PEKANBARU, datariau.com - Puluhan ibu-ibu PKK Kelurahan Sidomulyo Timur antusias mengikuti WorkshopCharmCraftyang diselenggarakan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program FISIP Berdampak untuk Negeri (FBN) Universitas Riau Kelompok Sidomulyo Timur 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan perempuan melalui pengembangan kreativitas, peningkatan keterampilan, sekaligus membuka peluang usaha berbasis kerajinan tangan.
Mengusung tema "Kreativitas Menjadi Peluang Usaha", workshop dilaksanakan dalam dua sesi, yakni pada Jumat (10/7) di Aula Kelurahan Sidomulyo Timur dan dilanjutkan Sabtu (11/7) saat pertemuan rutin PKK RW 01.
Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan teknik dasar membuat gantungan kunci menggunakan kawat bulu (pipe cleaner), bahan yang mudah diperoleh, ekonomis, serta dapat dikreasikan menjadi berbagai bentuk menarik yang memiliki nilai jual.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta FISIP UNRI Belajar Pemberdayaan UMKM Bunga Telang, Dorong Pemanfaatan Pekarangan Bernilai Ekonomi
Tidak hanya berfokus pada proses pembuatan kerajinan, kegiatan ini juga mengajak para peserta untuk mengenali potensi diri dan memanfaatkan kreativitas sebagai bekal meningkatkan produktivitas serta menambah penghasilan keluarga.
Suasana workshop berlangsung interaktif. Para ibu-ibu PKK tampak aktif berdiskusi, bertukar ide, dan saling membantu dalam menyelesaikan hasil karya masing-masing. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa perempuan memiliki ruang yang luas untuk berkembang ketika memperoleh kesempatan belajar dan pendampingan.
Bagi sebagian besar peserta, Workshop CharmCraft menjadi pengalaman baru yang membuka wawasan mengenai pemanfaatan bahan sederhana menjadi produk kreatif bernilai ekonomi. Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan tersebut juga menumbuhkan rasa percaya diri untuk terus berkarya.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Kolaborasi dengan Peternak Desa Rawa Bangun, Kembangkan Silase untuk Tingkatkan Produktivitas Ternak
Ketua Posyandu Kelurahan Sidomulyo Timur, Roya, mengapresiasi pelaksanaan workshop yang dinilai memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi masyarakat.
"Bagus, sangat bagus. Kegiatan yang diselenggarakan oleh adik-adik mahasiswa sangat menyenangkan. Penyampaian materinya juga jelas sehingga mudah untuk dipraktikkan," ujarnya.
Menurut Roya, keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan tersebut menjadi bekal baru bagi ibu-ibu PKK untuk memanfaatkan waktu luang secara lebih produktif.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Desa Mentayan Latih Warga Olah Sampah Rumah Tangga Jadi Pupuk Organik Cair
"Kami mendapatkan ilmu dan keterampilan baru. Dengan ilmu tersebut, kami bisa berkarya dan memanfaatkan waktu luang untuk membuat kerajinan sendiri di rumah," tambahnya.
Apresiasi serupa disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua TP PKK Kelurahan Sidomulyo Timur, Desti Armadani. Ia menilai pelatihan tersebut merupakan salah satu bentuk nyata pemberdayaan perempuan karena membekali ibu-ibu PKK dengan keterampilan yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha mikro.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam mendukung program PKK. Selain itu, hasil kerajinan yang dibuat juga berpotensi menjadi produk UMKM yang dapat dipasarkan, misalnya pada kegiatan bazar," jelasnya.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Latih Warga Desa Sungai Batang Olah Abon Ikan Lomek dan Tongkol Bernilai Ekonomi Tinggi
Menurut Desti, perempuan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Oleh sebab itu, pelatihan yang mampu mendorong kreativitas dan kemandirian ekonomi perlu terus dikembangkan agar semakin banyak perempuan yang mampu menghasilkan karya sekaligus memperoleh tambahan pendapatan.
Sementara itu, Humas FBN Sidomulyo Timur 2026, Melani Lismawarti, mengatakan Workshop *CharmCraft* dipilih karena merupakan kegiatan kreatif yang sederhana, mudah dipelajari, dan tidak membutuhkan modal besar sehingga dapat dilakukan oleh berbagai kalangan.
"Kami ingin memberikan ruang bagi ibu-ibu PKK untuk belajar dan mengembangkan kreativitas yang dimiliki. Harapannya, keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada saat workshop berlangsung, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi kegiatan yang bermanfaat," ungkapnya.
Ia menambahkan, pemberdayaan perempuan tidak selalu harus dimulai melalui program berskala besar. Melalui keterampilan sederhana seperti kerajinan tangan, perempuan dapat membangun rasa percaya diri, meningkatkan kemampuan berkreasi, sekaligus membuka peluang usaha rumahan yang memiliki nilai ekonomi.
Baca juga:Mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI 2026 Gelar Pelatihan Pembuatan Tepache dari Limbah Kulit Nanas di Desa Aliantan
Melalui Workshop CharmCraft, mahasiswa KKN FBN Universitas Riau Kelompok Sidomulyo Timur 2026 berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat peran perempuan sebagai individu yang kreatif, produktif, dan mandiri. Dengan keterampilan yang dimiliki, ibu-ibu PKK diharapkan mampu mengembangkan produk kerajinan yang tidak hanya menjadi hobi, tetapi juga bernilai ekonomi serta berkontribusi terhadap pemberdayaan perempuan dan peningkatan kesejahteraan keluarga di Kelurahan Sidomulyo Timur.***