oleh dr M Saifudin Hakim MSc PhD

Dalam Beribadah, Hanya Niat Baik Semata Itu Tidak Cukup

Ruslan
2.884 view
Dalam Beribadah, Hanya Niat Baik Semata Itu Tidak Cukup
Foto: eramuslim

Pelajaran ke delapan: Imam Malik bin Anas rahimahullah dan tempat dimulainya ihram

Diriwayatkan dari Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah, beliau berkata, “Aku mendengar dari Imam Malik bin Anas, beliau didatangi oleh seseorang. Orang tersebut berkata, “Wahai Abu Abdillah, dari mana Engkau mulai berihram?”

Imam Malik menjawab, “Dari Dzul Khulaifah (sekarang: Bir Ali), dari tempat yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berihram.”

Orang tersebut berkata, “Aku ingin memulai ihram dari masjid si samping kubur Nabi.”

Imam Malik mengatakan, “Jangan Engkau lakukan, karena aku khawatir Engkau akan tertimpa fitnah.”

Orang tersebut berkata, “Fitnah seperti apa yang ditakutkan dari perbuatan semacam ini? Ini hanyalah beberapa mil yang aku tambahkan (untuk berihram).”

Imam Malik menjawab perkataan orang tersebut dengan sangat indah,

وأي فتنة أعظم من أن ترى أنك سبقت إلى فضيلة قصر عنها رسول الله صلى الله عليه و سلم؟ إني سمعت الله يقول:

“Fitnah apakah yang lebih besar daripada ketika Engkau menyangka bahwa Engkau memiliki keutamaan yang tidak dimiliki oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam? Sesungguhnya aku mendengar Allah Ta’ala mengatakan,

“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih.” (QS. An-Nuur [24]: 63) (Diriwayatkan oleh Al-Khathib Al-Baghdadi dalam Al-Faqih wal Mutafaqqih, 1/148; Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah, 6/326; Al-Baihaqi dalam Al-Madkhal, no.232, dan lain-lain)

Sekali lagi, renungkanlah jawaban Imam Malik kepada orang tersebut. Orang tersebut tentu saja memiliki niat yang baik ketika ingin mulai berihram di satu tampat yang lebih jauh dari tempat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai ihram. Namun, Imam Malik justru mengingatkan bahwa bisa saja dia akan tertimpa fitnah (ujian dan bencana) karena tindakan tersebut menyelisihi petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sebagai kesimpulan, niat baik semata di dalam agama ini tidaklah teranggap sampai dia beramal dan beribadah sesuai dengan petunjuk dan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (*)

Artikel aslimuslim.or.id

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)

    wrong sql query