Aqidah yang Lurus Saat Ditanya di Mana Allah? Jawabannya di Atas, Bukan di Mana-mana!

Intan
41 view
Aqidah yang Lurus Saat Ditanya di Mana Allah? Jawabannya di Atas, Bukan di Mana-mana!

DATARIAU.COM - Jawaban pertanyaan “Di Manakah Allah?” sangat jelas dalam sebuah hadits di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada seorang budak, “Di manakah Allah?” Lalu budak tersebut menjawab, “Di atas langit”

Perhatikan teks lengkap haditsnya berikut, “Dari Mu’awiyah bin al-Hakam bahwasanya dia mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa seorang budak wanita hitam. Kemudian Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bertanya pada budak wanita tersebut: ’Di mana Allah?’ Budak itu menjawab, ’Di atas langit’. Rasul bertanya lagi, ’Siapakah aku?’ Budak itu menjawab, ’Engkau adalah utusan Allah’. Maka Rasul berkata: ’Merdekakanlah ia karena ia adalah mukminah (wanita beriman)’”[HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud, An- Nasaai, Malik]

Perhatikan perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Mu’awiyah bin Al-Hakam agar memerdekakan budak tersebut, karena budak tersebut beriman dan tanda keimanannya adalah dengan tepat menjawab pertanyaan “di manakah Allah” dan jawabannya tepat yaitu “di atas langit”.

Baca juga:Di Mana Allah?

Dalam riwayat Ahmad, Mu’awiyah bin Al-Hakam meminta nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan pertanyaan ujian kepada budak wanita tersebut, untuk membuktikan apakah ia beriman atau tidak, jika budak itu beriman maka ia akan merdekakan, ia berkata, “Wahai Rasulullah, saya punya budak yang mukmin, jika engkau mengetahui (tanda-tanda) ia beriman, maka aku akan bebaskan ia”

Sehingga untuk menjawab pertanyaan “di manakah Allah”, maka jawabannya sebagaimana hadits tersebut. Sangat jelas dan sesuai dengan zhahir hadits serta tidak perlu ditakwil (dicari-cari arti lainnya) karena sangat banyak dalil yang menjelaskan Allah berada di atas langit.

Sebagaimana dalam firman Allah, “Apakah kalian merasa aman dari Rabb yang berada di atas langit, bahwa kalian akan dijungkirbalikkan dengan dibalikkannya bumi, sehingga dengan tiba-tiba bumi terguncang?” (Qs. al-Mulk: 16).

Baca juga:Jika Manusia Tahu Keutamaan Shalat Subuh Berjamaah, Meski Dengan Cara Merangkak Akan Dihadirinya

Ibnu Abdil Barr rahimahullah menjelaskan makna ayat ini, bahwa Allah berada di atas langit, beliau berkata “Maknanya adalah Rabb yang berada di atas langit yaitu di atas ‘Arsy.”[At-Tamhid 7/130]

Begitu juga dengan beberapa hadits yang sangat jelas mengatakan Allah berada di atas langit, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam, “Tidakkah kalian mau percaya kepadaku, padahal aku adalah kepercayaan dari Rabb yang ada di langit? ”[HR. Bukhari, no. 4351 dan Muslim, no. 1064]

Begitu juga dengan ijma’ ulama bahwa Allah berada di atas langit/di atas ‘Arsy

Al-Auza’i rahimahullah berkata, “Dahulu ketika para tabi’in masih banyak, kami mengatakan bahwa Allah ‘azza wa jalla berada di atas ‘arsy-Nya dan kami mengimani sifat Allah sesuai apa yang terdapat dalam Sunnah.”[Muktashar Al-‘Uluw Adz-Dzahabi 137, Fathul Bari 13/417]

Adz-Dzahabi rahimahullah berkata, “Ini perkataan para imam Islam, Sunnah, dan Jama’ah yaitu: kami mengetahui Rabb kami di atas langit yang ketujuh di atas ‘arsy-Nya, sebagaimana Allah Jalla Jalaaluhu berfirman (yang artinya) : Ar-Rahmaan di atas ‘arsy beristiwa”[Al-’Uluw li Al-’Aliy Al-’Adziim 2/1103]

Syaikhul Islam berkata, “Mayoritas ulama syafi’iyah mengatakan bahwa dalam Al-Quran terdapat 1000 dalil atau lebih yang menunjukkan bahwa Allah Ta’ala maha tinggi dan berada di atas makhluk dan hamba-Nya. Beberapa ulama lain mengatakan ada 300 dalil yang menunjukkan hal tersebut.”[Majmu’ Al Fatawa 5/121]

Demikian semoga bermanfaat.***

Baca juga:Ternyata Segini Besaran Nafkah Suami kepada Istri Sesuai Syariat

Penulis: dr. Raehanul Bahraen

Artikel: Muslim.or.id

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)