Korban Mafia Tanah, Rizal dan Keluarga Besarnya Kehilangan Lahan Senilai Rp 160 Miliar

Kakak Indra Purnama
272 view
Korban Mafia Tanah, Rizal dan Keluarga Besarnya Kehilangan Lahan Senilai Rp 160 Miliar
Gambar: Independensi

DATARIAU.COM - Warga di Bintaro, Tangsel, kehilangan tanah seluas 2 hektare akibat jadi korban mafia tanah. Tanah senilai Rp 160 miliar itu saat ini dikuasai oleh pihak pengembang.


Tampak dari udara tanah seluas 2 hektare milik Rizal (51) dan keluarga besarnya yang menjadi korban mafia tanah di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Selasa (26/10/2021). Diketahui, tanah senilai Rp 160 miliar milik Rizal dan keluarga besarnya itu saat ini dikuasai oleh pihak pengembang.


Tanah yang terletak di Pondok Ranji, Bintaro itu, berdasarkan surat-surat yang dipegang keluarga besar Rizal, tertulis atas nama almarhum A Basyim, yang merupakan mertua Rizal. Almarhum A Basim sendiri, berdasarkan pengakuan sang istri dan para ahli waris lainnya, semasa hidupnya tidak pernah memperjualbelikan tanah itu, begitu pun para pewarisnya.


Tidak tinggal diam, mengetahui kondisi itu Rizal didampingi kuasa hukumnya, Ainul Yaqin, menyambangi kantor kelurahan guna menanyakan rekam jejak dari tanah tersebut. Sebab keluarga Basyim merasa tidak pernah menjual tanah itu pada siapa pun. Pihak keluarga menduga terjadinya peralihan tanah itu dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan cara melakukan rekayasa pembuatan dokumen peralihan hak.


Selain menyambangi kantor kelurahan, pihak ahli waris almarhum A Basyim juga datang ke kantor Kecamatan Ciputat dengan tujuan yang sama. Tetapi, permohonan keterangan dalam masalah ini lebih terkait kepada penjelasan dari dokumen-dokumen peralihan hak (Akta Jual Beli) atas tanah almarhum A Basyim.


Pihak keluarga besar almarhum A Basyim pun menyatakan, dalam waktu dekat ini akan menempuh jalur hukum baik itu secara pidana maupun perdata. Meski sebelumnya pihak ahli waris almarhum A Basyim juga pernah mendatangi Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya untuk menempuh jalur hukum.


Diketahui, tanah yang tersebut berada tidak jauh dari Stasiun Pondok Ranji, Bintaro, dengan luas 2 hektare atau kurang lebih 20.000 meter persegi. Mulanya, tanah tersebut merupakan milik Basyim. Di mana Basyim memiliki 4 anak yaitu Suryadarma (meninggal tahun 2017), Nur Aini, Muhammad, dan Dewi Sartika (menikah dengan Rizal).


Basyim diketahui meninggal dunia pada tahun 1974. Sengketa pun mulai muncul pada tahun 1990-an. Putra pertama Basyim, Suryadarma diminta menandatangani kertas kosong di bawah tekanan. Beberapa tahun kemudian, muncul Akta Jual Beli (AJB) dari Basyim ke developer. Saat ini, AJB itu telah berubah menjadi Sertifikat HGB (SHGB) atas nama developer.


Padahal Basyim dan ahli waris Basyim tidak satu pun yang merasa menjual tanah tersebut. Kini, nilai tanah tersebut sangat strategis. Pada saat Basyim masih hidup, tanah itu hanyalah berupa rawa-rawa. Saat ini, harga pasaran tanah di lokasi tersebut Rp 8 jutaan/meter. Hingga total nilainya Rp 160 miliar. Kini tanah tersebut dipagar oleh pihak developer. (*)


Source: Detik.com