Anggota DPRD Kampar Tinjau Rumah dan Sekolah yang Rusak Akibat Angin Kencang di Tapung

datariau.com
1.926 view
Anggota DPRD Kampar Tinjau Rumah dan Sekolah yang Rusak Akibat Angin Kencang di Tapung
Mirdas Aditya
Sri Wahyu Setia Ningsih, Anggota DPRD Kabupaten Kampar saat meninjau bangunanyang rusak.

TAPUNG, datariau.com - Kejadian angin puting beliung yang memporak-porandakan beberapa desa di Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar pada hari Senin malam (6/8/2018) pukul 19.00 wib menyita perhatian seluruh masyarakat Kampar.

Tidak terkecuali Sri Wahyu Setia Ningsih. Anggota DPRD Kabupaten Kampar dari Komisi II Daerah Pemilihan 5 yang sekarang telah berubah menjadi Dapil 3 yang akrab disapa Ayu ini, saat dihubungi datariau.com mengaku mengetahui kejadian itu karena diberi tahu masyarakat melalui Kepala Desa Mukti Sari dan Desa Trimanunggal, bahwa baru saja mendapat musibah angin puting beliung yang nyaris menghancurkan puluhan bangunan rumah, sekolah dan kios-kios yang ada di pasar desa tersebut.

"Kami atas nama Anggota DPRD dan masyarakat kabupaten Kampar sangat berduka atas musibah yang menimpa masyarakat Desa Mukti Sari dan Desa Trimanunggal," ucapnya, Selasa (7/8/2018).



Ayu berharap kepada Pemda Kampar melalui dinas terkait untuk segera memberikan pertolongan kepada masyarakat yang sedang tertimpa musibah ini. "Dari kondisi yang saya lihat tadi pagi sampai siang ini, ada juga tali listrik yang jatuh ke jalan. Tentunya sangat membahayakan masyarakat. Kami berharap kepada pihak PLN agar secepatnya memperbaiki agar tidak ada korban jiwa," pinta Ayu.

Dari pantauan Anggota DPRD dari Komisi II ini, untuk di Desa Mukti Sari tercatat 25 rumah yang rusak akibat angin puting beliung itu. "Alhamdulillah tidak ada korban jiwa," terangnya.

Selain itu Ayu juga meninjau bangunan SMPN 5 Tapung Kampar yang rusak. Pagi tadi anak-anak sekolah dipulangkan karena tidak memungkinkan melakukan proses belajar mengajar.



Seperti disampaikan Kepala SMPN 5 Tapung sebelumnya, peristiwa itu terjadi pada malam tadi, Senin (7/8/2018) sekitar pukul 19.00 Wib.

Akibat terpaan angin kencang itu atap bangunan sekolah beterbangan, sebagian ada pula yang rusak ditimpa pohon pelindung lingkungan sekolah yang tumbang. "Kondisi sekolah sangat memprihatikan, ada 5 lokal yang rusak," terangnya.

Disebutkan Yamto, ada sebanyak 170 murid yang bersekolah di sekolah tersebut harus dipulangkan tadi pukul 10.00 Wib, karena proses belajar mengajar tidak mungkin diteruskan, karena banyak atap seng ruang sekolah yang goyang, dikhawatirkan akan jatuh dan membahayakan pelajar.



"Ini bersih-bersih, motong-motong kayu, kayu penghijauan banyak tumbang, tadi masuk, jam 10.00 Wib dipulangkan karena situasi tidak memungkinkan," urainya.

Ditanya sampai kapan anak-anak diliburkan, Yamto menerangkan bahwa pihak sekolah masih menunggu instruksi Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar, karena rencananya siang ini Kepala Disdik akan mengunjungi sekolah tersebut.

"Kita tunggu instruksi dinas, nanti dinas mau ke sini, tadi sudah kita laporkan ke dinas melalui telepon dan WA. Kan atap-atap itu banyak yang goyang, bahaya buat anak," pungkasnya. (das)

Penulis
: Mirdas Aditya
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)