Rupiah Terus Melemah, Hari Ini Sentuh Rp17.700 per Dolar AS: Mendekati Level Terlemah Sepanjang Sejarah

datariau.com
148 view
Rupiah Terus Melemah, Hari Ini Sentuh Rp17.700 per Dolar AS: Mendekati Level Terlemah Sepanjang Sejarah

JAKARTA, datariau.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali berada dalam tekanan pada perdagangan hari ini. Kurs rupiah bergerak di kisaran Rp17.700 per dolar AS, mendekati level terlemah sepanjang sejarah, di tengah penguatan dolar global dan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap risiko geopolitik serta arah kebijakan moneter global.

Berdasarkan data pasar spot yang dikutip sejumlah media ekonomi dan terminal keuangan, rupiah pada perdagangan terakhir berada di sekitar Rp17.706 per dolar AS, melemah sekitar 0,21% secara harian. Sementara kurs referensi transaksi perbankan menunjukkan dolar AS juga bergerak di level tinggi terhadap rupiah.

Pelemahan rupiah kali ini dipicu kombinasi faktor eksternal dan domestik. Dari sisi global, penguatan dolar AS terjadi setelah pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS, Federal Reserve, akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama akibat tekanan inflasi yang masih membandel di AS. Indeks dolar AS juga menguat dalam beberapa hari terakhir setelah data ekonomi Negeri Paman Sam dinilai lebih kuat dari ekspektasi pasar.

Baca juga:Rupiah Makin Lemah, Indonesia di Ambang Krisis Ekonomi Baru?


Selain itu, konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah memperburuk sentimen pasar global. Harga minyak mentah dunia yang tinggi meningkatkan tekanan terhadap negara importir energi seperti Indonesia karena kebutuhan devisa untuk impor meningkat. Dalam survei terbaru pelaku pasar Asia, rupiah bahkan dinilai masih menjadi salah satu mata uang yang paling rentan terhadap gejolak eksternal pada tahun ini.

Di dalam negeri, pelaku pasar juga menanti keputusan suku bunga Bank Indonesia hari ini. Mayoritas ekonom yang disurvei memperkirakan BI berpotensi menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,00% untuk membantu menahan tekanan terhadap rupiah. Meski inflasi Indonesia masih tergolong terkendali di kisaran 2,42%, depresiasi mata uang dinilai sudah cukup mengkhawatirkan.

Dikutip Reuters, Gubernur BI, Perry Warjiyo, sebelumnya menyatakan bank sentral telah melakukan intervensi besar-besaran di pasar valuta asing, baik domestik maupun offshore, guna menjaga stabilitas rupiah. Cadangan devisa Indonesia disebut masih memadai untuk menopang langkah stabilisasi tersebut, meski sebagian telah digunakan untuk meredam volatilitas pasar.

Baca juga:Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen: Angka Tinggi yang Menyimpan Beban Berat

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)