Investor Ditipu, Uang Kripto Squid Game Merosot Tajam dan Pendiri Kabur

Yessi Novriani
1.075 view
Investor Ditipu, Uang Kripto Squid Game Merosot Tajam dan Pendiri Kabur
Foto: Detik.com

DATARIAU.COM - Cryptocurrency Squid Game telah mencuri perhatian dunia keuangan dalam sepekan terakhir. Ada tiga penyebab yaitu lonjakan harga tak masuk akal selama sepekan terakhir, kemudian penurunan harga tajam hingga tak bernilai sama sekali dalam waktu 15 menit, dan pendirinya yang kabur.

Uang kripto Squid Game, yang terdaftar dengan kode SQUID, baru mulai diperdagangkan pada Selasa (26/10/2021) pekan lalu dengan nilai 0,012 dolar AS atau Rp 170 per koin. Harga uang kripto itu melejit hingga 23 juta persen dalam sepekan hingga memuncak di level 2.861 dolar AS (sekitar Rp 40 juta) per koin pada Senin (1/11/2021).

Namun, nilai fantastis tersebut tak bertahan lama. Sama seperti lonjakan harganya yang tidak masuk akal, uang kripto SQUID mengalami koreksi hingga tak bernilai sama sekali atau Rp 0 dalam waktu kurang dari 15 menit setelah ia mencapai harga puncaknya.

Fenomena ini pun membuat mata uang kripto Squid Game langsung ramai diperbincangkan di media sosial.

Penyebabmata uang kripto Squid Game dapat melonjak tajam dan hilang tanpa sisa dalam sekejap adalah penipuan.

Selain karena fakta bahwa harga mata uang tersebut melonjak tajam, sorotan terhadap SQUID juga muncul karena pendirinya memberikan iming-iming 'play to earn'bagi investor. Para investor dijanjikan dapat melakukan permainan online layaknya serial TV Squid Game untuk memperbesar jumlah koin yang dimiliki.

Terlepas dari skema mendapatkan koin baru dengan cara yang unik, uang kripto Squid Game sejak awal muncul sudah memiliki tanda penipuan.

Menurut laporan The Washington Post, banyak pengamat telah mewanti-wanti risiko berinvestasi Cryptocurrency di uang kripto Squid Game. Sebab, akun media sosial pengembang uang kripto tersebut tidak mengizinkan pengikut atau pelanggan untuk berkomentar. Dokumen whitepaper uang kripto tersebut juga ditulis secara amatir dengan banyak kesalahan ejaan dan gramatika yang buruk.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)