Wakil Bupati Siak Hadiri Festival Kabupaten Lestari ke-4 di Gorontalo dan Bone Bolango

Hermansyah
97 view
Wakil Bupati Siak Hadiri Festival Kabupaten Lestari ke-4 di Gorontalo dan Bone Bolango
Wakil Bupati Siak H Husni Merza BBA MM.

SIAK, datariau.com - Festival Kabupaten Lestari ke-4 yang dilaksanakan di Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango resmi dibuka, dengan ditandai pemukulan hadroh oleh Bupati Gorontalo, Bupati Bone Bolango dan Wakil Bupati Siak Husni Merza.

Pemerintah Kabupaten Siak mengucapkan selamat dan sukses atas pelaksanaan FKL ke-4 di Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango, yang dilaksanakan pada tanggal 23-28 November 2021 dengan mengangkat tema 'Merangkai Kembali Identitas Lestari'.

"Kami atas nama Pemkab Siak mengucapkan selamat dan sukses kepada Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango sebagai tuan rumah Festival Kabupaten Lestari keempat. Semoga kegiatan ini dapat berjalan lancar hingga selesai," ujar Wakil Bupati Siak Husni Merza, saat di hubungi melalui pesan singkat WhatsApp, Sabtu (27/11/2021).

Dia menjelaskan FKL telah sukses diselenggarakan sebanyak tiga kali, yaitu pada 2018 FKL di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, dan pada 2019 di Kabupaten Siak, Riau dan pada 2020 di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Kontribusi Kabupaten Siak sebagai anggota LTKL salah satunya kebijakan Siak Hijau dalam rangka pembangunan berkelanjutan yang melatar belakangi Siak Hijau adalah respon di saat kondisi lingkungan dimana telah terjadi kebakaran hutan yang hebat di tahun 2015.

"Musibah kebakaran hutan dan lahan saat itu, memiliki dampak buruk terhadap ekosistem lingkungan serta berpengaruh terhadap aktifitas masyarakat, karena yang di hasilkan dari kebakaran hutan dan lahan itu munculnya kabut asap," kata dia.

Dia juga sudah dijalankan dengan LPJMD Kabupaten Siak dengan memenuhi indikator pembangunan daerah. Dimana dalam LPJM tersebut Siak Hijau sudah di tuangkan sebagai satu komitmen pemerintah daerah dan stakeholder dalam melestarikan dan keberlanjutan sumber daya alam, pembanggunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Siak Hijau juga sudah dituangkan ke dalam Peraturan Bupati tahun ini di tingkatkan menjadi Perda. Siak Hijau pengelolaanya tentu berdasarkan pelestarian dan keberlanjutan termasuk upaya meningkatkan ekonomi masyarakat, PAD bagi daerah," kata Husni Merza.

"Melalui pola pemanfaatan SDA, melalui perlindungan dan hilirisasi dan intensifikasi juga sudah ditetapkan peta jalan Siak Hijau ada zonasi konservasi, kehutanan dan perkebunan dan Industri termasuk zonasi pertanian dan pemukiman," terangnnya.

Siak juga sudah melakukan kajian rencana perlindungan pengelolaan lingkungan hidup yang di usulkan melalui Peraturan Daerah. Sudah membuat target indeks kwalitas lingkungan hidup, indek kualitas air dan indeks kwalitas udara.

"Termasuk komitmen Sedagho Siak CSO lingkung yang didalamnya tergabung 23 NGO yang bergerak di bidang lingkungan. Siak Hijau ini sudah melakukan rencana aksi dalam mengelolaan lingkungan yang baik dalam menurunkan emisi dan penurunan karbon dalam rangka pemenuhan ruang bagi ekonomi masyarakat yang sejalan dengan visi misi Kabupaten Siak," paparnya.

Evaluasi monitoring juga dilakukan dalam rangka pendekatan Yuridiksi dimana melibatkan komitmen para pihak swasta dan NGO sedang dikembangan monitoring dan evaluasi yang membuat indikator input dan output kebijakan program yang dilakukan semua pihak sehingga dapat di ketahui seberapa besar berdampak pada indikator itu.

Hasil dari monitoring ini akan di tuangkan melalui webside Siak Hijau sehingga publik dapat melihat kinerja Siak Hijau.

"Saat ini kita sedang mengembangkan laboratorium Albumin, yang sudah berjalan. Ini termasuk juga dalam rangka mendukung Siak Hijau. Lab ini hanya menerima ikan gabus dari budidaya atau kerambah tidak dari alam. Tujuanya agar ekosistem ikan gabus yang hidup di air gambut terjaga," tandasnya.

Program yang akan hadir dalam FKL 2021 adalah Obrolan Lestari, Temu Inovasi Lestari, Irama Lestari, Telusur Kabupaten, Telisik Budaya, dan Sustainable Culinary Journey. Rangkaian acara tersebut selain melibatkan pemerintah kabupaten, juga melibatkan pemerintah nasional, mitra pembangunan, akademisi, swasta, LSM, dan kaum muda.(rls/man)