Butuh Bantuan Pemerintah, Perut Anak Usia 7 Bulan di Inhu Membesar Karena Mengidap Penyakit Gagal Hati

datariau.com
4.230 view
Butuh Bantuan Pemerintah, Perut Anak Usia 7 Bulan di Inhu Membesar Karena Mengidap Penyakit Gagal Hati
Heri
Kondisi perut Najwah bayi di Inhu yang mengalami penyakit dan butuh dibantu.

RENGAT, datariau.com - Najwah Fitri berusia 7 bulan warga RT 05, RW 03 Desa Candi Rejo Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Inhu, provinsi Riau, sejak dua bulan terakhir ini hanya bisa berbaring dengan posisi telentang. Hal ini disebabkan oleh kondisi perutnya yang terus membesar.

Sesuai diagnosa dokter di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru, anak pasangan Sugeng Fitriadi (45) dan Ngatemi Rastini (39) ini mengidap penyakit gagal hati dan harus dioperasi di Rumah Sakit Jakarta.

Ketika ditemui di kediamannya, ibu Ngatemi menceritakan sakit yang diderita anak ketiganya tersebut, dimana diketahui ada kelainan sejak 1 bulan setelah dilahirkan. Khawatir dengan kondisi anaknya saat itu, sempat dilarikan ke RSUD Indrasari Rengat. Bahkan sekitar 10 hari dirawat, kondisi tubuhnya yang menguning mulai membaik.

Hanya saja berselang beberapa bulan kemudian, kondisi anaknya semakin memburuk. Setelah dilakukan konsultasi dengan dokter anak, diduga mengidap penyakit penyumbatan empedu.

“Sekitar awal bulan Oktober lalu dirawat selama 5 hari di RSUD Indrasari Rengat dan dirujuk ke RSUD Arifin Ahmad,” ujar Ngatemi kepada datariau.com, Rabu (22/3/2017).

Ketika berada di RSUD Arifin Ahmad dari hasil diagonosa dokter juga menyebutkan bahwa anaknya mengindam penyakit dan dilakukan operasi oleh tim dokter RSUD Arifin Ahmad.

"Oprasi itu hanya untuk mengetahui penyakit yang diderita anak saya, ternyata tidak menderita penyumbatan empedu, tetapi gagal hati," ungkapnya lagi.

Melalui saran dokter di RSUD Arifin Ahmad, anak ini harus dioperasi di RS Jakarta. Karena sejauh ini pelayanan operasi cangkok hati atas penyakit gagal hati yang dialami anak ini belum bisa dilakukan di RSUD Arifin Ahmad.

"Kata dokter RSUD Arifin Ahmad, operasi untuk cangkok hati itu baru bisa dilakukan ketika umur 9 bulan, sementara itu perut anak saya dalam dua bulan ini semakin membesar, dan untuk biaya saya sudah tidak mampu lagi," paparnya.

"Untuk biaya berobat bisa ditanggulangi oleh BPJS, sedangkan biaya hidup selama 2 bulan saat operasi di Pekanbaru saja saya sudah kocar-kacir," keluhnya dengan penuh rasa sedih.

"Dari beberapa keterangan yang saya peroleh, biaya yang bisa ditanggung BPJS untuk perobatan hanya maksimal Rp250 juta, sedangkan dari hasil informasi untuk operasi cangkok hati itu mencapai Rp900 juta, itu saya baca di google belum lama ini, dan rasanya mustahil saya berangkat ke Jakarta dengan kondisi ekonomi yang tidak memadai seperti ini," keluhnya lagi.

Ngatemi berharap Pemerintah Inhu melalui Bupati Inhu H Yopi Arianto dapat membantu pengobatan anak dan biaya keluarga ini selama di RS Jakarta.

Penulis
: Heri
Editor
: Adi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)