DPRD Pekanbaru Dukung Dishub Tertibkan PKL dan Ojol di Sekitaran Mal SKA Sampai Bersih

Admin
506 view
DPRD Pekanbaru Dukung Dishub Tertibkan PKL dan Ojol di Sekitaran Mal SKA Sampai Bersih
PEKANBARU, datariau.com - DPRD Kota Pekanbaru mendukung penuh penertiban pedagang kaki lima dan ojek online di lorong U-Turn flyover Jalan Soekarno Hatta tepatnya di depan Mal SKA Pekanbaru termasuk PKL dan parkir yang ada di samping Mal SKA Jalan Tuanku Tambusai.

"Kita tentu mendukung penertiban yang sudah dilakukan itu, sebelum menjadi masalah baru di kota Pekanbaru. Karena U-turn itu sekarang sudah tidak sesuai dengan fungsinya lagi," kata Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Sigit Yuwono ST, Kamis (5/12/2019).

Dikatakan Politisi Partai Demokrat ini, Dishub diharapkan menertibkan keberadaan PKL dan ojol yang menyebabkan jalan terganggu, karena U-Tunr maupun trotoar jalan bukan untuk mangkal pedagang ataupun ojol. Selain bersama tim terpadu, Dishub juga diminta berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau dalam hal ini Dinas PUPR, karena fly over adalah kewenangan Provinsi Riau.

"Banyak keluhan masyarakat, dan titik itu menjadi salah satu titik kemacetan di Pekanbaru. Harus ditertibkan benar-benar tertib," tegas Sigit.

Tidak hanya itu, penertiban ini diminta tidak hanya dilakukan sekali saja, tapi harus terus menerus. "Harus continue, namun harus ada juga solusinya bagi PKL itu, ini jadi tugas Pol PP juga," sebutnya.

Dikatakan Sigit, sebelumnya Komisi IV juga akan mengagendakan untuk turun ke lokasi yang dimaksud, namun karena sudah ada tindakan dari Dishub, maka agenda turun akan dijadwalkan ulang. "Nanti kita juga akan turun lagi, dan akan melibatkan Dishub dan tim terpadunya," katanya.

Menanggapi saran dari Komisi IV itu, Plt Kadishub Kota Pekanbaru Yuliarso, menyebutkan dua pekan lalu bersama tim mereka sudah turun dan giat ini terus menjadi atensinya untuk menciptakan Pekanbaru yang tertib dan lancar lalulintas.

"Terima kasih atas support dari DPRD Kota Pekanbaru, dan ini menjadi PR kami, tentunya dalam menegakan aturan berlalulintas dan ketertiban umum," ungkap Yuliarso.

Dari giat yang sudah dilakukan itu, pihaknya sudah menindak dan menegur PKL. Dan soal u-turn dibawah fly over itu yang saat ini dijadikan tempat PKL dan mangkal Ojol, pihaknya juga sudah menyurati Pemprov, dalam hal meminta supaya u-turn itu dipagar saja dan dibuat khusus untuk pejalan kaki saja.

Pasca penertiban itu, Yuliarso menyebutkan, pihaknya kucing-kucingan dengan PKL maupun Ojol dan kendaraan parkir. Dia hanya berharap dari penertiban itu supaya tidak menjadi masalah nantinya. "Makanya kami turun bersama tim," paparnya.

Untuk antisipasi kemacetan yang memang sudah banyak dikeluhkan, apalagi saat hari libur, Yuliarso menegaskan dirinya sudah membentuk tim yang nanti secara bergiliran berjaga-jaga di TKP.

"Kita akan tempatkan personil di jam-jam sibuk, dan diwaktu-waktu tertentu. tidak boleh ada PKL dan kendaraan parkir lagi. Ini menganggu aktifitas khalayak," tegasnya.

Soal parkir ilegal itu, disebutkan Yuliarso, dari simpang Soekarno Hatta sampai pintu masuk UMRI, tidak ada dikeluarkan surat izin parkir. "Itu ilegal, dan ketika itu ilegal maka ini memudahkan kerja kami," papar Yuliarso.

Apalagi, disampaikan Yuliarso, di rute itu ada halte dan menjadi lalulintas TMP. "Harapan kita semua lancar tanpa gangguan. Dan tidak hanya di titik ini saja tapi semua titik macet menjadi atensi kita untuk di tertibkan," tuturnya. (iar)