SMM PANEL INDO

Empat Penghargaan Internasional Diraih Pekanbaru, Sabarudi: Jangan Cepat Berpuas Diri

datariau.com
214 view
Empat Penghargaan Internasional Diraih Pekanbaru, Sabarudi: Jangan Cepat Berpuas Diri
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Sabarudi.

PEKANBARU, datariau.com - Kota Pekanbaru memborong empat penghargaan dalam ajang 1st IMT-GT Green City Award 2026 yang digelar di Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (9/9/2026).

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari anggota DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Sabarudi. Namun, ia mengingatkan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru agar tidak cepat berpuas diri atas penghargaan internasional yang diraih tersebut.

Menurut Sabarudi, penghargaan itu justru harus menjadi tantangan bagi Pemko Pekanbaru untuk membuktikan bahwa predikat Metropolitan Green City bukan sekadar slogan ataupun penghargaan di atas kertas.

"Ini tentu menjadi kabar yang sangat positif bagi Kota Pekanbaru. Empat penghargaan yang diraih menunjukkan bahwa upaya dan kerja yang dilakukan mulai mendapat pengakuan di tingkat internasional," kata Sabarudi, Jumat (11/9/2026).

Politikus PKS tersebut menegaskan, penghargaan internasional itu jangan sampai berhenti sebagai seremoni. Sebaliknya, capaian tersebut harus menjadi energi baru bagi Pemko Pekanbaru untuk memperkuat pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

"Jangan berhenti pada penghargaan. Justru ini harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras. Yang paling penting adalah bagaimana konsep kota hijau ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tegasnya.

Sabarudi mengatakan, ukuran keberhasilan sebuah kota hijau tidak semata-mata dilihat dari banyaknya penghargaan yang diterima pemerintah. Indikator yang jauh lebih penting adalah kondisi lingkungan dan kualitas pelayanan perkotaan yang dirasakan langsung masyarakat.

Karena itu, ia mendorong Pemko Pekanbaru agar terus melakukan pembenahan terhadap berbagai persoalan perkotaan.

Beberapa sektor yang dinilai perlu mendapat perhatian antara lain pengelolaan sampah, penyediaan dan pemeliharaan ruang terbuka hijau, peningkatan kualitas lingkungan, transportasi, hingga pembangunan infrastruktur yang mendukung konsep kota berkelanjutan.

"Penghargaan ini harus menjadi penyemangat untuk terus melakukan pembenahan. Jangan sampai masyarakat hanya melihat pialanya, tetapi tidak merasakan perubahan di lingkungan tempat mereka tinggal," ujarnya.

Menurutnya, predikat kota hijau harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Mulai dari lingkungan yang bersih, pengelolaan sampah yang baik, ruang publik yang memadai, transportasi yang semakin ramah lingkungan, hingga pembangunan infrastruktur yang tidak mengabaikan aspek ekologis.

Sabarudi juga menilai penghargaan internasional tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, DPRD, masyarakat, dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan.

Ia berharap capaian di tingkat internasional tidak hanya meningkatkan citra Kota Pekanbaru, tetapi juga menjadi pemicu lahirnya kebijakan dan program yang benar-benar memberikan dampak terhadap kualitas hidup masyarakat.

"Ke depan kita berharap Pekanbaru semakin hijau, nyaman dan berkelanjutan. Penghargaan ini harus dibuktikan dengan kerja nyata dan pembangunan yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," katanya.

Dalam ajang 1st IMT-GT Green City Award 2026, Kota Pekanbaru berhasil meraih empat penghargaan sekaligus.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap berbagai upaya Pemko Pekanbaru dalam mendorong pembangunan perkotaan yang hijau, berkelanjutan, inklusif serta adaptif terhadap perubahan iklim.

Empat penghargaan yang diraih Pekanbaru yakni Penghargaan Emas Ranking 1 Kategori Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan,
Penghargaan Perak Ranking 2 Kategori Pengelolaan Keanekaragaman Hayati dan Ekosistem Perkotaan, Penghargaan Perunggu Ranking 3 Kategori Pengelolaan Sampah Padat, dan Sertifikat Pengakuan Kategori Transportasi Berkelanjutan dan Mobilitas Rendah Karbon.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan diterima Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar yang hadir mewakili Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho.

Penyerahan penghargaan berlangsung dalam rangkaian Pertemuan Kepala Daerah IMT-GT ke-32. Forum tersebut melibatkan tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia dan Thailand.

Pertemuan itu turut dihadiri para menteri, kepala daerah, perwakilan ASEAN serta Asian Development Bank.

Sebelumnya, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyebut penghargaan yang diraih Kota Pekanbaru bukan sekadar pencapaian seremonial.

"Ini bukan sekadar piala, tetapi pengakuan internasional terhadap arah pembangunan Pekanbaru menuju Metropolitan Green City. Penghargaan ini menjadi tanggung jawab bagi kami untuk bekerja lebih keras," kata Agung.

Pernyataan tersebut sejalan dengan pesan Sabarudi agar penghargaan internasional yang telah diraih tidak berhenti sebagai simbol prestasi pemerintah.

Bagi DPRD, capaian tersebut harus menjadi tolok ukur sekaligus pemacu agar pembangunan Kota Pekanbaru benar-benar bergerak menuju kota yang lebih hijau, nyaman, sehat dan berkelanjutan.

Dengan demikian, keberhasilan Pekanbaru di ajang internasional tersebut tidak hanya tercatat dalam daftar penghargaan, tetapi juga dapat dirasakan masyarakat melalui perubahan nyata di berbagai sektor kehidupan perkotaan.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)