Bahas Keterbatasan Daya Tampung Sekolah SMP di Pekanbaru, Komisi III Koordinasi dengan BPMP Provinsi Riau

datariau.com
156 view
Bahas Keterbatasan Daya Tampung Sekolah SMP di Pekanbaru, Komisi III Koordinasi dengan BPMP Provinsi Riau
Foto: Endi
Komisi III DPRD Kota Pekanbaru melakukan kunjungan ke Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau, Senin (27/4/2026)

PEKANBARU, datariau.com - Komisi III DPRD Kota Pekanbaru melakukan kunjungan ke Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau, Senin (27/4/2026), untuk membahas kesiapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026.

Komisi III bersama Pj Sekda Ingot Ahmad Hutasuhut, serta Dinas Pendidikan (Disdik), dan Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kota Pekanbaru berkoordinasi BPMP Provinsi Riau yang didampingi Ombudsman RI Perwakilan Riau.

Baca juga:9.716 Anak Lolos SPMB Tingkat SD Negeri Pekanbaru, Masih Ada 3.719 Kuota Kosong


Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, Niar Erawati menjelaskan kunjungan ke BPMP Provinsi Riau tersebut bertujuan untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang dikeluhkan masyarakat, terutama terkait kesulitan masuk sekolah negeri meski lokasi rumah dekat dengan sekolah.

“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi masyarakat, kami selalu mendapat pertanyaan berulang-ulang sewaktu reses tentang kesulitan masyarakat untuk masuk mendaftarkan anaknya ke sekolah-sekolah yang sebenarnya jaraknya dekat dengan tempat tinggal," kata Niar, Rabu (29/4/2026).

Baca juga:Ini Data 16 Sekolah Gratis yang Disediakan Pemko Pekanbaru Untuk Anak yang Tidak Diterima di Sekolah Negeri


Srikandi Demokrat ini menjelaskan, dalam pertemuan tersebut, terungkap adanya kesenjangan antara jumlah lulusan SD dengan daya tampung SMP Negeri di Pekanbaru. Ada sebanyak 4.800 lebih siswa tamatan SD tidak tertampung di SMP negeri.

"Banyak masalah yang kami suarakan dari Komisi III. Kesenjangan ini menjadi persoalan serius, data-data yang disajikan Dinas Pendidikan membuat Ombudsman juga sadar ternyata masalah kesenjangan jumlah tamatan SD dan daya tampung SMP itu sekitar 4.800 lebih siswa yang tidak tertampung," paparnya.

Baca juga:Banyak Anak Tidak Diterima di Sekolah Negeri, Disdik Pekanbaru Diminta Berikan Solusi


Komisi III DPRD Pekanbaru berharap BPMP Provinsi Riau dapat menyampaikan persoalan tersebut ke pemerintah pusat, agar ada kebijakan khusus untuk Pekanbaru. Termasuk, kemungkinan penambahan kuota siswa di sekolah negeri.

"Harapannya BPMP Provinsi Riau menyampaikan aspirasi kami ke kementerian sehingga ada pengecualian untuk Kota Pekanbaru, kuotanya bisa ditambah karena daya tampung SMP negeri itu tidak cukup untuk menampung lulusan SD," jelas Niar.

DPRD Pekanbaru mendorong agar siswa yang tinggal dekat sekolah, terutama dari keluarga kurang mampu bisa lebih diprioritaskan dalam SPMB 2026.

“Kami ingin masyarakat yang kurang mampu dan tinggal dekat sekolah bisa lebih diprioritaskan. Dengan begitu, bantuan pendidikan juga bisa lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Baca juga:Disdik Pekanbaru Siapkan 17 SMP dan 8 SD Swasta Menampung Murid yang Tidak Lulus Sekolah Negeri


Selain itu, Niar mengungkapkan dalam pertemuan juga dibahas kebiasaan masyarakat yang lebih memilih sekolah tertentu yang dianggap 'favorit'.

Katanya, ke depan semua sekolah harus memiliki kualitas yang merata, sehingga tidak ada lagi istilah sekolah favorit. “Kita ingin semua sekolah di Pekanbaru menjadi sekolah favorit,” ucapnya.

Untuk itu, Komisi III DPRD Pekanbaru mengusulkan dilakukan pemetaan kualitas sekolah, baik dari sisi guru maupun fasilitas. Jika ada ketimpangan, maka bisa dilakukan pemerataan, salah satunya dengan rotasi atau rolling guru.

“Kalau ada sekolah yang dianggap favorit karena gurunya, maka ke depan bisa dilakukan pemerataan agar semua sekolah punya kualitas yang sama,” pungkas Niar. (end)

Baca juga:Banyak Anak Pekanbaru Kesulitan Daftar Sekolah, SPMB Dinilai Mengecewakan
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)