Rakerda II PHRI Riau: Kolaborasi dengan Pemda untuk Bangkitkan Pariwisata

datariau.com
1.036 view
Rakerda II PHRI Riau: Kolaborasi dengan Pemda untuk Bangkitkan Pariwisata
Foto: Endi
Kegiatan dibuka Walikota Pekanbaru Agung Nugroho, didampingi Ketua PHRI Riau Nofrizal, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Tekad Perbatas, Ketua KADIN Kota Pekanbaru Rizky Bagus Oka, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pekanbaru&l
  • PEKANBARU, datariau.com - Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Riau menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II Tahun 2026 di Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru, Kamis (5/2/2026).

Rakerda II PHRI Riau tahun ini mengusung tema "Kolaborasi PHRI Bersama Pemerintah Daerah untuk Pemulihan dan Pengembangan Pariwisata Riau."

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Walikota Pekanbaru Agung Nugroho, didampingi Ketua PHRI Riau Nofrizal, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Tekad Perbatas, Ketua KADIN Kota Pekanbaru Rizky Bagus Oka, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pekanbaru Akmal Khairi.

Ketua PHRI Provinsi Riau Ir Nofrizal MM menyampaikan bahwa pelaksanaan Rakerda ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan dan menyatukan langkah antara PHRI dan pemerintah daerah dalam membangun sektor pariwisata yang kuat dan berkelanjutan.

“Tema Rakerda ini menegaskan bahwa kemajuan pariwisata tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan pelaku usaha, khususnya PHRI,” kata Nofrizal.

Nofrizal menjelaskan, industri hotel dan restoran memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi daerah. Selain menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD), sektor ini juga menyerap banyak tenaga kerja.

“Saat ini PHRI Riau memiliki 87 anggota aktif dengan sekitar 5.500 karyawan. Ini menunjukkan besarnya kontribusi sektor hotel dan restoran terhadap PAD dan lapangan kerja,” sebutnya.


Ia menambahkan, sektor perhotelan dan restoran juga membuka peluang kerja bagi lulusan SMK pariwisata, perguruan tinggi, hingga lembaga pelatihan kerja. Di Provinsi Riau terdapat 17 SMK Vokasi Jurusan Pariwisata yang menjadi sumber tenaga kerja bagi industri ini.

Selain itu, industri pariwisata turut mendorong perputaran ekonomi melalui investasi, perbankan, serta aktivitas usaha lain yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk sektor transportasi.

Untuk itu, PHRI berharap dukungan pemerintah daerah dalam bentuk kebijakan yang pro-pariwisata, kemudahan perizinan, kepastian investasi, serta kerja sama promosi dan pengembangan destinasi wisata unggulan.

“PHRI siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah untuk pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegas Nofrizal.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)