Mahasiswa Kukerta UNRI Edukasi Ketahanan Pangan dan Cegah DBD di Desa Sungai Sirih, Bagikan Benih hingga Tanam Serai Wangi

datariau.com
230 view
Mahasiswa Kukerta UNRI Edukasi Ketahanan Pangan dan Cegah DBD di Desa Sungai Sirih, Bagikan Benih hingga Tanam Serai Wangi

PEKANBARU, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) Desa Sungai Sirih menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan masyarakat dan ketahanan pangan melalui kegiatan sosialisasi bersama ibu-ibu PKK Desa Sungai Sirih, Selasa (7/7/2026). Kegiatan tersebut tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dilanjutkan dengan pembagian benih sayuran serta aksi penanaman bibit serai wangi di rumah-rumah warga sebagai bentuk implementasi nyata dari edukasi yang diberikan.

Program yang mengusung tema ketahanan pangan keluarga dan pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Kehadiran mahasiswa Kukerta dinilai memberikan solusi sederhana namun bermanfaat dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemanfaatan pekarangan rumah.

Sosialisasi diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya ketahanan pangan keluarga di tengah berbagai tantangan ekonomi dan perubahan iklim. Mahasiswa Kukerta mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan yang selama ini belum dimaksimalkan menjadi kebun pangan keluarga.

Baca juga:Mahasiswa FBN UNRI Kenalkan Canva kepada Anak-anak Kelurahan Palas, Tingkatkan Kreativitas dan Literasi Digital


Melalui pemanfaatan pekarangan, masyarakat dapat menanam berbagai jenis sayuran yang mudah dibudidayakan, seperti kangkung dan bayam. Selain mampu memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari, langkah tersebut juga dapat membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga sekaligus meningkatkan ketersediaan pangan bergizi.

Mahasiswa menjelaskan bahwa konsep ketahanan pangan tidak selalu identik dengan lahan pertanian yang luas. Pekarangan rumah yang dikelola dengan baik dapat menjadi sumber pangan yang produktif apabila dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

Selain membahas ketahanan pangan, kegiatan juga diisi dengan penyuluhan mengenai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Materi yang diberikan meliputi penyebab penyakit, gejala yang harus diwaspadai, hingga berbagai langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat secara mandiri.

Baca juga:Pengabdian KUKERTA Berdampak UNRI Dukung Program Biopori di 3 Titik Lokasi Kelurahan Bukit Datuk


Mahasiswa mengingatkan bahwa DBD masih menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai, terutama pada musim penghujan ketika populasi nyamuk Aedes aegypti meningkat. Karena itu, masyarakat diajak untuk menjaga kebersihan lingkungan, menghilangkan genangan air, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Salah satu upaya preventif yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah pemanfaatan tanaman serai wangi. Tanaman ini dikenal memiliki aroma khas yang tidak disukai nyamuk sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pengusir nyamuk alami di lingkungan rumah.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan keluarga, mahasiswa Kukerta membagikan benih kangkung dan bayam kepada seluruh ibu-ibu PKK yang mengikuti sosialisasi. Benih tersebut diharapkan dapat segera ditanam di pekarangan rumah sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI 2026 Latih Warga Sungai Batang Olah Limbah Kulit Pinang Jadi Pupuk Organik


Tak hanya membagikan benih sayuran, mahasiswa juga menyerahkan bibit serai wangi kepada masyarakat. Bibit tersebut kemudian ditanam bersama warga di sejumlah rumah sebagai tindak lanjut dari materi yang telah disampaikan selama kegiatan berlangsung.

Penanaman serai wangi dilakukan secara gotong royong antara mahasiswa Kukerta dan masyarakat. Melalui aksi tersebut, warga tidak hanya menerima teori, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenai cara menanam dan merawat tanaman yang bermanfaat bagi kesehatan lingkungan.

Ketua Tim Kukerta UNRI Desa Sungai Sirih mengatakan kegiatan tersebut dirancang dengan pendekatan edukasi yang dipadukan dengan aksi nyata agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

"Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai ketahanan pangan keluarga dan pencegahan DBD, tetapi juga dapat langsung menerapkannya melalui pemanfaatan pekarangan rumah serta penanaman serai wangi sebagai langkah sederhana menjaga kesehatan lingkungan," ujarnya.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Gelar Les Gratis untuk Siswa SD di Desa Pangkalan Makmur, Tingkatkan Semangat Belajar Anak


Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat akan lebih mudah terwujud apabila edukasi disertai contoh nyata yang dapat langsung dipraktikkan di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, Ketua PKK Desa Sungai Sirih memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa Kukerta Universitas Riau yang menghadirkan program edukatif sekaligus aplikatif bagi masyarakat.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat karena masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga menerima bibit yang bisa langsung ditanam dan dimanfaatkan. Kami berharap kebiasaan menanam ini terus berlanjut sehingga mampu mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat," katanya.

Baca juga:Mahasiswa KKN UNRI Edukasi Pencegahan Bullying di SDN 09 Merangkai, Tanamkan Empati Sejak Dini


Ia berharap sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat terus terjalin melalui berbagai program pemberdayaan yang memberikan dampak nyata bagi kehidupan warga desa.

Kegiatan tersebut juga menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan. Tidak hanya memberikan edukasi, mahasiswa juga berupaya mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk membangun pola hidup sehat dan mandiri.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)