PEKANBARU, datariau.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah kantor gubernur Riau di Kota Pekanbaru, Senin (6/10/2014). Delapan hingga 10 penyidik KPK tiba di Kantor Gubernur Riau sekitar pukul 09.15 WIB pagi tadi. Mereka dikawal tiga personel Brimob Polda Riau bersenjata laras panjang.
Para penyidik mengenakan rompi bertuliskan KPK dan langsung menuju lantai satu kantor gubernur. Penyidik terlihat dibagi dua, yakni di ruang kerja Gubernur Riau Annas Maamun, dan ruang kerja Sekretaris Daerah Riau Zaini Ismail.
Sebelumnya juga penyidik KPK telah menggeledah Rumah Dinas Gubernur Riau, bertepatan saat Idul Adha, Ahad (5/10/2014) kemarin. Penyidik KPK juga telah menggeledah rumah pribadi Gulat Medali Emas Manurung, tersangka pemberi suap kepada Annas Maamun di Jalan Rawa Sari, Pekanbaru, Sabtu (4/10/2014) lalu.
Selain itu, KPK juga menggeledah kantor Manurung, yakni PT Anugerah Kelola Artha di Jalan Arifin Achmad, Pekanbaru. KPK menetapkan Maamun sebagai tersangka sebagai pihak penerima uang.
Saat menggeledah ruang kerja Gubernur Riau Annas Maamun tadi, ruangan tersebut disterilkan dari tamu-tamu karena adanya penggeledahan penyidik KPK.
Dua orang petugas kebersihan kantor ditempatkan di muka pintu ruang kerja gubernur Riau dan juga ruang kerja Sekretaris Daerah Zaini Ismail di lantai satu kantor Gubernur Riau. Di dua tempat itu penyidik KPK melakukan penggeledahan.
"Saya diminta oleh penyidik (KPK) untuk memberi tahu kalau ada tamu yang datang untuk tidak masuk ke dalam," kata seorang petugas kebersihan yang enggan diketahui identitasnya.
Atas adanya penggeledahan ini, tampak puluhan wartawan berkerumun di lantai satu kantor Gubernur Riau untuk meliput penggeledahan penyidik KPK. Jumlah jurnalis lebih banyak dari pengawal penyidik yang hanya berjumlah tiga orang dari Brimob Polda Riau, plus dua orang petugas kebersihan yang menjaga di depan pintu masuk ruang kerja gubernur.
Saat penggeledahan terjadi tidak ada satu pun pejabat Pemprov Riau yang terlihat berada di kantor tersebut.
Kepala Biro Perlengkapan Setdaprov Riau, Ayub Khan, mengatakan kerja pegawai tidak terganggu penggeledahan Komisi Pemberantasan Korupsi di kantor Gubernur Riau.
"Tidak, kami tidak terganggu," kata Ayub Khan, salah seorang pejabat yang masuk ke ruang kerja Gubernur Riau Annas Maamun saat penggeledahan berlangsung.
Pejabat lainnya adalah Asisten I Setdaprov Riau Kasiarudin, yang masuk ke area ruang kerja Sekretaris Daerah Riau Zaini Ismail.
"Mereka (KPK) masih mencari-cari berkas," kata Ayub Khan tanpa merinci berkas apa yang dimaksudnya.
Penyidik KPK menghabiskan waktu sekitar 2,5 jam menggeledah kantor Gubernur Riau. Penyidik meninggalkan kantor gubernur sekitar pukul 11.40 WIB. Mereka keluar membawa dua koper dan tas yang diduga berisi berkas.
Para penyidik langsung pergi menggunakan dua mobil minibus, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun kepada puluhan awak media yang meliput penggeledahan itu.
Juru Bicara KPK Johan Budi, mengatakan bahwa seluruh barang bukti tambahan yang menjadi sitaan tim penyidik di sejumlah lokasi di Pekanbaru terkait kasus dugaan suap Gubernur Riau Annas Maamun akan dibawa ke Jakarta.
"Tim penyidik yang berjumlah sekitar enam hingga delapan orang itu berada di Pekanbaru sejak Sabtu dan sampai hari ini masih di Pekanbaru," kata Johan Budi saat dikonfirmasi melalui selulernya.
Pada Sabtu (4/10/2014), kata Johan, penyidik KPK telah menggeledah rumah pribadi Gulat Medali Emas Manurung, tersangka pemberi suap kepada Annas Maamun di Jalan Rawa Sari, Pekanbaru.
"Kemudian pada Minggu (5/10) penyidik juga masih berada di Pekanbaru untuk penggeledahan di lokasi lainnya," kata Johan.
Dikabarkan, penyidik KPK pada saat perayaan Hari Raya Idul Adha menggeledah rumah dinas Gubernur Riau kemudian Kantor PT Anugerah Kelola Artha di Jalan Arifin Achmad, Pekanbaru, milik Gumat Manurung.
Sementara itu pada Senin (6/10), tim penyidik KPK mendatangi Kantor Gubernur Riau serta melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi termasuk ruang kerja gubernur.
Johan mengatakan, pada pemeriksaan di sejumlah lokasi tersebut, penyidik telah mengamankan sejumlah dokumen pendukung untuk proses penyidikan tersangka Gubernur Riau Annas Maamun.
"Semuanya berkas dokumen itu tentunya akan dibawa ke Jakarta untuk kepentingan penyidikan," katanya. (*)
antara