TELUK KUANTAN, datariau.com - Kabar kedatangan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, pada Senin (29/6/2026), masih menyisakan banyak tanda tanya. Di tengah beredarnya informasi mengenai dugaan operasi KPK, sejumlah media online Riau justru mengalami kesulitan melakukan konfirmasi kepada pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuansing karena nomor telepon mereka diketahui telah berganti dan tidak lagi dapat dihubungi.
Hingga Selasa (30/6/2026), KPK belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kegiatan yang dilakukan di Kuansing. Lembaga antirasuah itu juga belum mengonfirmasi apakah benar terdapat operasi tangkap tangan maupun siapa saja pihak yang diamankan.
Situasi tersebut membuat berbagai informasi yang beredar di masyarakat masih sebatas kabar yang belum memperoleh kepastian dari pihak berwenang.
Nomor Pejabat Berganti Sejak Sebulan Lalu
Di tengah ramainya isu kedatangan KPK, perhatian publik kembali tertuju pada langkah sejumlah pejabat Pemkab Kuansing yang diketahui telah mengganti nomor telepon seluler sejak akhir Mei hingga awal Juni 2026.
Baca juga:Media Online Riau Wajib Tahu, Menyamarkan Advertorial sebagai Berita Adalah Pelanggaran, Inspektorat Perlu Bertindak
Pejabat yang diketahui mengganti nomor telepon antara lain Bupati Kuansing H. Suhardiman Amby, Wakil Bupati H. Muklisin, Sekretaris Daerah Zulkarnain, sejumlah kepala dinas, kepala badan, hingga beberapa unsur pimpinan DPRD Kuansing.
Pergantian nomor telepon tersebut sebenarnya telah menjadi perhatian kalangan wartawan sejak beberapa pekan terakhir karena menyulitkan proses konfirmasi berbagai isu pemerintahan, mulai dari pelaksanaan program daerah hingga persiapan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 Tingkat Provinsi Riau yang dilaksanakan di Kuansing.
Saat dimintai penjelasan di sela peninjauan pembangunan Astaka Utama MTQ Riau beberapa waktu lalu, Bupati Suhardiman Amby hanya memberikan jawaban singkat. "Ini cuma ganti nomor handphone sebentar saja. Tau lah dinda," ujarnya sambil tersenyum.
Pernyataan serupa juga disampaikan Wakil Bupati Kuansing H. Muklisin seusai rapat paripurna penyampaian jawaban pemerintah terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) di Gedung DPRD Kuansing beberapa waktu lalu.
"Biasalah Mas, sementara nomor handphone diganti dulu," katanya tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Baca juga:Ini Nama Bos Media Online Riau yang Dilantik sebagai Pengurus JMSI Riau Periode 2025-2030
Saat itu, tidak ada penjelasan mengenai alasan pergantian nomor tersebut. Namun setelah kabar kedatangan tim KPK mencuat, fakta pergantian nomor para pejabat itu kembali menjadi sorotan publik.
Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi yang mengaitkan pergantian nomor telepon tersebut dengan aktivitas KPK di Kuansing.
Rumah Dinas Sekda Dijaga Brimob
Di tengah kabar yang berkembang, rumah dinas Sekretaris Daerah Kuansing Zulkarnain di Jalan Sisingamangaraja, Teluk Kuantan, menjadi pusat perhatian masyarakat.
Sejak siang hingga malam hari, sejumlah personel Brimob bersenjata lengkap terlihat melakukan pengamanan di sekitar rumah dinas tersebut. Aktivitas keluar masuk lokasi berlangsung terbatas dan belum terlihat adanya pejabat yang memberikan keterangan kepada media.
Baca juga:Agung Nugroho dan Suhardiman Amby Akan Terima JMSI Riau Award 2026 pada Puncak HUT ke-6 JMSI
Hingga sekitar pukul 19.00 WIB, rumah dinas masih dijaga ketat. Belum tampak aktivitas keluar-masuk yang mencolok maupun petugas yang diduga berasal dari KPK meninggalkan lokasi.
Baru sekitar pukul 20.31 WIB, sejumlah personel Brimob bersama dua orang yang diduga petugas KPK terlihat keluar dari rumah dinas.
Personel Brimob meninggalkan lokasi menggunakan kendaraan dinas kepolisian. Sementara dua orang lainnya, seorang pria mengenakan rompi khaki dan seorang perempuan berkaus gelap, pergi menggunakan mobil Toyota Rush hitam.
Dalam rombongan tersebut tidak terlihat Bupati Kuansing Suhardiman Amby, Wakil Bupati Muklisin maupun Sekda Zulkarnain.
Petugas Satpol PP yang berjaga hanya mengatakan seluruh tamu telah meninggalkan rumah dinas. "Semua tamu sudah pulang," ujarnya kepada wartawan.
Baca juga:Heboh Kabar KPK Berada di Kuansing, Begini Aktivitas di Rumah Dinas Sekda dan Polres
Meski demikian, wartawan belum diizinkan menemui Sekda untuk memperoleh penjelasan mengenai aktivitas yang berlangsung sejak siang hari.
Wakil Bupati Keluar dari Rumah Dinas Sekda
Sekitar 20 menit setelah rombongan meninggalkan rumah dinas Sekda, Wakil Bupati Kuansing Muklisin terlihat keluar dari lokasi.
Ia mengenakan pakaian Melayu berwarna ungu lengkap dengan peci hitam sebelum dijemput menggunakan mobil Honda Jazz merah.
Tak lama setelah Wakil Bupati meninggalkan lokasi, pintu rumah dinas Sekda ditutup rapat.
Sementara itu, sebuah mobil Toyota Innova Zenix hitam yang diduga milik Bupati Suhardiman Amby masih terlihat terparkir di halaman rumah dinas hingga malam hari.
Baca juga:BREAKING NEWS: Operasi KPK di Kuansing, Bupati Suhardiman Amby Dikabarkan Diperiksa
Belum ada penjelasan resmi mengenai keberadaan Bupati maupun alasan kendaraan tersebut berada di lokasi.
Sejumlah Pejabat Sulit Dihubungi
Bersamaan dengan berkembangnya kabar tersebut, keberadaan sejumlah pejabat penting Kuansing juga belum diketahui secara pasti.
Bupati Suhardiman Amby, Wakil Bupati Muklisin, Ketua DPRD Kuansing Juprizal, hingga Sekda Zulkarnain tidak dapat dihubungi melalui nomor telepon yang biasa digunakan.
Rumah dinas Bupati Kuansing terlihat sepi tanpa aktivitas. Kondisi serupa juga tampak di ruang kerja Bupati di Kantor Bupati Kuansing.
Sempat beredar informasi bahwa Bupati berada di Mapolres Kuansing. Namun informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.
Baca juga:Bupati Kuansing Terima Dua Penghargaan Bergengsi dari Menteri Agama di MTQ ke-44 Provinsi Riau
Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana juga belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi mengenai kabar tersebut.
Seorang pejabat di lingkungan Pemkab Kuansing yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku terakhir bertemu Bupati pada Ahad (28/6/2026) sekitar pukul 23.00 WIB usai pelantikan Ketua Pemuda Panca Marga (PPM).
Menurutnya, saat itu raut wajah Bupati terlihat berbeda dari biasanya. "Terakhir saya melihat Pak Bupati sekitar pukul 23.00 WIB setelah pelantikan Ketua PPM. Wajah Pak Bupati tampak lesu dan risau, tidak seperti biasanya yang selalu terlihat semangat," ujarnya.
Namun demikian, belum ada informasi resmi yang mengaitkan kondisi tersebut dengan kabar yang berkembang.
Dikabarkan Dibawa ke Pekanbaru
Di sisi lain, beredar informasi bahwa sejumlah pihak yang diduga diamankan di Kuansing dibawa ke Pekanbaru untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Sejumlah awak media melakukan pemantauan di Mapolda Riau sejak sore hingga malam karena lokasi tersebut kerap digunakan KPK sebagai tempat pemeriksaan awal sebelum pihak yang diamankan diterbangkan ke Jakarta.
Namun hingga sekitar pukul 22.30 WIB, belum terlihat rombongan yang diduga membawa pihak-pihak dari Kuansing tiba di Mapolda Riau.
Seorang perwira Polda Riau yang dimintai konfirmasi hanya menjawab singkat. "Belum monitor."