TAMBANG, datariau.com - Tiga box culvert yang baru saja selesai dibangun dan dinyatakan sudah selesai 100 persen di Desa Tarai Bangun kecamatan Tambang kabupaten Kampar mengecewakan.
Masyarakat yang ingin melintasi box culvert tersebut terpaksa berpikir seribu kali, sebab box culvert tidak ditimbun sehingga menimbulkan tebing cukup tinggi yang akan mengancam keselamatan pengguna jalan.
Adapun tiga titik bangunan box culvert tersebut yakni di Jalan Masa Karya Dusun II dengan ukuran 1m x 1m x 6m, Gang Masjid Darul Iman Dusun II ukurannya 1m x 1m x 4m, dan Jalan Mina Dusun III yang ukurannya 1m x 1m x 6m.
"Ini proyek kejar tayang namanya, buang-buang uang negara saja dibangun tapi tidak maksimal," ungkap Ujang, salah seorang warga yang melintas di jalan tersebut dengan sepeda motornya.
Ditelusuri siapa yang mengerjakan proyek ini, diketahui bahwa ada seorang tukang bernama Ali Imron yang merupakan Ketua RT01 RW01 Dusun IV yang memborong pekerjaan tersebut.
Saat dikonfirmasi, Ali Usman tidak mau banyak komentar. "Langsung saja ke kantor desa, kita hanya pekerja," ungkapnya singkat saat dikonfirmasi melalui selulernya, Jumat (4/9/2015).
Ketua BPD Tarai Bangun Iskandar Halim Munte SH dikonfirmasi mengenai tiga box culvert tersebut mengaku tidak tahu pasti anggaran dan pekerjaannya. "Kita tidak ada RAB (rencana anggaran biaya)-nya, kita hanya dapat laporan pekerjaan itu sudah selesai dan kita tinjau terus kita teken," ujarnya.
Mengenai keluhan masyarakat atas kondisi box culvert yang tidak memuaskan, ada juga yang hanya dicor tanpa beton dan dikhawatirkan amruk jika dilalui truk, Iskandar mengaku hal tersebut tak bisa ia komentari.
"Kalau teknis langsung ke Kepala Desa saja lah, kita ini lembaga Badan Permusyawaratan Desa, kita sifatnya musyawarah," pungkasnya.
Saat hal ini dikonfirmasi kepada Penjabat (Pj) Kepala Desa Tarai Bangun Andra Maistar melalui selulernya, ditelepon tidak bersedia menjawab, pesan singkat yang dilayangkan juga belum dibalas.
Namun informasi dari seorang sumber di Kantor Desa Tarai Bangun yang enggan namanya disebutkan, mengatakan bahwa pembangunan tiga box culvert tersebut berasal dari dana pembangunan infrastruktur desa (DPID) bantuan Provinsi Riau tahun anggaran 2014 senilai Rp90 juta.
Untuk pembangunan satu box culvert dianggarkan Rp28 juta dengan Rp2 juta untuk administrasinya. Namun yang jadi pertanyaan, satu box culvert panjangnya hanya 4 meter, namun apakah sama anggarannya dengan dua box lainnya yang panjang 6 meter.
Jika melihat hasil pekerjaan, tidak sesuai dengan anggaran yang begitu besar yakni Rp28 juta untuk bangunan box culvert yang selesainya apa ada saja dan mengecewakan masyarakat pengguna jalan.
Berikut foto-fotonya yang berhasil dikumpulkan tim redaksi:
Ini box culvert di Jalan Massa Karya Dusun II ukurannya 1m x 1m x 6m.

Begini tampak dekat box culvert di Jalan Massa Karya Dusun II yang tebingnya cukup tinggi karena tidak ditimbun.

Dan ini box culvert Gang Masjid Darul Iman Dusun II ukurannya 1m x 1m x 4m. Ukurannya berbeda dengan yang lainnya, ini lebih pendek. Anggarannya?
Dan ini box culvert di Jalan Mina Dusun III yang ukurannya 1m x 1m x 6m. Tampak begitu rapuh tanpa besi dan dikhawatirkan amruk saat dilalui truk.
Kondisi box culvert di Jalan Mina Dusun III ini juga menyisakan tebing cukup tinggi karena tidak ditimbun. Berbahaya bagi pengendara.
(tim)