Pasca Kapal Minyak Meledak, Disperindag Meranti Larang BBM Dijual Keluar Daerah

datariau.com
1.904 view
Pasca Kapal Minyak Meledak, Disperindag Meranti Larang BBM Dijual Keluar Daerah
Dok.
Kapal yang meledak dan korbannya.

SELATPANJANG, datariau.com - Pasca meledaknya kapal pengangkut minyak Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) di Pelabuhan Pelindo I cabang Selatpanjang, belum lama ini, Disperindagkop UKM Kepulauan Meranti meminta pihak agen minyak agar BBM tidak dijual hingga keluar daerah.

Hal ini terkait adanya temuan Kapal Motor (KM) Sakni Anugrah GT 885/PPe asal Pelalawan  diketahui akan membawa 51 drum berisi premium ke Sungai Upih, Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan untuk kebutuhan BUMDes Cahaya Sungai Upih.

Baca juga: Kapal Bundes Pengangkut Minyak Meledak di Selatpanjang, 3 Korban Alami Luka Bakar

Premium yang diangkut kapal motor tersebut merupakan distribusi dari Agen Penyalur Minyak Subsidi (APMS) Bumi Meranti Sejahtera.

"Aturan lama seperti itu. Tidak boleh diangkut keluar wilayah Meranti. APMS hanya boleh mendistribusikan untuk didalam wilayah Kepulauan Meranti saja," sebut Kabid Perdagangan, Suardi, Senin (20/11/2017).

Dengan kejadian tersebut, pihak Disperindag akan segera memanggil APMS Bumi Meranti Sejahtera. Termasuk juga APMS lainnya. "Kita akan pangil APMS tersebut. Termasuk APMS lainnya. Sehingga bisa kita pastikan kemana jalur distribusi BBM kita. Karena peruntukannya di wilayah Kepulauan Meranti," terang Suardi.

Seperti yang diketahui, kapal pengangkut minyak jenis premium itu meledak di sekitar pelabuhan Pelindo I Cabang Selatpanjang.

Kapal motor tersebut meledak disaat dua orang ABK dan kapten kapal sedang mengisi premium dari kapal tongkang milik Agen Penyalur Minyak Subsidi (APMS) Bumi Meranti Sejahtera ke drum-drum yang berada di atas kapal motor.

Akibatnya Kapten dan ABK kapal mengalami luka bakar yang cukup serius. Dan mereka langsung dilarikan ke RSUD Selatpanjang.

Manejer APMS Bumi Meranti Sejahtera, Ibrahim kepada wartawan menjelaskan, selain menciderai kapten dan ABK, ledakan tersebut mengakibatkan dek kapal pecah.

"Tidak terbakar, hanya pecah saja. Sedangkan ABK dan kapten kapal saat ini sudah dilarikan ke RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti," kata Ibrahim.

Penulis
: Rahmad
Editor
: Agusri
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)