SMM PANEL INDO

4 Cara Agar Hidup Tenang di Zaman Sekarang

datariau.com
152 view
4 Cara Agar Hidup Tenang di Zaman Sekarang

4. Tidak Kecanduan Flexing dan Bermegah-megahan


Istilah “flexing” memang populer dalam kehidupan modern. Secara sederhana, istilah ini digunakan untuk menggambarkan kebiasaan menunjukkan kekayaan, barang, gaya hidup atau pencapaian kepada orang lain.

Tidak semua orang yang memperlihatkan nikmat Allah Taala otomatis berdosa. Islam tidak melarang seseorang memakai pakaian bagus, memiliki kendaraan yang baik, memiliki rumah yang layak atau menikmati rezeki halal.

Yang menjadi masalah adalah ketika harta berubah menjadi alat untuk menyombongkan diri, merendahkan orang lain, mencari pujian, atau membuat seseorang lalai dari Allah Taala.

Allah Taala berfirman “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.” (QS. At-Takatsur: 1-2).

Baca juga:7 Tanda Seorang Tertipu dengan Kemewahan Dunia, Nomor 4 Sangat Banyak Terjadi Saat Ini


Surah Al-Takatsur memberikan peringatan keras terhadap manusia yang terus mengejar kebanggaan dunia hingga lupa bahwa kehidupan akan berakhir.

At-takatsur mencakup kebanggaan terhadap banyaknya harta, kedudukan, ilmu, maupun perkara lain yang dijadikan bahan untuk saling berbangga.

Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam juga menjelaskan hakikat kepemilikan manusia terhadap hartanya. Ketika membaca surah Al-Takatsur, beliau bersabda bahwa manusia berkata, “Hartaku, hartaku.” Kemudian dijelaskan bahwa harta yang benar-benar menjadi miliknya adalah apa yang dimakan hingga habis, dipakai hingga usang, dan disedekahkan sehingga menjadi bekal untuk akhirat. (Hadis riwayat Muslim nomor 2958).

Pesannya sangat dalam. Mobil yang kita banggakan suatu hari akan ditinggalkan. Rumah yang kita bangun akan ditempati orang lain setelah kita meninggal. Pakaian yang kita gunakan akan menjadi usang. Gawai mahal yang kita beli akan menjadi barang lama. Jumlah pengikut di media sosial tidak akan ikut masuk ke dalam kubur. Yang akan menemani manusia adalah amalnya.

Karena itu, jangan sampai seseorang sibuk memperlihatkan apa yang dimiliki, tetapi lupa mempersiapkan apa yang akan dibawa menghadap Allah Taala.

Ketenangan Bukan Berarti Tidak Memiliki Harta


Ada kesalahpahaman yang perlu diluruskan. Hidup sederhana bukan berarti harus menjadi miskin. Islam tidak melarang kekayaan.

Seorang Muslim boleh kaya selama hartanya diperoleh dengan cara halal, kewajiban terhadap harta ditunaikan, tidak sombong, tidak berlebihan dan digunakan untuk kebaikan.

Masalahnya bukan pada jumlah harta. Masalahnya adalah ketika harta menguasai hati. Seseorang bisa memiliki sedikit harta tetapi hatinya sangat tamak.

Sebaliknya, seseorang bisa memiliki banyak harta tetapi sangat dermawan dan bersyukur. Karena itu, yang perlu dibangun adalah kekayaan hati.

Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda “Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta benda, tetapi kekayaan adalah kekayaan jiwa.” (Hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim).

Baca juga:Pesan Penting Untukmu yang Menipu Orang Untuk Mendapatkan Uang: Dosa ke Manusia Tidak Cukup Dihapus dengan Tobat!


Inilah konsep ketenangan yang sering terlupakan. Kita tidak harus memiliki semua yang dimiliki orang lain untuk merasa cukup. Kita tidak harus dipuji semua orang untuk merasa berharga. Kita tidak harus menunjukkan semua yang kita miliki agar dianggap berhasil. Dan kita tidak perlu membeli sesuatu hanya karena takut dianggap tertinggal.

Penutup: Tidak Semua yang Terlihat Bahagia Benar-benar Tenang


Zaman sekarang mengajarkan manusia untuk terlihat berhasil. Media sosial membuat seseorang mudah memperlihatkan bagian terbaik dari hidupnya. Namun, apa yang terlihat belum tentu menggambarkan keadaan hatinya.

Seseorang bisa terlihat mewah tetapi hidupnya penuh utang. Bisa terlihat bahagia tetapi hatinya penuh iri. Bisa terlihat sukses tetapi selalu membutuhkan pengakuan. Bisa terlihat kaya tetapi tidak pernah merasa cukup.

Karena itu, seorang Muslim tidak perlu menjadikan kehidupan orang lain sebagai perlombaan. Hiduplah sesuai kemampuan. Carilah rezeki yang halal. Jauhi riba. Bayarlah utang. Syukuri nikmat. Jaga hati dari hasad. Jangan menjadikan pujian manusia sebagai tujuan. Nikmati pemberian Allah Taala tanpa bermegah-megahan.

Dan yang paling penting, jangan sampai mengejar dunia membuat kita kehilangan akhirat. Allah Taala berfirman “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu negeri akhirat, tetapi janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia.” (QS. Al-Qashash: 77).

Baca juga:Ini Dia Rahasia Ampuh Untuk Mendapatkan Hidup Bahagia, Dijamin Berhasil!


Inilah keseimbangan yang diajarkan Islam. Bukan meninggalkan dunia, tetapi tidak menjadikan dunia sebagai tujuan akhir. Bukan menolak harta, tetapi tidak menjadi budaknya. Bukan menolak kesuksesan, tetapi tidak menjadikan penilaian manusia sebagai ukuran.

Bukan berhenti berusaha, tetapi belajar menerima ketetapan Allah Taala dengan hati yang lapang. Sebab pada akhirnya, hidup yang paling tenang bukanlah hidup yang paling banyak memiliki sesuatu. Melainkan hidup yang paling sedikit memiliki sesuatu yang membebani hati dan paling kuat bergantung kepada Allah Taala.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)