Plt Direktur Ersan Saputra: Tak Ada Pasien Suspek Corona Dirawat di RSUD Bengkalis

Datariau.com
455 view
Plt Direktur Ersan Saputra: Tak Ada Pasien Suspek Corona Dirawat di RSUD Bengkalis

BENGKALIS, datariau. com - Pelaksana Tugas Direktur (Plt) RSUD Bengkalis Ersan Saputra TH menjelaskan, tak ada pasien suspek corona (Covid 19) yang diterjemahkan di RSUD Bengkalis.


Penegasan ini disampaikan terkait konsep nota dinas Plt Direktur RSUD Bengkalis. Konsep nota dinas yang berisi tim medis untuk merawat pasien ini selama berada di RSUD Bengkalis.


Entah siapa yang menerbitkan, konsep nota dinas yang belum ditandatangani Ersan, sudah luas, khusus di media sosial.


"Konsep nota dinas tersebut hanya ulah orang iseng. Tak ada pasien pasien suspek virus korona yang diuraikan di RSUD Bengkalis, " jelas Ersan, Sabtu, 7 Maret 2020.


Diterangkan Pelaksana Tugas Direktur (Plt) RSUD Bengkalis ini, memang ada pasien yang berhasil di RSUD Bengkalis.


Sebelum diterjemahkan, pasien tersebut, khusus dalam 14 hari terakhir memang memiliki laporan perjalanan ke Negeri Jiran Malaysia.


"Pasien tersebut merupakan rujukan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Kecamatan Bantan," katanya.


Kata Ersan, pasien tersebut masuk RSUD Bengkalis dengan keluhan sesak napas sejak 4 hari yang lalu.


Sesak napas tersebut, imbuhnya, diterima yang dimiliki terus menerus. Lebih-lebih saat beraktivitas dan tidak berkurang dengan beristirahat.


Masih menurut Ersan, berdasarkan pemeriksaan, pasien ini memang batuk (+) dan dan nyeri dada (+). Nyeri dada ini bahkan menjalar ke lengan kiri.


"Salah satu gejala seseorang suspek corona, selain batuk dan gangguan pernapasan adalah demam tinggi dengan suhu di atas 38 derajat Celcius. Sementara pasien tersebut tidak demam (-). Jadi bukan suspek corona, " paparnya.


Masih menurut Ersan, sesuai pemeriksaan yang dilakukan dokter umum dan dokter spesialis paru di RSUD Bengkalis, pasien tersebut mengarah ke pneumonia berat. Atau mengatasi infeksi berat pada kantung-kantung udara dalam paru-paru orang tersebut.


Sementara berdasarkan pemeriksaan penunjang, yaitu dengan pemeriksaan radiologi terdiri dari rontgen toraks, sambungnya tampak menggambarkan infiltrat di lapangan paru kanan dan kiri.


"Seorang pasien menyetujui suspek Covid 19 sampai hasil laboratorium SWAB jail keluar hasil. Jadi tak benar ada pasien suspek Covid 19 yang dipahami di RSU Bengkalis, " tegasnya.


Dan, lanjut Ersan, sesuai Standar Operasional Prosedur (SPO), pasien suspek di ruang isolasi dengan menggunakan alat pelindung diri yang lengkap. (ndi)

Penulis
: Riswandi
Editor
: Redaksi
Sumber
: DATARIAU.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)