Komisi III Panggil Dinas Pendidikan Pekanbaru Evaluasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Admin
57 view
Komisi III Panggil Dinas Pendidikan Pekanbaru Evaluasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

PEKANBARU, datariau.com - Komisi III DPRD Pekanbaru menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru dan beberapa Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP). Rapat berlangsung di ruang Badan Musyawarah (Banmus), Senin (20/9/2021).

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru Yasser Hamidy didampingi Wakil Ketua H Ervan, Sekretaris Jepta Sitohang beserta anggota lainnya Heri Kawi Hutasoit, H Suherman, Pangkat Purba dan Zulkarnain.

Rapat ini dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru Muzailis dan 10 Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) yang ada di Pekanbaru.

Usai rapat, Sekretaris Komisi III DPRD Pekanbaru Jepta Sitohang menjelaskan, pertemuan antara Komisi III dengan Dinas Pendidikan membahas terkait evaluasi penerimaan peserta didik baru (PPDB).

"Untuk PPDB, saya rasa tidak ada masalah. Semuanya sudah berjalan dengan baik, walaupun ada orang tua yang merasa sedikit kecewa (PPDB). Mungkin saja, ada anaknya yang tidak diterima ditempat yang dituju," katanya.

Selain itu, rapat ini juga membahas terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara terbatas yang telah diberlakukan di Kota Pekanbaru sejak 9 September 2021.

Jepta menyebut, pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas merupakan aspirasi dari para orang tua selaku wali murid. Hal ini dikarenakan, pembelajaran daring atau online dinilai sudah membuat para orang tua dan anak-anak sudah jenuh selama dua tahun semenjak Covid-19 melanda di Indonesia.

"Pembelajaran daring ini membutuhkan tenaga orang tua, dan butuh gadget. Kadang-kadang juga, kendala waktu orangtua yang tidak ada untuk memandu anaknya (belajar). Lalu, anak-anak itu juga kurang paham dengan pelajaran melalui daring. Sehingga, anak dan orang tua merindukan pelaksanaan PTM secara terbatas," jelasnya.

Ditambahkan Jepta, Komisi III DPRD akan senantiasa mengevaluasi dan memonitoring jalannya pelaksanaan PTM secara terbatas yang telah diberlakukan selama dua minggu.

"Dengan pelaksanaan PTM t secara terbatas ini, kita ingin tetap menjaga prokes. Kemudian, melihat kondisi atau kapasitas sekolah dengan shift yang dilakukan dengan dua shift sehari. Sehingga, ruangan kelas itu menjadi terbatas. Para guru pun harus ekstra dengan pembelajaran dengan sistem dua shift ini," terangnya.

Politisi Demokrat ini juga memaparkan, bahwa seluruh Sekolah Negeri rata-rata telah mengadakan pembelajaran tatap muka. Namun, sekolah yang belum melaksanakan PTM secara terbatas adalah sekolah swatsa.

Hal ini ia ketahui setelah mendengar penjelasan dari Sekretaris Disdik Kota Pekanbaru Muzailis.

"Mungkin sekolah swasta masih memperhatikan penerapan protokol kesehatan. Dan mungkin, ruangan kelas yang tidak mencukupi untuk melaksanakan dua sesi pembelajaran," pungkasnya.

Penulis
: Endi Dwi Setyo
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
Tag:DisdikPTM