Doni Saputra Turun Langsung Temui Pedagang Pasar Agus Salim yang Digusur

datariau.com
1.702 view
Doni Saputra Turun Langsung Temui Pedagang Pasar Agus Salim yang Digusur
Foto: Endi Dwi Setyo
Ketua Komisi I DPRD Pekanbaru Doni Daputra SH turun langsung meninjau Pasar Agus Salim pasca terjadinya penggusuran oleh Tim Yustisi beberapa hari yang lalu.

PEKANBARU, datariau.com - Ketua Komisi I DPRD Pekanbaru Doni Daputra SH turun langsung meninjau Pasar Agus Salim pasca terjadinya penggusuran oleh Tim Yustisi beberapa hari yang lalu. Ia sangat menyayangkan adanya pergusuran pedagang kaki lima (PKL) di Pasar tersebut. Selain berujung kericuhan, saat ini para pedagang juga tidak lagi bisa mencari nafkah karena tidak memiliki lapak baru untuk berjualan kembali.

"Ketika saya turun ke lokasi penggusuran, saya melihat tempat relokasi pedagang yang disediakan tidak layak. Hanya berukuran 1 kali 1 meter dan seluruh pedagang sayur maupun daging digabung menjadi satu," kata Doni, Senin (22/11/2021).

Doni mengungkapkan bahwa Komisi I DPRD Pekanbaru tidak pernah sama sekali dilibatkan oleh Pemko Pekanbaru mengenai rencana Pasar Agus Salim yang akan disulap menjadi seperti Malioboro yang ada di Yogyakarta, seperti adanya kawasan tempat kuliner dan oleh-oleh khas Pekanbaru.

"Untuk pembangunan pasar ini kami (Komisi I) belum mendapatkan data, baik itu perizinan dan bentuk bangunannya," tegasnya.


Dijelaskan Doni, sekitar 5 bulan yang lalu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut pernah mendatangi Komisi I DPRD Pekanbaru untuk berkonsultasi terkait dengan program Pemko Pekanbaru ini.

Didalam pertemuan itu, Komisi I DPRD juga menegaskan sekaligus mewanti-wanti Pemko Pekanbaru agar terlebih dahulu melakukan pendataan seluruh pedagang dan menyiapkan tempat relokasi pedagang yang layak, aman dan juga nyaman.

"Komisi I sudah mengingatkan kalau memang dibuat seperti (Malioboro) Jogja diharapkan tidak ditunggangi kepentingan lain, namun jika ini program pemerintah DPRD akan mendukung," ujarnya.

Ia menambahkan, Komisi I DPRD Pekanbaru akan melihat seluruh proses perizinan yang dimiliki oleh Pemko Pekanbaru untuk menyulap Pasar Agus Salim menjadi seperti Malioboro Jogjakarta.

Politisi PAN ini juga tidak setuju dengan keterangan Pemko Pekanbaru yang mengatakan bahwa PKL tersebut adalah pedagang ilegal. Sebab, ketika ia turun ke lokasi pedagang menunjukkan bahwa mereka juga dipungut retribusi oleh Pemko Pekanbaru.

Ia juga mengimbau kepada rekan-rekannya yang ada di Komisi II dan juga Komisi IV DPRD Pekanbaru untuk ikut bersuara menindaklanjuti permasalahan yang dihadapi oleh pedagang ini. Seperti halnya Komisi IV DPRD Pekanbaru yang mengawasi pembangunan dan Komisi II yang mengawasi pajak serta retribusi.

"Kalau pedagang ini adalah pedagang ilegal kenapa di pungut retribusi? siapa yang mungut retribusi ini kalau pedagang ini ilegal? Warga juga menunjukan surat retribusi ke saya dan disitu (kertas retribusi) ada logo Pemko Pekanbaru," pungkasnya. (end)

Penulis
: Endi Dwi Setyo
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)