Gugus Tugas Riau Ingatkan Potensi Terjadinya Gelombang Kedua Pandemi Corona

406 view
Gugus Tugas Riau Ingatkan Potensi Terjadinya Gelombang Kedua Pandemi Corona
Ilustrasi (Foto: Int)

DATARIAU.COM - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Riau, dr Indra Yovi menyebutkan, hingga saat ini masih banyak masyarakat Riau yang melanggar protokol kesehatan. Menurut Yovi, baik warga Kota Pekanbaru maupun daerah lain masih belum disipilin soal protokol kesehatan. Terutama dalam penggunaan masker dan menjaga jarak.

"Masih banyak masyarakat kita yang tidak patuh memakai masker dan berkerumun," kata Yovi kepada wartawan, Minggu (7/6).

Yovi juga mengimbau masyarakat untuk terus berhati-hati. Pasalnya, tidak ada sejarahnya pandemi itu hanya satu gelombang. Dia mewaspadai terjadinya pandemi corona gelombang kedua.

Dengan kondisi saat ini, kata Yovi, total angka kematian untuk Asia Tenggara kurang lebih 1.800 per hari termasuk di India. Sedangkan untuk Indonesia, angka kematian juga cukup tinggi mencapai 5 persen.

"Itu data dari WHO, makanya kita harus hati-hati," ucapnya.

Selain itu, Yovi mengajak masyarakat untuk tidak bersenang hati dan euforia berlebihan terhadap angka-angka yang ada di Riau saat ini.

Dia menerangkan, beberapa provinsi tetangga Riau seperti Sumatera Utara dan Sumatera Barat sudah mencapai angka di atas 600 pasien positif Covid-19. Sedangkan Sumatera Selatan, pasien positif sudah di atas angka seribu.

"Jambi dan Riau itu dikepung, makanya kita harus berhati-hati kalau terjadi lonjakan. Pemerintah provinsi sudah mempersiapkan cuma bagaimana kepatuhan masyarakatnya," terang Yovi.

Masih menurut Yovi, banyak warga yang salah persepsi dengan adanya kata new normal. Sebab, kebanyakan warga menganggap, kondisi telah kembali ke sedia kala, padahal tidak demikian.

"Jadi sebelum ditemukan vaksinnya kita akan tetap hidup seperti ini, memakai masker, sering cuci tangan, dan hindari kerumunan," tandasnya.

Hari ini, kasus positif Covid-19 di Provinsi Riau tetap di angka 118 kasus. Sama halnya pasien yang sembuh tetap 101 orang dan enam yang dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir mencatat terdapat penambahan kasus pasien dalam pengawasan (PDP). "Memang hari ini tidak ada kasus penambahan positif Covid-19. Penambahan hanya pada kasus PDP yakni ada bertambah empat pasien yang dirawat," ujar Mimi.

Mimi menyebutkan, selain itu, terdapat pula tiga PDP yang meninggal dunia. Dengan penambahan kasus ini. Maka total PDP yang masih dirawat menjadi 69 pasien. Sedangkan PDP yang dipulangkan, sebanyak 1.259 karena hasil swab negatif dari Covid-19.

"Dengan penambahan tiga kasus PDP meninggal, totanya menjadi 163 orang dari total 1.491 orang," jelas Mimi.

Dalam kasus orang dalam pemantauan (ODP), saat ini sebanyak 4.938 orang masih dipantau. Sedangkan yang selesai pemantauan sebanyak 66.402 orang. (*)

Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: https://www.merdeka.com/peristiwa/gugus-tugas-covid-19-riau-ingatkan-potensi-terjadinya-lonjakan-kasus.html
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)