PEKANBARU, datariau.com - Ida Yulita Susanti SH MH menilai berita yang diterbitkan beberapa media online menyudutkan dirinya bahkan merusak kredibilitas dirinya yang saat ini sebagai Anggota DPRD kota Pekanbaru.
"Hal ini tentunya harus diluruskan karena beberapa berita yang beredar bukan berdasarkan fakta sebenarnya, biarlah proses hukumnya kita serahkan kepada aparat penegak hukum, karena negara kita adalah negara hukum," kata Ida Yulita Susanti beberapa waktu lalu.
Dalam pemberitaan, media menyatakan bahwa IYS (Ida Yulita Susanti) yang bermohon-mohon untuk damai dan bahkan ada media menyebut bahwa Ida bertekuk lutut untuk meminta damai dengan warga yang dilaporkannya ke kepolisian.
"Untuk hal ini yang saya laporkan adalah pelaku kriminal bukan warga, karena di Kota Madani (sebutan Kota Pekanbaru, red) ini tidak boleh ada premanisme, jadi jangan dibolak balik, kita mensinyalir bahwa ada penumpang gelap yang memang berniat memperkeruh suasana," kata Ida.
Politisi Partai Golkar Kota Pekanbaru ini mengaku berkaitan kasus tersebut, ia dan keluarga sudah memaafkan perbuatan para pelaku atas dasar rasa kemanusiaan.
"Kami tidak tega, kami sadar bahwa mereka juga butuh pekerjaan dan masa depan yang cemerlang dengan melanjutkan pendidikan, kami yakin ada hikmah di balik ini semua dan kami ikhlas dan berlapang dada, dan Insyaallah kami berbesar hati memberikan pintu maaf, atas pertimbangan itulah kami ingin menyelesaikan masalah ini dengan cara kekeluargaan, begitu," katanya mengakhiri.
Sementara itu Ketua Bidang Hukum Depinas Soksi, Neil Sadek menyebut bahwa media online tersebut terbilang tendensius menyudutkan Ida Yulita Susanti.
Dia mengakui beberapa media tersebut tidak pernah melakukan konfirmasi kepada Ida Yulita.
"Dengan tidak mengurangi rasa hormat, sebagaimana yang kami ketahui bahwa pers harus menghormati asas praduga tak bersalah, pers juga melayani hak jawab dan pers melayani hak koreksi, jadi jangan didramatisir ke sana ke mari, hormatilah proses hukum tengah berjalan, karena media massa bukan institusi yang berwenang untuk menghakimi," terang Neil.
Atas dasar itu, Neil berharap media tersebut untuk dapat berlaku profesional sebagai jurnalis dengan mengkonfirmasi juga dengan dirinya, dan meluruskannya kembali kepada masyarakat.
"Apabila tidak ada upaya serta niat yang baik, maka kami akan melakukan upaya hukum selanjutnya," tutup Ketua Bid Hukum Depinas Soksi.
Sebelumnya diberitakan, Anggota DPRD kota Pekanbaru Ida Yulita Susanti SH MH bersama suami dan anak laki-lakinya, mendatangi Polresta Kota Pekanbaru, Rabu (1/9/2021) malam.
Dia membuat laporan ke polisi dan mengaku telah dikeroyok oleh orang tidak dikenal saat melintas di Jalan Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, sekitar pukul 18.38 Wib, belakang Cafe Radja.
Ida Yulita Susanti mengaku, saat anaknya melintas di Jalan Arifin Achmad sekelompok orang tak dikenal menghadang dan membacok leher anaknya.
Baca juga:Ini Pengakuan Ida Yulita Tentang Dugaan Pengeroyokan