Kasus DBD di Pekanbaru Meningkat, DPRD Ajak Masyarakat Tingkatkan Pola Hidup Bersih

datariau.com
1.843 view
Kasus DBD di Pekanbaru Meningkat, DPRD Ajak Masyarakat Tingkatkan Pola Hidup Bersih
doc.
Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Zainal Arifin.

PEKANBARU, datariau.com - Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Zainal Arifin menilai tingginya angka demam berdarah denque (DBD) di Kota Pekanbaru pada Februari 2017 ini salah satunya disebabkan oleh kurangnya pola hidup bersih masyarakat.

"Terus meningkatnya kasus DBD ini sangat kita sayangkan, selain itu pola hidup bersih masyarakat juga kurang, begitu juga budaya gotong royong yang sudah memudar, seharusnya langkah-langkah pencegahan seperti ini harus ditingkatkan," ungkap Zainal Arifin, Kamis (16/2/2017).

Menurut Ketua Fraksi Gerindra ini, langkah antisipasi atau pencegahan tidak hanya menjadi tanggungjawab dinas terkait, seperti Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru dalam hal ini juga termasuk puskesmas-puskesmas yang ada, tetapi menurut Zainal perlu peran serta masyarakat serta RT/RW untuk ikut berpartisipasi melakukan tindak pencegahan.

"Perlu peran serta masyarakat RT/RW untuk meningkatkan pola hidup bersih dan sehat, pasalnya kasus DBD yang terjadi saat ini terjadi hampir di setiap kecamatan, dan yang terbanyak itu juga ada di Kecamatan Tampan ada puluhan, dan ini harus diantisipasi," kata Zainal yang merupakan wakil rakyat dari Dapil 5 ini.

Sebagaimana diketahui, penderita Demam Berdarah Dengue (BDB) di Pekanbaru terus bertambah. Pekan keenam tahun 2017 ini, penderita DBD sudah mencapai 78 orang, bertambah 26 kasus dari pekan lalu.

Kepala Bidang Pengendalian Kesehatan Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru, Gustiyanti juga meminta masyarakat memperkuat daya tahan tubuh. Masyarakat juga diimbau untuk berprilaku hidup sehat. Dengan begitu, penyebaran nyamuk dapat ditekan.

Tahun ini, kata Gustiyanti, Diskes siapkan Abate dan racun malation yang dipakai untuk satu tahun kedepan. Tetapi Diskes harus tetap melakukan fogging sesuai standard operating procedure (SOP). Apabila ada kasus, Diskes lakukan penyelidikan etiomologi. Jika dinyatakan ada jentik nyamuk, baru dilakukan fogging.

Bisa saja yang terkena DBD itu bukan di lingkungan tempat tinggal. Bisa saja dari tempat kerja dan sekolah. Untuk itu, Diskes harus melakukan penyelidikan sebelum diputuskan melakukan fogging.

Data DBD hingga pekan keenam tahun 2017:

Sukajadi 1 orang
Senapelan 2 orang
Pekanbaru Kota 4 orang
Rumbai Pesisir 6 orang
Rumbai 5 orang.
Limapuluh 7 orang
Sail 0 orang
Bukit Raya 13 orang
Marpoyan Damai 14 orang
Tenayan Raya 6 orang
Tampan 13 orang
Payung Sekaki 7 orang
Total 78 orang

Penulis
: Wanti
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
Tag:DBD
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)