkan saluran air, tetapi juga mencakup normalisasi drainase, perbaikan elevasi saluran yang bermasalah, hingga perbaikan badan jalan yang telah mengalami kerusakan.

"Kami berharap Pemko melalui dinas terkait dapat segera melakukan evaluasi teknis secara menyeluruh, mulai dari normalisasi drainase, perbaikan elevasi saluran yang bermasalah, hingga perbaikan badan jalan yang rusak. Penanganan harus dilakukan secara menyeluruh agar tidak hanya menjadi solusi sementara," tegasnya.

Baca juga:Roni Pasla: Banyak Usulan DPRD Untuk Penanganan Banjir Tak Diakomodir Pemko Pekanbaru


Ia menambahkan, pembenahan sistem drainase harus menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah mengingat persoalan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat dan keselamatan pengguna jalan.

Nurul berharap langkah perbaikan dapat segera direalisasikan sehingga persoalan genangan air, kemacetan, kendaraan mogok, hingga kerusakan jalan dapat diminimalkan dan tidak terus berulang setiap kali musim hujan tiba.

"Harapannya, pembenahan drainase menjadi prioritas pemerintah sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman tanpa harus khawatir menghadapi genangan air setiap kali hujan turun," pungkasnya. (end)

Baca juga:DPRD Pekanbaru Minta Pemko Utamakan Penanganan Banjir, Bukan Desain Proyek Jembatan
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)