Politeknik Mulia Rokan Resmi Berdiri, Karmila Sari Dorong Generasi Muda Rohil Siap Hadapi Dunia Kerja

datariau.com
156 view
Politeknik Mulia Rokan Resmi Berdiri, Karmila Sari Dorong Generasi Muda Rohil Siap Hadapi Dunia Kerja

ROKAN HILIR, datariau.com - Upaya meningkatkan akses pendidikan tinggi dan mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau, mulai diwujudkan melalui pendirian Politeknik Mulia Rokan.

Perguruan tinggi berbasis pendidikan vokasi tersebut mendapat dukungan Anggota DPR RI Komisi X Fraksi Golkar Daerah Pemilihan Riau, Dr Hj Karmila Sari, SKom, MM.

Peresmian Politeknik Mulia Rokan dilakukan langsung oleh Bupati Rokan Hilir H Bistamam, sekaligus ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung kampus permanen di kawasan Ujung Tanjung, Rabu (4/11/2026).

Kehadiran kampus ini diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat, khususnya generasi muda Rohil yang selama ini menghadapi keterbatasan akses untuk melanjutkan pendidikan tinggi karena faktor biaya dan jarak.

Karmila Sari mengatakan, pendirian Politeknik Mulia Rokan merupakan ikhtiar bersama yang telah dipersiapkan sejak pertengahan 2025. Menurutnya, perguruan tinggi tersebut bukan hanya milik yayasan maupun pemerintah, melainkan milik seluruh masyarakat Rokan Hilir.

"Kita berterima kasih kepada seluruh pihak yang hadir dan mendukung langkah ini. Politeknik Mulia Rokan merupakan sesuatu yang kita mulai bersama. Ini adalah milik kita bersama dan harus kita besarkan bersama. Alhamdulillah, ini bukti kampanye Bupati H Bistamam, membuka kampus di Rohil yang sudah terealisasikan," ujar Karmila.

Ia menjelaskan, salah satu tantangan masyarakat saat ini adalah keterbatasan kesempatan untuk mengakses pendidikan tinggi. Tidak sedikit anak muda yang harus mengurungkan niat kuliah karena terkendala pembiayaan, jarak perguruan tinggi, maupun lingkungan yang belum sepenuhnya mendorong pendidikan lanjutan.

Karena itu, keberadaan Politeknik Mulia Rokan di Ujung Tanjung dinilai strategis karena berada di jalur lintas sehingga lebih mudah dijangkau masyarakat Rokan Hilir dan daerah sekitarnya.

"Kita ingin anak-anak generasi bangsa memiliki kesempatan lebih besar untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Jangan sampai keterbatasan biaya dan jarak menjadi penghalang untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik," katanya.

Karmila juga menekankan bahwa pendidikan tinggi tidak boleh hanya berorientasi pada perolehan ijazah. Kampus harus mampu membentuk karakter, meningkatkan keterampilan, serta mempersiapkan mahasiswa menghadapi persaingan dunia kerja.

Menurutnya, budaya disiplin, berpikir positif, tanggung jawab, dan kemampuan merencanakan masa depan perlu ditanamkan sejak mahasiswa menjalani pendidikan.

Pada tahap awal, Politeknik Mulia Rokan telah memperoleh izin operasional dengan program studi Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan dan Teknologi Komunikasi Digital sebagaimana disampaikan pihak yayasan. Pengembangan program studi berikutnya direncanakan mengarah pada bidang yang berkaitan dengan potensi industri daerah, termasuk pengolahan minyak.

Karmila menilai pendidikan vokasi sangat tepat dikembangkan di Rokan Hilir mengingat daerah tersebut memiliki potensi besar di sektor perkebunan kelapa sawit dan minyak dan gas bumi (migas).

Untuk memperkuat kualitas pendidikan, persiapan pendirian politeknik juga dilakukan melalui penjajakan dan kunjungan ke sejumlah lembaga pendidikan serta institusi yang memiliki kompetensi di bidang perkebunan dan migas, termasuk INSTIPER, SKK Migas, dan Lemigas.

"Kami tidak ingin politeknik ini berkembang sendiri. Kita ingin berkolaborasi dengan lembaga dan perguruan tinggi yang sudah lebih dahulu memiliki pengalaman dan keahlian. Dengan begitu, mahasiswa mendapatkan pengetahuan, pengalaman praktik, dan sertifikasi yang dibutuhkan perusahaan," jelasnya.

Selain itu, komunikasi juga telah dilakukan dengan sejumlah perusahaan perkebunan di Rokan Hilir untuk membuka peluang kerja sama, terutama dalam mendukung praktik mahasiswa dan penyerapan lulusan.

Karmila berharap perusahaan sektor perkebunan kelapa sawit maupun migas turut berpartisipasi dalam pengembangan kampus agar kompetensi lulusan benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri.

Persoalan biaya pendidikan juga menjadi perhatian. Ia menyebutkan terdapat sejumlah peluang beasiswa yang dapat dimanfaatkan mahasiswa, termasuk program beasiswa yang berkaitan dengan sektor perkebunan kelapa sawit, dengan skema bantuan yang dapat mencakup biaya pendidikan hingga biaya hidup sesuai ketentuan.

Ia mengajak pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat untuk ikut menyosialisasikan keberadaan Politeknik Mulia Rokan agar semakin banyak generasi muda mendapatkan kesempatan kuliah.

Sementara itu, Ketua Yayasan Rokan Jaya Bermarwah, H Yulizar, menjelaskan pendirian Politeknik Mulia Rokan dilatarbelakangi besarnya potensi ekonomi daerah, khususnya sektor perkebunan kelapa sawit dan industri migas.

Menurutnya, pendidikan vokasi dipilih karena lebih menitikberatkan pada praktik. Komposisi pembelajaran dirancang sekitar 60 persen praktik sehingga mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan teknis yang dapat langsung diterapkan di dunia kerja.

"Kami ingin disiplin menjadi kebiasaan, tanggung jawab menjadi kesadaran, dan profesionalisme menjadi identitas lulusan Politeknik Mulia Rokan," ujarnya.

Yayasan juga berkomitmen mengembangkan pendidikan karakter dengan menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, ketangguhan mental, dan profesionalisme kepada mahasiswa.

Sekretaris Yayasan Politeknik Mulia Rokan, Prof Junaidi, menambahkan gagasan pendirian kampus tersebut lahir dari diskusi bersama berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, Karmila Sari, dan tokoh masyarakat.

Untuk sementara, kegiatan perkuliahan direncanakan berlangsung di kawasan kompleks Bank Mandiri Ujung Tanjung sembari menunggu pembangunan gedung kampus permanen.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada H Syamsul yang telah mewakafkan tanah untuk pembangunan kampus tersebut.

"Kami ingin Politeknik Mulia Rokan hadir bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi masyarakat. Harapannya, anak-anak Rokan Hilir tidak lagi menjadi penonton, melainkan menjadi pelaku dalam industri perkebunan dan migas," katanya.

Kepala LLDIKTI Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau, Dr H Nopriadi, SKM, MKes, menyambut baik kehadiran Politeknik Mulia Rokan. Ia mengapresiasi Yayasan Rokan Jaya Bermarwah dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pendirian perguruan tinggi tersebut.

Menurutnya, pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menghadapi transformasi ekonomi karena mampu menghasilkan SDM dengan keterampilan terapan dan kompetensi sesuai kebutuhan industri.

LLDIKTI Wilayah XVII, lanjutnya, akan terus memberikan pembinaan, pendampingan, dan fasilitasi peningkatan mutu pendidikan agar penyelenggaraan perguruan tinggi memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

Dukungan juga disampaikan Pemerintah Provinsi Riau. Plt Gubernur Riau SF Hariyanto yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, H Erisman Yahya, SH, MH, mengapresiasi inisiatif pendirian perguruan tinggi tersebut.

Ia menyebutkan, setiap tahun terdapat sekitar 125 ribu lulusan SMA dan sederajat di Riau. Kondisi tersebut membutuhkan semakin banyak pilihan pendidikan tinggi agar generasi muda memiliki kesempatan mengembangkan kompetensi.

Pemerintah Provinsi Riau, katanya, juga terus berupaya menyediakan berbagai program beasiswa bagi peserta didik berprestasi maupun masyarakat kurang mampu.

Bupati Rokan Hilir H Bistamam menegaskan, pembangunan Politeknik Mulia Rokan merupakan langkah awal dalam membangun masa depan SDM daerah.

Ia berharap kampus tersebut berkembang menjadi pusat pendidikan vokasi berkualitas dengan tenaga pengajar kompeten, kurikulum sesuai kebutuhan industri, serta fasilitas pendidikan yang memadai.

"Kita ingin anak-anak Rokan Hilir memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan tinggi berkualitas tanpa harus selalu meninggalkan daerahnya. Mereka harus mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri, memperoleh pekerjaan yang layak, bahkan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lainnya," tegas Bistamam.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)