1.400 Warga Palestina Terkurung
Polisi Israel mengumumkan bahwa 1.400 orang telah ditangkap, 90% dari mereka adalah warga Palestina dari dalam Palestina, karena dicurigai terlibat dalam kerusuhan pada eskalasi baru-baru ini, dengan ancaman ?siapa pun yang menimbulkan kerusakan akan membayar harganya.?
Perusahaan Penyiaran Israel mengungkapkan bahwa Keamanan Umum Israel Shin Bet terus mengejar mereka yang terlibat dalam gelombang kekerasan, termasuk menangkap sejumlah warga Yahudi karena dicurigai menyerang seorang warga Arab di Yerusalem minggu lalu.
Kerugian Besar Infrastruktur di Jalur Gaza
Kantor media pemerintah di Gaza mengatakan bahwa 75 markas pemerintah dan fasilitas umum menjadi sasaran pemboman Israel, yang bervariasi antara fasilitas layanan, keamanan dan markas polisi.
68 sekolah, fasilitas kesehatan, dan puskesmas rusak berat dan sebagian rusak akibat pemboman hebat di sekitarnya, sementara 490 fasilitas pertanian, termasuk peternakan, kolam pertanian, sumur, dan jaringan irigasi rusak.
Jaringan pembuangan limbah dan pasokan air bawah tanah juga rusak parah akibat penargetan langsung, dan rumah ibadah pun tidak luput dari agresi, di antaranya 3 masjid hancur akibat penargetan langsung, serta 40 masjid dan satu gereja hancur parah.
Tentara pendudukan membom lebih dari 300 bangunan ekonomi, industri dan komersial, menghancurkan total 7 pabrik, merusak lebih dari 60 fasilitas wisata, dan merusak 31 trafo listrik di Gaza, sebagai akibat dari serangan pendudukan Israel, serta 9 jalur utama rusak.
Statistik pemerintah Palestina juga mengungkapkan bahwa 454 mobil dan transportasi rusak total atau rusak berat.
Menurut Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina, UNRWA, serangan Israel telah menyebabkan pengungsian lebih dari 75 ribu warga Palestina dari rumah mereka.
Di antaranya 28.700 telah mengungsi di sekolah-sekolah UNRWA baik karena kehancuran rumah mereka atau menyelamatkan diri menghindar dari serangan bom.
Pelanggaran Penggunaan Rudal Dengan Kemampuan Destruktif
Peneliti dari Pusat Hak Asasi Manusia di Gaza memantau selama agresi di Jalur Gaza, pesawat pendudukan mengebom 6 menara pemukiman, 3 di antaranya hancur total.
Jumlah total unit rumah yang hancur total mencapai 437 unit rumah, menyebabkan kerusakan yang bervariasi pada ratusan rumah.
Apartemen hunian dihantam sengaja dengan peluru kendali dengan kemampuan penghancur yang besar yang melanggar prinsip proporsionalitas, serta melanggar prinsip perang.
Pusat HAM juga memantau pemboman 16 rumah tempat tinggal penduduk tanpa pemberitahuan sebelumnya, membunuh 89 dari mereka, termasuk 38 anak-anak dan 31 wanita, serta menyebabkan luka fisik pada puluhan orang.