KISARAN, datariau.com - Aksi maling yang aneh, yakni melarikan peralatan dapur warga seperti kuali, wajan, dan sebagainya telah meresahkan warga Kelurahan Asahan Baru. Namun, pelaku pencurian ini sudah mulai terkuak.
Hal ini dikarenakan adanya temuan warga sejumlah peralatan dapur bekas yang diletakkan di parit beserta becak motor tanpa ada pemiliknya di Jalan Diponegoro antara Kelurahan Sedang Sari dan Kelurahan Kisaran Baru, Senin (8/6/2015).
Keterangan yang dihimpun dari warga yang menemukan alat-alat dapur tersebut, bahwa peralatan dan becak motor itu telah ada di parit sejak malam hari. Maka warga bersama polmas setempat melakukan penyelidikan dan juga menghubungi Kepling Lingkungan VI dan pihak kelurahan dan kepolisian.
Setelah diselidiki oleh pihak lurah dan kepolisian yang turun langsung Brigadir Rahmadi, becak bermotor tersebut diketahui pemiliknya atas nama JR Br Hutasoit warga Jalan Diponegoro Kelurahan Sedang Sari.
Setelah mengetahui pemilik becak motor ini, pihak Polres Asahan beserta pihak kelurahan Kisaran Baru membawa barang bukti kuali atau alat-alat dapur serta betor ke kantor lurah Kisaran Baru untuk diproses.
Pihak terkait kepemilikan betor dan peralatan dapur itu pun dikumpulkan di kantor lurah. Namun, anak dari JR Br Hutasoit mengamuk di dalam kantor lurah sampai ke halaman luar sehingga warga yang melintas berhenti untuk melihat keributan tersebut.
Lurah Kisaran Baru Sait ST AL mengatakan, makian anak JR Br Hutasoit ini ditujukan kepada dirinya dan perkataan kotor pun dilontarkan kepada lurah. Lurah juga merasa dipermalukan di depan umum karena banyak warga yang melihat dan mendengar makian anak JR Br Hutasoit saat itu.
"Saya dipermalukan di depan umum, ini tak akan mempengaruhi langkah saya dan kepolisian untuk membongkar sindikat pencurian yang ada di Lingkungan VI ini. Saya juga membuat laporan pencemaran nama baik karena anak dari JR Br Hutasoit inisial JS telah mempermalukan saya," paparnya.
Memang di Kelurahan Kisaran Baru aksi maling alat dapur telah meresakan sejak lama. Salah seorang korban M Br Saragih (45) warga Jalan Diponegoro nomor 341 Kelurahan Sedang Sari Kecamatan Kisaran Barat mengatakan sudah sering alat dapurnya hilang dari rak piring.
"Pada saat itu saya mau memasak, biasanya kuali dan wajan dan alat dapur lainya saya taruk di rak piring, tapi kemarin saya mau masak alat-alat itu sudah tidak ada lagi, setelah saya selidiki barang-barang saya sudah ada di dalam parit," ujarnya.
M Br Saragih yang hadir ke kantor lurah juga mengaku pernah menangkap pelaku JS yang mencuri di rumahnya. "JS ini pernah tertangkap dengan saya, dia mengambil pagar rumah saya. Saat itu pelaku sempat mengancam saya dan saya laporkan dengan suami saya. Suami saya menjumpai JS, barulah dia mengembalikan pagar tersebut ke rumah saya," ucap M Br Saragih.
JR Br Hutasoit pemilik becak motor itu mengaku tidak percaya jika anaknya melakukan pencurian. "Anak saya tidak mungkin melakukan pencurian itu, karena saya pribadi sudah tahu pencurinya siapa, yang pasti bukan anak saya," ucapnya.
"Banyak sekali orangnya dan banyak lagi yang sering melakukan pencurian dan sayapun tidak kenal namanya, tapi kalau orangnya saya kenal, ada salah satu kawan anak saya sampai sekarang ada menitipkan piring dan lemari kepada anak saya, sehingga anak saya yang perempuan marah-marah, jadi tolong anak saya itu tidak mungkin melakukan hal yang demikian," ucap JR Br Hutasoit membela.
Apapun yang disampaikan JR Br Hutasoit dan pengakuan warga serta maki-makian anak JR Hutasoit inisial JS yang diduga sebagai pelaku pencurian, polisi tetap mengamankan barang bukti dan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Namun, JS tidak terima kalau betor tersebut ditahan di kantor lurah, karena betor tersebut untuk mencari nafkah. JS beserta kakak kandungnya kembali membuat onar di kantor lurah. Sehingga pihak kepolisian sebagai polmas kelurahan yang mengamankan betor tersebut bersitegang dengan JS dan kakak kandungnya.
Dari persitegangan itu akhirnya pihak polisi mengembalikan betor tersebut. Tetapi pihak yang merasa dirugikan membuat laporan dan kepolisian juga akan mengumpulkan alat bukti untuk menjerat pelaku ke ranah hukum agar masyarakat tidak resah lagi akan kehilangan alat-alat dapur. (fran)