DATARIAU.COM - Sunat atau sirkumsisi pada bayi laki-laki masih menjadi perdebatan di sebagian masyarakat. Namun dari sisi medis, banyak dokter dan penelitian menyebutkan bahwa sunat sejak usia bayi memiliki sejumlah manfaat kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang.
Di Indonesia, sunat biasanya dilakukan saat anak usia sekolah. Meski demikian, kini semakin banyak orang tua memilih melakukan sunat sejak bayi karena dianggap proses penyembuhannya lebih cepat dan risiko komplikasi lebih kecil.
Dikutip dari Kompas Health, dokter spesialis bedah anak dr. Yessi Eldiyani, Sp.BA Subsp D.A (K) menjelaskan bahwa secara medis tidak ada usia ideal untuk sunat, tetapi tindakan pada bayi dinilai lebih mudah karena pergerakan bayi masih minim dan penggunaan anestesi lebih sedikit.
Berikut 7 manfaat sunat bayi yang didukung data medis dan pendapat dokter ahli.
1. Mengurangi Risiko Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Salah satu manfaat paling dikenal dari sunat bayi adalah menurunkan risiko infeksi saluran kemih atau ISK.
Menurut sejumlah penelitian medis yang dikutip media kesehatan Alodokter, bayi laki-laki yang tidak disunat memiliki risiko ISK lebih tinggi dibanding bayi yang disunat. Infeksi saluran kemih pada bayi dapat berdampak serius hingga mengganggu ginjal bila tidak ditangani dengan baik.
Dokter anak menyebut kulup penis yang tertutup dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri apabila kebersihan kurang terjaga.
2. Penis Lebih Mudah Dibersihkan
Sunat membuat area kepala penis lebih mudah dibersihkan sehingga kebersihan organ intim lebih terjaga.
Menurut dokter spesialis bedah dr. Sonny Seputra, M.Ked.Klin, SpB, di area kulup dapat terbentuk smegma, yaitu kumpulan lendir, sel kulit mati, dan bakteri yang berpotensi menyebabkan peradangan.
Dengan sunat, risiko penumpukan kotoran menjadi lebih kecil sehingga kebersihan penis lebih mudah dirawat sejak dini.
3. Menurunkan Risiko Fimosis dan Peradangan Penis
Fimosis adalah kondisi ketika kulup penis terlalu sempit sehingga sulit ditarik. Kondisi ini bisa menimbulkan nyeri, infeksi, hingga gangguan buang air kecil.
Sunat dapat mencegah fimosis dan balanitis atau peradangan pada kepala penis.
Pada bayi dan anak kecil, masalah ini kerap membuat anak rewel karena rasa tidak nyaman saat buang air kecil.
Baca juga:Khitan Bayi, Metode Serta Manfaatnya Untuk Si Kecil
4. Mengurangi Risiko Penyakit Menular Seksual di Masa Depan
Walaupun manfaat ini baru dirasakan saat dewasa, penelitian menunjukkan laki-laki yang disunat memiliki risiko lebih rendah terkena beberapa penyakit menular seksual.
Beberapa penyakit yang disebut dapat ditekan risikonya antara lain HPV, herpes, sifilis, hingga HIV.
Karena itu, sejumlah organisasi kesehatan dunia juga mengakui sunat sebagai salah satu langkah pendukung kesehatan reproduksi pria.
5. Menurunkan Risiko Kanker Penis
Kanker penis memang tergolong jarang, tetapi risiko penyakit ini disebut lebih rendah pada pria yang disunat.
Dokter menjelaskan bahwa kebersihan penis yang lebih terjaga setelah sunat membantu mengurangi peradangan kronis yang dapat memicu gangguan serius pada jaringan penis.
Selain itu, pasangan pria yang disunat juga disebut memiliki risiko kanker serviks lebih rendah akibat berkurangnya penularan HPV.
6. Proses Penyembuhan Bayi Lebih Cepat
Banyak dokter menilai sunat saat bayi memiliki masa pemulihan lebih cepat dibanding saat anak sudah besar.
Menurut dr. Yessi Eldiyani, bayi belum terlalu aktif bergerak sehingga luka lebih cepat sembuh dan risiko trauma psikologis juga lebih kecil.
Selain itu, kebutuhan obat bius pada bayi umumnya lebih sedikit dibandingkan anak usia sekolah atau orang dewasa.
7. Risiko Komplikasi Relatif Rendah Bila Dilakukan Dokter
Walaupun tetap memiliki risiko medis, komplikasi sunat pada bayi tergolong rendah apabila dilakukan tenaga kesehatan profesional.
Data medis menyebut komplikasi hanya terjadi sekitar 1-2 persen kasus, dengan risiko utama berupa perdarahan ringan atau infeksi.
Dokter menekankan pentingnya melakukan sunat di fasilitas kesehatan terpercaya serta memastikan bayi dalam kondisi sehat sebelum tindakan dilakukan.
Baca juga:
Apa Itu Khitan Sunat Lem? Pahami Manfaat dan 5 Keunggulannya
Dokter Ingatkan Tidak Semua Bayi Bisa Langsung Disunat
Meski bermanfaat, dokter mengingatkan ada beberapa kondisi yang membuat sunat perlu ditunda, seperti:
* Bayi prematur
* Gangguan pembekuan darah
* Kelainan bentuk penis seperti hipospadia
* Infeksi tertentu
Karena itu, konsultasi dengan dokter anak atau dokter bedah anak tetap diperlukan sebelum orang tua memutuskan sunat bayi.
Kesimpulan
Sunat pada bayi bukan hanya tradisi atau alasan agama, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang diakui dunia medis. Mulai dari menurunkan risiko infeksi, menjaga kebersihan organ intim, hingga mengurangi risiko penyakit serius di masa depan.
Namun, tindakan ini tetap harus dilakukan secara aman oleh dokter atau tenaga medis profesional agar manfaatnya maksimal dan risiko komplikasi dapat ditekan.***
Sumber rujukan:
- kompas.com: Keuntungan Khitan Bayi Menurut Medis
- alodokter.com: Sunat Bayi Laki-Laki, Ketahui Manfaat dan Risikonya