Diklaim Lebih Jago dari MacBook Air M3
Dengan spesifikasi dan fitur-fitur yang disebutkan di atas, Microsoft mengeklaim Surface Pro dengan Snapdragon X Elite lebih jago dari chip ARM Apple M3 yang mentenagai MacBook Air 15 inci.
Bisa dibilang, ini merupakan pertama kalinya laptop Windows yang ditenagai chip berarsitektur ARM bisa menyaingi perangkat dengan chip ARM Apple. Sebelumnya, laptop Windows dengan chip ARM selalu kalah dalam aspek performa, apabila dibandingkan dengan chip Apple.
Kembali lagi ke uji performa salah satu perangkat yang disebut Copilot Plus PC itu, Microsoft menyebut perangkat tersebut memiliki performa komputasi multithreaded (Cinebench) yang 58 persen lebih baik dari MacBook Air M3.
Sebagai perbandingan, chip Snapdragon X Elite di Surface Pro punya 12 inci CPU, atau 10 inti CPU untuk Snapdragon X Plus. Sementara itu, chip M3 di MacBook Air memiliki 8 inti CPU 10 inti unit pengolah grafis (GPU).
"Copilot Plus PC akan mengalahkan semua perangkat serupa (yang ditenagai chip ARM) yang ada di pasar saat ini, termasuk MacBook Air M3, dengan sekitar 50 persen lebih cepat dan konsisten dalam aspek performa," ujar Executive Vice President and Consumer Chief Marketing Officer Microsoft, Yusuf Mehdi dalam sebuah pernyataan.
Baterai Lebih Awet dari MacBook Air M3
Selain performa, Surface Pro dengan Snapdragon X Elite atau X Plus juga diklaim memiliki daya tahan baterai yang lebih awet dari MacBook Air M3.
Berdasarkan pengujian internal Microsoft, kedua laptop ini sebenarnya memiliki tingkat ketahanan baterai hingga 15 jam apabila digunakan untuk menelusuri (browsing) web.
Namun untuk tingkat ketahanan daya ketika menonton video secara offline, Surface Pro diklaim jauh lebih tahan lama dengan durasi sekitar 22 jam. MacBook Air M3 disebut "hanya" bisa menonton video secara offline dalam waktu sekitar 18 jam.
Di samping performa CPU dan baterai, Microsoft juga mengeklaim Surface Pro terbarunya lebih tangguh dari MacBook Air M3 di aspek pemrosesan aplikasi AI, serta lebih "pintar" dan "ngebut" ketika menjalankan aplikasi berbasis Windows.
Pemrosesan AI di Surface Pro lebih pintar lantaran chip yang biasa memproses AI, yaitu NPU di perangkat tersebut memiliki performa hingga 45 TOPS. Di sisi lain, chip M3 memiliki NPU dengan 38 TOPS.
"Memiliki perangkat dengan performa yang lebih baik dari kompetitor (Apple) sudah kami nantikan sejak dua dekade lalu. Dan saat ini, perangkat kami 'melibas' perangkat serupa yang ada di pasar," pungkas Mehdi.
Dengan beragam keunggulan dari MacBook Air M3 ini, Surface Pro dijual di pasar AS dengan harga termurah 1.000 dollar AS atau sekitar Rp 16 juta, sebagaimana dilansir oleh kompas.com, Selasa (21/5/2024).
Harga ini akan berbeda-beda, tergantung SKU yang umumnya didasarkan pada opsi prosesor, RAM, dan model layar. Belum ada informasi kapan atau apakah perangkat ini akan diboyong ke Indonesia atau tidak. ***