PEKANBARU, datariau.com-Wakapolda Riau Brigjen Pol Simson Zet Ringu mengajak masyarakat untuk tidak takut terhadap polisi. Ia menegaskan, Polri harus hadir sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat yang mampu memberikan rasa aman serta membangun kepercayaan publik.
Ajakan tersebut disampaikan Simson saat menghadiri kegiatan Minggu Kasih di Gereja HKBP Resort Sukajadi, Jalan KH Ahmad Dahlan No. 80, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, Minggu (8/11/2026) pagi sekitar pukul 08.30 WIB.
Dalam kegiatan tersebut, Wakapolda didampingi Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Ronny Riantoko Eppang. Turut hadir sejumlah pejabat utama Polda Riau, di antaranya Karo Ops Polda Riau, Ka SPN Polda Riau, Kabid Labfor Polda Riau, Ka SPKT Polda Riau serta PKPM Tk. III Divhumas Polri.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh jemaat bersama Pendeta HKBP Resort Sukajadi, Pdt. Freddin Aster Selamat Banci MTh.
Di hadapan jemaat, Simson menekankan pentingnya membangun hubungan yang dekat antara kepolisian dan masyarakat. Menurutnya, Polri merupakan institusi yang lahir dari masyarakat sehingga sudah menjadi kewajiban untuk selalu hadir dan memberikan pelayanan terbaik.
"Polri lahir dan dibentuk oleh masyarakat. Karena itu, tidak ada alasan bagi kami untuk menjauh dari masyarakat ataupun membiarkan adanya jurang pemisah. Kami harus kembali mendekatkan diri kepada masyarakat," ujar Simson.
Ia juga menjelaskan makna slogan Salam Polisi, Polisi Bersama Masyarakat. Menurutnya, keberadaan Polri tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat karena tugas utama kepolisian adalah menjaga keamanan dan ketertiban.
"Artinya, Polri berasal dari masyarakat dan dibentuk untuk masyarakat. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini, kami ingin menyatakan kepada Bapak dan Ibu sekalian bahwa kami ingin kembali hadir, menyapa, dan berjalan bersama masyarakat," tuturnya.
Simson berharap tidak ada lagi sekat maupun rasa takut masyarakat ketika berhadapan dengan anggota kepolisian. Sebaliknya, kehadiran polisi harus memberikan rasa nyaman sehingga masyarakat dapat merasakan perlindungan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
"Ketika Bapak dan Ibu keluar dari gereja ini, kemudian bertemu dengan anggota kepolisian dan muncul perasaan, 'Puji Tuhan, aman, ada Pak Polisi,' maka itu menunjukkan bahwa hubungan antara Polri dan masyarakat sudah terjalin dengan baik," tambahnya.
Melalui program Minggu Kasih, Polda Riau berupaya membuka ruang komunikasi langsung dengan berbagai lapisan masyarakat, termasuk jemaat gereja. Program tersebut juga menjadi sarana bagi kepolisian untuk mendengarkan aspirasi, masukan dan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menutup kegiatan, Wakapolda mengajak seluruh jemaat untuk terus memberikan doa dan dukungan terhadap pelaksanaan tugas serta program-program Polri. Ia berharap hubungan kemitraan antara kepolisian dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Provinsi Riau.***