SMM PANEL INDO

Sekolah Ceria Dompet Dhuafa Jangkau 426 Anak Terdampak Gempa di NTT

datariau.com
132 view
Sekolah Ceria Dompet Dhuafa Jangkau 426 Anak Terdampak Gempa di NTT
Foto: Ist.
Dompet Dhuafa melalui program Respon Darurat Pendidikan (RDP) terus melakukan pendampingan terhadap anak-anak yang terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

DATARIAU.COM - Dompet Dhuafa melalui program Respon Darurat Pendidikan (RDP) terus melakukan pendampingan terhadap anak-anak yang terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pendampingan dilakukan melalui program Sekolah Ceria yang menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk kembali bermain, belajar, berekspresi, sekaligus memperoleh dukungan psikososial selama masa pemulihan pascabencana.

Sekolah Ceria dilaksanakan di sejumlah wilayah terdampak, meliputi Kabupaten Ende, Nagekeo, Ngada, dan Sikka. Hingga 13 September 2026, program tersebut telah menjangkau 426 anak melalui 8 titik layanan yang melibatkan 17 sekolah terdampak.

Dalam pelaksanaannya, RDP Dompet Dhuafa melibatkan relawan lokal dan berkolaborasi dengan Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) untuk memperkuat pendampingan kepada anak-anak terdampak bencana.

Baca juga: Dari Lulusan Animasi hingga Menjadi Barber Profesional: Kisah Febri Nur Hidayanto Menemukan Jalan Masa Depan


Sebanyak 15 relawan lokal turut terlibat dalam berbagai aktivitas pembelajaran dan dukungan psikososial. Kehadiran relawan lokal dinilai penting dalam menciptakan suasana belajar yang aman, menyenangkan, dan bermakna.

Selain itu, keterlibatan relawan lokal juga memungkinkan kegiatan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan anak-anak di masing-masing wilayah terdampak.

Beragam aktivitas interaktif diberikan kepada anak-anak, mulai dari permainan edukatif, menggambar dan mewarnai, bernyanyi, mendongeng hingga aktivitas kelompok. Seluruh kegiatan disesuaikan dengan usia dan kondisi psikologis anak.

Baca juga:Pelatihan Barista Institut Kemandirian, Bekali Generasi Muda Jadi Profesional dan Siap Berwirausaha


Ketua RDP, Muh. Shirli Gumilang, mengatakan Sekolah Ceria tidak hanya menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemulihan psikososial setelah mereka menghadapi pengalaman bencana.

“Aktivitas Sekolah Ceria menghadirkan layanan dukungan psikososial bagi anak-anak yang terdampak bencana gempa di NTT. Kami berharap aktivitas Sekolah Ceria ini dapat menghadirkan senyum dan semangat belajar. Dengan menggunakan Modul KLiK Bencana, pembelajaran di Sekolah Ceria semakin tersistematis dan menyenangkan,” ujar Muh. Shirli Gumilang.

Dalam kegiatan tersebut, para relawan RDP berupaya menciptakan suasana belajar yang ramah anak. Metode pembelajaran juga disesuaikan dengan kondisi di lapangan, termasuk dengan membagi anak berdasarkan kelompok usia dan jenjang pendidikan.

Baca juga:Dari Kehilangan Menjadi Kekuatan: Kisah Prof. Zulys Mengajarkan Arti Menjadi "Intan" bagi Anak-anak Yatim


Pembagian kelompok tersebut dilakukan agar aktivitas pembelajaran maupun dukungan psikososial dapat berlangsung lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)