SMM PANEL INDO

Tokoh dan Mantan Gubernur Riau Wan Abubakar Kecewa DBH Pusat Tak Adil Buat Daerah

Hermansyah
99 view
Tokoh dan Mantan Gubernur Riau Wan Abubakar Kecewa DBH Pusat Tak Adil Buat Daerah
Tokoh Provinsi Riau dan mantan Gubernur Riau, Wan Abubakar.(istimewa)

PEKANBARU, datariau.com - Tokoh Provinsi Riau, Wan Abubakar kecewa dengan dana bagi hasil (DBH) pemerintah pusat terhadap pemerintahan daerah yang dinilai tak berkeadilan.

Birokrat dan mantan Gubernur Riau itu, menilai pemerintah pusat kurang bijak dan tak transparan terhadap daerah saat ini. Karena, ini bukan merupakan tujuan dari reformasi.

"Terhadap DBH akibat pengurangan - pengurangan itu, suatu kebijakan yang kurang bijak dan tidak transparan. Karena ini, tidak sesuai dengan transparan yang menjadi tujuan pelaksanaan reformasi bagi otonomi daerah," ujarnya.

Dikatakan Wan Abubakar, dengan mengurangi DBH ini, berartikan daerah tidak akan dapat secara maksimal untuk melakukan pembangunan atau infrastruktur.

Selain itu juga ada kepentingan sosial kemasyarakatan dan banyak kepentingan kepentingan daerah yang lain harus di dukung dengan DBH ini sendiri.

"Apa dasarnya pemerintah pusat mengurangi DBH itu, ini harus dijelaskan sejelas-jelasnya, dan kita sebagai orang daerah merasa kecewa dengan kebijakan pusat ini," ucapnya.

Disampaikan Wan Abubakar lagi, jangan sampai daerah ini marah, kalau rakyat nanti marah kan menganggu stabilitas, jangan daerah itu dipancing dengan tidak keadilan itu, jangan sampai apa yang saya rasakan itu terulang lagi.

"Adapun perjuangan ini, saya minta koordinasi dibawah Gubernur Riau agar memperjuangankan DBH ini agar dapat berlaku adil harus bersama-sama terhadap pemerintah pusat, tidak bisa berjuang sendiri-sendiri," harapnya.

Jadi, perjuangan ini melibatkan semua, bupati/walikota se-Provinsi Riau itu harus ikut berjuang bersama-sama.

Sementara Ketua atau pimpinan DPRD Provinsi Riau serta kabupaten/kota dengan kebersamaan, pusat menyadari bahwa ini bukan keinginan satu orang pimpinan daerah (gubernur, bupati/walikota) tapi juga keinginan semua rakyat Riau.

"Saya menghimbau kepada bapak Gubernur Riau untuk dapat koordinasikan ini kepada bupati/walikota untuk berjuang ke pusat. Jangan ini di diamkan, begitukan," pinta Wan Abubakar dalam keterangan resminya kepada media ini, Kamis (1/10/2026).

Wan Abubakar mengingatkan, ini menganggu perkembangan dan pembangunan, apalagi Riau. Karena, Provinsi Riau inikan daerah penghasil, kalau daerah penghasil itu, pusat harus berlaku adil tentunya.

"Masa iya, Riau penghasil mineral, seperti tambang dan sumber pendapatan pajak dan sebagainya, tak diberlakukan adil oleh pemerintah pusat," lugasnya.

Sebagai tokoh Provinsi Riau, birokrat dan mantan Gubernur Riau, Wan Abubakar tentu prihatin atas kebijakan pusat dengan dana bagi hasil (DBH) daerah saat ini, tidak sepadan bagi daerah.(***)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)