PEKANBARU, datariau.com - Banyaknya peraturan daerah (perda) yang mandul dan tidak berfungsi secara maksimal, menjadi sorotan kalangan legislatif agar segera dievaluasi agar tidak mubazir.
Anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar Herwan Nasri ST, mengatakan, beberapa perda yang sama sekali mandul seperti Perda Gentakin dan Perda Walet. Kemudian ada pula perda yang tak berjalan secara maksimal seperti Perda Parkir, Perda Gepeng, Perda Sumur Resapan, dan lainnya.
"Pantauan kami selama 5 tahun ini, memang kondisi perda yang tak berfungsi dengan baik perlu dievaluasi bagi pemko," ungkap Herwan, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (23/9/2014).
Karena banyaknya perda yang tak berjalan dengan maksimal ini, Herwan minta agar Badan Legislasi DPRD nantinya, memanggil instansi terkait untuk membicarakan perda tersebut.
"Evaluasi, apa masih relevan perda itu di Pekanbaru atau ditiadakan saja lagi. Nanti baleg harus evaluasi persoalan ini. Karena sebuah aturan untuk meningkatkan PAD dibentuk dengan biaya mahal namun hanya sia-sia," ujarnya.
Kata Herwan, kedepan Pemko Pekanbaru jangan lagi menyia-nyiakan perda yang ada. Ketika suatu perda dibentuk dapat difungsikan sehingga mampu meningkatkan PAD sesuai yang diharapkan dalam pembentukan perda tersebut.
"Kita lihat selama ini hanya hangat-hangat taik ayam. Kayak Perda Gepeng, pas mau puasa dan lebaran saja ditertibkan, harusnya hari biasa juga karena kita ada perda. Termasuk Perda Parkir, harusnya setiap hari diatur mana tempat yang dilarang parkir dan yang boleh. Jangan sampai perda ini mubazir, untuk apa kita bentuk perda baru yang banyak lagi?" tegasnya.
Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu, sebut Herwan, memperoleh piala Adipura sebagai kota bersih, kemudian Piala Wahana Tata Nugraha sebagai kota tertib lalu lintas, maka penghargaan tersebut merupakan lecutan/cambuk bagi Pemko dan DPRD Kota Pekanbaru.
"Kita dapat penghargaan sebagai kota terbersih, jangan sampai sampah menumpuk juga dimana-mana, kita dapat WTN jangan sampai kondisi lampu merah (trafick light) banyak yang mati dan kemacetan terjadi dimana-mana. Sesuaikan penghargaan dengan kondisi di lapangan," imbuh Herwan. (*)