SMM PANEL INDO

ISPA Tembus 5.000 Kasus, DPRD Pekanbaru Minta Diskes Perkuat Pengawasan hingga Puskesmas

datariau.com
176 view
ISPA Tembus 5.000 Kasus, DPRD Pekanbaru Minta Diskes Perkuat Pengawasan hingga Puskesmas
Foto: Endi
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Pekanbaru, Achmad Faisal Reza.

PEKANBARU, datariau.com - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Pekanbaru telah mencapai lebih dari 5.000 kasus di tengah kembali memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.

Kondisi tersebut menjadi perhatian DPRD Kota Pekanbaru. Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Pekanbaru, Achmad Faisal Reza, meminta Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru lebih sigap mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.

Menurut Faisal Reza, meningkatnya kasus ISPA perlu diantisipasi dengan memperkuat pemantauan dan penanganan, terutama terhadap kelompok masyarakat yang rentan terhadap paparan asap.

"Tentu harapan kami kepada Dinas Kesehatan lebih sigap lagi untuk mengantisipasi meningkatnya ISPA yang sudah sampai 5.000 orang, rata-rata balita dan lansia," kata Faisal Reza, Senin (21/9/2026).

Baca juga:Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Memburuk, Ketua DPRD Minta Penanganan Karhutla Terus Diperkuat


Ia menilai pemantauan kasus ISPA tidak cukup hanya dilakukan di tingkat Dinas Kesehatan. Pengawasan perlu diperkuat hingga ke Puskesmas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Dengan pemantauan yang lebih intensif, masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap diharapkan dapat segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

"Terus dimonitor sampai ke tingkat Puskesmas agar kasus ISPA bisa cepat diatasi," ujarnya.

PJJ Diperpanjang


Sementara itu, Pemerintah Kota Pekanbaru kembali memperpanjang pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring bagi peserta didik tingkat PAUD hingga SMP.

PJJ diberlakukan selama dua hari, yakni 21-22 September 2026, menyusul kembali memburuknya kualitas udara di Kota Pekanbaru.

Faisal Reza mengapresiasi langkah Pemko Pekanbaru tersebut. Menurutnya, kebijakan PJJ menjadi langkah untuk melindungi peserta didik dari paparan kabut asap yang kembali menyelimuti sejumlah wilayah.

"Kami apresiasi Pemko sigap dengan menerapkan PJJ dua hari ke depan karena kita lihat kondisi kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru," katanya.

Baca juga:Surat Edaran Disdik Pekanbaru: Seluruh Pelajar Belajar di Rumah Karena Kabut Asap Semakin Parah


Keputusan tersebut didasarkan pada informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

Setelah hujan pada Jumat (18/9), kualitas udara Pekanbaru kembali memburuk pada Minggu (20/9). Kondisi udara bahkan sempat mencapai kategori berbahaya.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)