SMM PANEL INDO

Sejarah Kerajaan Saba’ Negeri Kaya yang Hancur Setelah Berpaling dari Agama Allah

datariau.com
148 view
Sejarah Kerajaan Saba’ Negeri Kaya yang Hancur Setelah Berpaling dari Agama Allah

Ketika Nikmat Tidak Disyukuri


Al-Qur’an kemudian menceritakan perubahan keadaan kaum Saba’.

Setelah memperoleh berbagai kenikmatan, mereka justru berpaling.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr.” (QS. Saba’: 16)

Ayat tersebut menjadi titik penting dalam kisah Saba’.

Mereka sebelumnya hidup dalam kemakmuran. Tanah mereka subur, air tersedia, kebun-kebun menghasilkan buah, dan kehidupan ekonomi berkembang.

Namun kemudian keadaan berubah secara drastis.

Al-Qur’an menyebutkan bahwa Allah mengganti kebun-kebun mereka dengan tanaman yang jauh lebih buruk. Kemakmuran yang sebelumnya mereka nikmati akhirnya lenyap.

Banjir Al-‘Arim dan Runtuhnya Bendungan


Peristiwa yang menjadi salah satu titik kehancuran Saba’ adalah banjir besar yang disebut Sailul ‘Arim.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir al-‘Arim.” (QS. Saba’: 16)

Bendungan Ma’rib yang selama bertahun-tahun menopang kehidupan masyarakat akhirnya mengalami kerusakan. Ketika sistem pengairan tersebut tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya, dampaknya sangat besar terhadap kehidupan masyarakat.

Pertanian yang sebelumnya menjadi sumber kemakmuran terganggu. Tanah yang dahulu menghasilkan berbagai buah tidak lagi memberikan hasil seperti sebelumnya.

Sejumlah kitab tafsir menyebutkan berbagai riwayat mengenai sebab kerusakan bendungan tersebut. Ada riwayat yang mengaitkannya dengan hewan pengerat yang merusak bagian bendungan, sementara penjelasan sejarah juga membahas persoalan pemeliharaan bendungan, konflik internal, serta kondisi politik masyarakat Saba’.

Bagaimanapun rincian sebab teknisnya, Al-Qur’an menekankan pelajaran yang lebih besar: kaum Saba’ berpaling dan tidak mensyukuri nikmat Allah, kemudian kenikmatan tersebut dicabut.

Dari Negeri Makmur Menjadi Negeri yang Terpecah


Kehancuran sistem pengairan tidak hanya berdampak pada pertanian.

Ketika sumber kehidupan terganggu, masyarakat mulai mengalami kesulitan. Sebagian penduduk kemudian berpindah ke wilayah lain.

Perpindahan tersebut turut berkaitan dengan munculnya berbagai kelompok dan kabilah Arab yang kemudian tersebar di berbagai wilayah.

Dengan demikian, kisah Saba’ bukan sekadar cerita tentang sebuah bendungan yang runtuh.

Ia merupakan kisah tentang jatuhnya sebuah peradaban.

Sebuah negeri yang pernah memiliki sistem pertanian maju, perdagangan berkembang, dan kehidupan yang makmur akhirnya mengalami perubahan besar.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)