Dari Lahan Setengah Hektar, Petani Binaan Polsek KKH Panen 600 Kg Jagung Pipil

datariau.com
96 view
Dari Lahan Setengah Hektar, Petani Binaan Polsek KKH Panen 600 Kg Jagung Pipil
Foto: Humas Polres Kampar
Kapolsek Kampar Kiri Hilir AKP Era Maifo, SH bersama jajaran melakukan pengecekan langsung hasil panen jagung pipil milik Kelompok Tani Citra Alam Lestari di Desa Simalinyang.

KAMPAR, datariau.com - Langkah konkret Polsek Kampar Kiri Hilir dalam mendukung program ketahanan pangan tahun 2026 kembali membuahkan hasil menggembirakan. Pada Jumat (15/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, Kapolsek Kampar Kiri Hilir AKP Era Maifo, SH bersama jajaran melakukan pengecekan langsung hasil panen jagung pipil milik Kelompok Tani Citra Alam Lestari di Desa Simalinyang, Kecamatan Kampar Kiri Tengah.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek didampingi Bhabinkamtibmas Desa Simalinyang BRIPKA Irfan Helen, Kanit Provost IPDA Afrizal, serta Ps Kanit Binmas AIPDA Syaputra Efendi, SH. Mereka meninjau langsung proses panen hingga pengemasan jagung pipil yang siap didistribusikan.

Dari lahan seluas sekitar 0,5 hektar yang dikelola menggunakan metode tumpang sari, kelompok tani berhasil menghasilkan sekitar 600 kilogram jagung pipil berkualitas baik. Hasil itu menjadi bagian dari capaian keseluruhan program ketahanan pangan Polsek Kampar Kiri Hilir yang telah menghasilkan sekitar 3 ton jagung pipil dari tiga desa selama periode tanam Januari hingga April 2026.

Kapolsek Kampar Kiri Hilir AKP Era Maifo mengatakan, keberhasilan panen tersebut menjadi bukti nyata bahwa program ketahanan pangan yang dijalankan bersama masyarakat mampu memberikan hasil positif.

“Ini bukan sekadar wacana ketahanan pangan, tetapi sudah terbukti dengan hasil nyata. Dari lahan 0,5 hektar saja bisa menghasilkan 600 kilogram jagung pipil. Jika digabungkan dengan hasil dari dua desa lainnya, totalnya mencapai sekitar 3 ton,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan itu tidak lepas dari kerja sama antara aparat kepolisian dengan kelompok tani yang terus melakukan pendampingan dan pemantauan secara rutin selama masa tanam hingga panen.

Ketua Kelompok Tani Citra Alam Lestari, Sapto Suparno, menjelaskan bahwa metode tumpang sari menjadi salah satu faktor utama yang mendukung tingginya produktivitas lahan pertanian mereka.

“Dengan sistem tumpang sari, kami bisa menanam jagung bersamaan dengan tanaman lain seperti kacang panjang, sehingga pemanfaatan lahan menjadi lebih maksimal. Dukungan dari Polsek KKH juga sangat membantu kami, mulai dari pendampingan hingga monitoring rutin,” ungkapnya.

Selain memastikan hasil panen berjalan optimal, pihak kepolisian juga melakukan pengawasan terhadap proses distribusi hasil pertanian agar berjalan aman dan lancar. Sebagian hasil panen akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal, sementara sisanya dijual guna meningkatkan pendapatan anggota kelompok tani.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)