Dugaan Tekanan Terhadap Keluarga Korban Laka Maut di Perawang Jika Tak Mau Berdamai

Hermansyah
40 view
Dugaan Tekanan Terhadap Keluarga Korban Laka Maut di Perawang Jika Tak Mau Berdamai
Gambar; ilustrasi internet.

SIAK, datariau.com - Tragedi maut yang menewaskan seorang siswi SMKN 1 Tualang AM (16) dan empat pelajar lainnya mengalami luka berat serta luka ringan menjadi perhatian khusus lanjutan dalam peristiwa ini.

Sebelumnya, tragedi bermula dari tabrakan antara satu unit Toyota Land Cruiser BM 151 AK dengan tiga unit sepeda motor yang dikendai oleh siswa siswi SMKN 1 Tualang, pada Rabu (28/10/2026).

Sementara itu, AM (16) meninggal dunia, PSI mengalami patah tulang berat masih dalam kondisi pengawasan di ruang HCU Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru dan BO dilarikan ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru, Sabtu (31/10/2026) malam.

Paska kejadian, dan keluarga masih diselimuti duka dan kesedihan yang mendalam melihat kondisi putri-putri mereka dalam masa operasi berulang dan perlu penanganan khusus justru mendapat perlakuan yang tidak baik diduga dari oknum terhadap salah seorang keluarga korban saat ini.

Naskah ini disusun sebagai bagian dari fungsi pengawasan publik (public watchdog) serta pengujian terhadap komitmen penegakan hukum di wilayah hukum Polres Siak Polda Riau.

Malam ini, salah seorang keluarga korban mendapat ancaman dan menyampaikan kepada salah seorang yang enggan disebutkan namanya mengatakan, ancaman kepada pihak korban (almarhum), jika keluarga tidak berdamai untuk pengobatan Asyifa lepas tanggungjawab.

"Pak..ancaman mereka kepada pihak almarhum... KLO keluarga TDK damai .. pengobatan Sifa mereka angkat tangan pak...Itu ancamannya," kata dia melalui pesan singkat WhatsApp, Sabtu (31/10/2026) malam.

"Tlg dtindak pak. Artinya, pengobatan Sifa mereka TDK akan biayai sedikit pun," ujarnya.

Dilain pihak, salah seorang paman korban (almarhum) menyampaikan agar proses hukum tetap berjalan seadil-adilnya terhadap para korban.

"Kita tidak ada, mungkin keluarga korban lain yang mendapat ancaman itu," ujar paman korban (almarhum) AM (16) melalui sambungan telepon WhatsApp, Sabtu (31/10/2026) malam.

Hingga berita ini tayang dihalaman datariau.com, wartawan masih terus berupaya untuk mendapatkan keterangan resmi dari pihak-pihak terkait hal tersebut.(***)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)