SIAK, datariau.com - Yesi Gusnita (26), merupakan anak kedua dari pasangan bapak Dedi Putra (Alm) dan ibu Adis Rati. Dua tahun silam, Yesi pun menikah dan mengandung anak pertama buah cinta mereka sebagai pasutri kala itu.
Kala hamil, Yesi sering mengalami sesak di dada hingga memasuki usia kandungan 8 bulan, kemudian melahirkan seorang anak yang sebelumnya mendapat saran dari dokter untuk lahiran secara prematur. Saran itu dilakukan sebab dokter vonis sang ibu memiliki penyakit paru paru basah yang mulai kritis.
Yesi Gusnita (26) yang melahirkan seorang anak perempuan saat itu khwatir anaknya terjangkit paru paru sama dengan dirinya saat ini. Sebab, ketika keluar (lahir) dari rahim sang ibu si gadis mungil tersebut susah bernafas dan hanya mengeluarkan tangisan sebanyak 2 tarikan.
Sehingga membuat sang ibu semakin kawatir, dan bertanya kepada dokter pun menjawab bahwa keadaan bayi (anak) tidak ada masalah dengan paru paru sang bayi, dan dalam kondisi aman walau melahirkan secara prematur .
Allhamdulillah sang bayi pun masih diberikan kesehatan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, namun pasca melahirkan kondisi fisik sang ibu mulai menurun hingga mengalami kelumpuhan dan terbaring dalam keadaan tidak berdaya saat ini.
Yesi Gusnita (26) selalu merindukan sang buah hati, akibat sakit yang dideritanya, dia pun tak dapat bersama sang anak yang saat ini diasuh oleh sang adik.
"Saya rindu untuk menggendong anak saya," sebut sang ibu Yesi Gusnita (26), dan belum lama ini sang anak memasuki usia 8 bulan dan hanya dapat diberi ASI 1 bulan satu kali. Saat ini sang buah hati diberikan asupan makanan melalui susu bantu.
Kabarnya, Yesi Gusnita (26) sudah 5 kali bolak balik berobat ke UPTD RSUD Tengku Rafian, dan Alhamdulillah sedikit terlihat adanya perubahan, dan InsyAllah pada tanggal 14 Mei 2020 beliau kembali untuk berobat.
Diketahui suami Yesi Gusnita yang saat ini sedang bekerja di luar negeri (Malaysia) sebagai buruh kasar. Akibat dampak pandemi Covid -19 saat ini membuat sang suami tak dapat berbuat banyak untuk memenuhi kebutuhan Yesi sepenuhnya.
Sementara ini, Yesi Gusnita tidak tinggal bersama sang suami karena masih berada di luar negeri, sedangkan dia tinggal bersama sang ibu, sedangkan sang ayah sudah lama meninggal. Dan yang menjadi tulang punggung keluarga saat ini yakni sang ibu seorang buruh pabrik di lokasi PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Perawang.
Orangtua Yesi Gusnita berharap anaknya lekas sembuh dan dapat beraktifitas seperti semula. Alhamdulillah saat ini banyak donatur yang memberikan bantuan terhadapnya termasuk Vikha Sahara alumni mahasiswa Lancang Kuning beserta teman teman online dan pedagang online lainya yang berada di Kecamatan Tualang.
"Banyak yang peduli sama Yesi Gusnita (26), yang saat ini memberikan semangat semoga cepat sembuh, semoga masih banyak malaikat tak bersayab lainya dapat membantu biaya kesembuhan beliau, dan semoga Pemerintah dapat langsung terjun ke rumah beliau untuk melihat kondisi Yesi saat ini," harap Vikha Sahara.
Harapan kedepan, pinta Vika semoga Yesi cepat sembuh dan dapat berjalan dengan normal kembali, tentunya tetap semangat jangan pernah menyerah juga putus asa. Masih banyak orang orang yang sayang dengan Yesi Gusnita untuk tetap memberikan support.
"Yesi saat ini membutuhkan biaya pengobatan untuk membeli vitamin, dan pampers yang setiap harinya menghabiskan biaya sebesar Rp50 ribu. Dan akibat tidak dapat berjalan di karenakan lumpuh, Yesi cuma dapat mengenakan pampers selama dia melawan sakitnya untuk dapat segera lekas sembuh dengan keterbatasan biaya agar dapat membantu menyisikan sedikit rezekinya," imbuhnya.
Bagi yang berminat dan ingin menyalurkan sedikit rezekinya berupa bantuan biaya perobatan maupun lainya dapat mendonasikanya ke rekening BANK BRI (0666-01-017320-50-2) atas nama Salsabilla (Salsa Billa).(vs/man)