Sebelum Celaka, Wajib Paham Cara Cerdas dan Bijak Menggunakan Media Sosial

datariau.com
2.022 view
Sebelum Celaka, Wajib Paham Cara Cerdas dan Bijak Menggunakan Media Sosial
Foto: Muslim.or.id

DATARIAU.COM - Betapa banyak pengguna media sosial belakangan celaka akibat tidak cerdas dalam menggunakan platform digital tersebut, ada yang sampai rumah tangga berantakan, berurusan dengan hukum, dan yang lebih ramai terjebak dalam dosa besar ghibah dan fitnah.

Meskipun sebagian ada yang sudah cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial, bahkan mereka mendapatkan banyak kebaikan dari menggunakan media sosial, juga bisa menghasilkan cuan yang halal melalui media sosial.

Maka dari itu, dalam menggunakan media sosial, perlu memperhatikan beberapa hal yang sesuai dengan ajaran syariat Islam. Karena media sosial ini ibarat pisau bermata dua, punya sisi kebaikan dan sisi keburukan, jika tidak pandai menggunakannya maka anda akan celaka.

Agama Islam mengatur dan memperhatikan dalam berbagai segi, baik dalam penggunaannya, dalam segi adab, maupun etika. Islam adalah agama yang menuntun umatnya untuk selalu mengutamakan berbuat baik dalam setiap sisi kehidupan, termasuk memiliki batasan-batasan syar’i dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam menjaga interaksi, baik secara langsung maupun tidak langsung (daring), semisal dalam menggunakan media sosial. Hal ini agar tercipta kondisi yang lebih nyaman, bijak, dan tetap memperhatikan etika yang bermoral dalam setiap aktivitasnya.

Adapun beberapa langkah dalam menghindari dampak negatif dari penggunaan media sosial, yang bisa kita lakukan dan upayakan, dalam menggunakan dan mengakses media sosial agar tidak menyalahi aturan-aturan syar’i, antara lain:

Langkah menghindari dampak negatif dari penggunaan media sosial


Cara mengurangi dampak negatif media sosial, antara lain:

1) Membatasi waktu penggunaan media sosial;

2) Menghindari bermain menggunakan media sosial untuk sesuatu yang tidak penting;

3) Menghindari menggunakan media sosial saat jam-jam tertentu;

4) Mematikan notifikasi media sosial;

5) Menghabiskan waktu luang dengan keluarga; dan

6) Fokus dengan pekerjaan.

Langkah dan cara menggunakan media sosial dalam pandangan Islam


Berikut ini adalah adab-adab dalam menggunakan media sosial sesuai ajaran Islam:

1) Mencari informasi yang bermanfaat;

2) Dalam menggunakan media sosial, seyogyanya kita memanfaatkannya dengan bijak dan positif. Salah satunya dengan menjadikan media sosial sebagai sarana untuk mencari informasi dan pengetahuan yang bermanfaat.

Mengatasi pengaruh media sosial


Beberapa langkah yang bisa dilakukan dalam mengatasi kecanduan media sosial, antara lain:

1) Memulai hobi baru yang tidak berkaitan dengan media sosial;

2) Membuat jadwal atau membatasi waktu untuk bermain media sosial;

3) Memperbanyak aktivitas di luar rumah; dan

4) Meletakkan gadget yang jauh dari genggaman atau pandangan.

Etika yang perlu diterapkan dalam bermedia sosial


Beberapa etika yang perlu diterapkan dalam bermedia sosial adalah:

1) Pergunakan bahasa yang baik;

2) Hindari penyebaran SARA, aksi kekerasan, dan lainnya;

3) Kroscek kebenaran berita;

4) Menghargai hasil karya orang lain;

5) Jangan terlalu mengumbar informasi pribadi;

6) Bijak dalam menggunakan media sosial;

7) Menjunjung tinggi etika dalam berkomunikasi;

8) Selektif dalam menyebarkan informasi;

9) Tidak menyebarkan rahasia pribadi ke ranah publik;

10) Bijak dalam mengatur waktu online; dan

11) Hati-hati dalam menyebarkan atau menyampaikan data pribadi.

Sedangkan, dampak negatif lainnya dari menggunakan atau pelaku media sosial adalah menjauhkan orang-orang yang sudah dekat dan sebaliknya, interaksi secara tatap muka cenderung menurun, dan membuat orang-orang menjadi kecanduan terhadap internet.

Selain itu, juga dapat menimbulkan konflik. Masalah privasi rentan terhadap pengaruh buruk orang lain. Maka, hal yang perlu dihindari saat menggunakan media sosial, yakni hindari dalam lingkungan toxic.

Selain itu, hindari dalam perilaku atau keterlibatan menyebarkan info atau berita hoax serta informasi bohong, meskipun dengan tujuan yang baik, seperti informasi mengenai kematian orang yang masih hidup dan lain sebagainya.

Hindari pula dan berhati-hati dalam area yang terdapat penyebaran materi pornografi dan kemaksiatan, meskipun hanya sekedar gambar. Info perselingkuhan hal tersebut dapat mengotori hati. Hindari segala macam hal yang terlarang secara syar’i dan hindari segala konten yang benar, namun tidak sesuai tempat dan/atau waktunya.

Islam sangat mengatur umatnya dalam bermuamalah dan berinteraksi, baik secara langsung maupun secara online. Islam pun mengatur etika dan adab dalam kita berkomunikasi secara online di dalam media sosial. Jika kita tidak menjaga adab dalam hubungan sosial, pasti akan dibenci orang. Demikian pula, dalam media sosial, tulisan yang menyakiti orang pasti akan membekas pada hati mereka. Bedanya, jika dengan lisan, akan terhapus; sedangkan dengan tulisan, kata-kata itu akan selamanya dibaca orang dan terekam dalam bukti jejak media.

Langkah-langkah praktis yang dapat kita lakukan dan upayakan dalam menggunakan dan mengakses media sosial agar tidak menyalahi aturan-aturan syar’i


Adapun beberapa langkah praktis yang dapat kita lakukan dan upayakan dalam menggunakan dan mengakses media sosial agar tidak menyalahi aturan-aturan syar’i, antara lain:

Mencari informasi yang bermanfaat


Dalam menggunakan media sosial, seyogyanya kita memanfaatkannya dengan bijak dan positif. Salah satunya dengan menjadikan media sosial sebagai sarana untuk mencari informasi dan pengetahuan yang bermanfaat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda,

“Barangsiapa menempuh satu jalan (cara) untuk mendapatkan ilmu, maka Allah pasti mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

Menjaga lisan dan kata-kata dalam berucap atau ketika menulis


Sebagai seorang muslim, kita diperintahkan untuk menjaga lisan dan ucapan kita, baik dalam hal muamalah harian maupun dalam kegiatan, termasuk dalam bermedia sosial. Sebagaimana dalam sebuah riwayat yang berisi nasihat dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Hendaklah engkau lebih banyak diam, sebab diam dapat menyingkirkan setan dan menolongmu terhadap urusan agamamu.” (HR. Ahmad)

Budayakanlah tabayyun


Sebagai seorang muslim, kita harus bersikap tabayyun terlebih dahulu dalam menerima informasi atau berita. Hal ini perlu dilakukan untuk meminimalisasi kesalahan informasi atau berita yang tidak benar dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Seperti dalam firman Allah pada surah Al-Hujurat ayat 6,

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6)

Menjadikan media sosial sebagai sarana menyebar kebaikan


Kebaikan dapat kita sampaikan dengan banyak cara dan berbagai media sarana. Salah satunya adalah dengan menyebarkan kebaikan melalui media sosial. Salah satu cara berdakwah kaum muslimin akhir-akhir ini pun tidak terlepas dari media sosial. Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahih-nya, hadis dari sahabat Uqbah bin ‘Amr bin Tsa’labah radhiyallahu ’anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,


“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim)

Meminta perlindungan dengan berdoa


Meminta perlindungan kepada Allah agar kita terhindar dari fitnah dan syubhat akhir zaman yang banyak beredar dalam dunia maya, terutama maksiat yang diumbar dan dosa-dosa yang ditampakkan.

Semoga Allah ‘Azza Wajalla menjaga hidayah dan keistikamahan kita, mengaruniakan keberkahan dan keikhlasan dalam setiap amal yang kita perbuat. Berdoa dan senantiasa meminta perlindungan kepada Allah agar kita terhindar dari fitnah dan perbuatan keji, yakni fitnah-fitnah informasi yang memperburuk dan menimbulkan penyakit hati yang terumbar dalam berbagai segi kehidupan, termasuk di media sosial. Semoga kita dimudahkan dan dimampukan dalam menjaga niat diri, ikhlas menjadi insan yang semakin bertakwa dan mengimani setiap syariat dan sunah Nabi. ***

Penulis: Kiki Dwi Setiabudi S.Sos.
Artikel: Muslim.or.id

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)